Isabel Van Brugen

Seorang Whistleblower telah menuduh atas Affidavit atau pernyataan di bawah sumpah, bahwa pejabat pemilihan umum di Clark County, Negara Bagian Nevada, AS, tetap menghitung surat suara yang masuk, meskipun ada kekhawatiran tentang keabsahan tanda tangan.

Menurut sebuah pernyataan tertulis yang sebagian dihapus dalam laporan Washington Examiner, Whistleblower tersebut meninggalkan posisinya sebagai penghitung suara di Clark County pada tanggal 6 November 2020, “karena kekhawatiran akan bagaimana pemungutan suara tersebut dihitung.”

Orang tersebut bekerja sebagai anggota dewan penghitungan di Clark County sejak bulan Oktober 2020.

“Saya pribadi menyaksikan pengabaian verifikasi tanda tangan serta kejanggalan lainnya,” kata Whistleblower tersebut dalam suatu pernyataan tertulis yang dikirimkan kepada Departemen Kehakiman, sebagaimana yang dilaporkan oleh Washington Examiner.

Whistleblower dari Nevada itu mengatakan bahwa, ia mengamati “sejumlah besar tanda tangan pada surat suara yang dikirim melalui pos yang ia yakin tidak sesuai dengan nama dan seharusnya ditinjau,” itu terjadi saat bekerja di kantor pemilihan umum.

Ia mengungkapkan : “Saat saya bertanya ke pengawas, [disunting] dan yang lain, mengenai hal tersebut, bukannya pengambilan surat suara untuk memverifikasi tanda tangan di basis data elektronik, pengawas tersebut menyuruh saya untuk memasukkan amplop itu tanpa verifikasi.”

Menurut Washington Examiner, Whistleblower itu pertama kali melaporkan tuduhan yang terjadi kepada Partai Republik di Nevada.

Departemen Kehakiman dan Clark County tidak segera menanggapi permintaan komentar dari The Epoch Times.

Pada Agustus lalu, anggota parlemen negara bagian mengubah undang-undang tersebut, untuk memastikan setiap orang yang terdaftar sebagai pemilih di Nevada menerima sebuah surat suara melalui pos.

Tim Kampanye pemilihan Presiden Donald Trump minggu lalu mengatakan, bahwa mereka mengajukan gugatan di Nevada, menuduh ada lebih dari 10.000 surat suara dari pemilih yang tidak tinggal di Nevada.

Ketua kampanye Donald Trump di Nevada, Adam Laxalt, pada konferensi pers hari Kamis 5 November 2020 mengatakan bahwa, ada “contoh surat suara yang dikirim melalui pos melintasi lembah ini… masuk ke tong sampah… orang-orang mendapatkan sebanyak 18 surat suara” melalui pos. Ia mengatakan bahwa temuan itu adalah bukti ketidakteraturan pemilih.

Adam Laxalt, mantan jaksa agung Nevada, dalam konferensi pers mengungkapkan, pihaknya masih belum dapat mengamati tanda tangan ini atau secara signifikan memeriksa surat suara yang dikirim melalui pos dari ratusan ribu surat suara yang masuk. Adam Laxalt menambahkan ada “pemilih-pemilih yang telah meninggal dunia yang turut dihitung.”

Sementara itu, ia mengklaim, “ribuan orang yang telah dihitung ternyata telah pindah dari Clark County selama pandemi.”  Clark County mencakup Las Vegas, sebuah kota terbesar di negara bagian Nevada.

Departemen Kehakiman minggu lalu memastikan dalam pernyataan email kepada The Epoch Times, bahwa Jaksa Agung William Barr telah menerima rujukan kriminal dari pengacara Partai Republik di Nevada yang menuduh sedikitnya 3.062 kasus kecurangan pemilih di Nevada.

Partai Republik di Nevada mengatakan bahwa, pihaknya menduga angka itu bakal “melonjak secara substansial.”

“Ribuan orang telah diidentifikasi yang tampaknya melakukan pelanggaran hukum dengan memberikan surat suara setelah mereka pindah dari Nevada,” tulis Partai Republik di Nevada.

Panitera Pemilihan Umum Clark County, Joe Gloria mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu 7 November 2020, bahwa kantornya telah menerima laporan potensial kecurangan pemilih, dan akan menyelidiki pasca-pemilihan umum. (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular