Rudy Giuliani, pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump  mengatakan pada  Sabtu, 7 November bahwa setidaknya ada 600.000 suara bermasalah yang patut dipertanyakan dalam pilpres tahun ini. Trump yang bertarung di pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini, jelas tidak akan menyerah, dan tim kampanye telah mengajukan serangkaian tindakan hukum

oleh Zhang Ting

Meskipun banyak gugatan hukum terkait kecurangan pemilu Amerika Serikat 2020  belum terselesaikan, dan beberapa negara bagian mungkin perlu mengadakan perhitungan ulang suara. Namun beberapa media arus utama dan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden tetap  mengumumkan kemenangannya pada hari Sabtu 7 November 2020. Presiden Trump segera menyatakan bahwa gugatan sedang berlangsung dan pemilu masih jauh dari final.

Di Arizona pada hari Sabtu 7 November 2020, negara bagian yang menjadi medan perang lainnya, Presiden Trump terus melemahkan kepemimpinan suara Biden. 

Pada 8 November, keunggulan Biden telah menyusut menjadi hanya 10.000 suara. Jika selisih antara Biden dan Trump akhirnya turun hingga 0,1%, mekanisme penghitungan ulang otomatis akan diaktifkan.

Rudy Giuliani menyampaikan pesannya lewat tweet pada hari Minggu 8 November bahwa suara untuk Presiden Trump memimpin dari Biden dengan 800.000 suara pada malam pemilihan. Akan tetapi ratusan ribu suara yang dikirim dihitung dengan tanpa melibatkan pengawas dari Partai Republik. Kecurangan itu merugikan Presiden Trump.

“Mengapa (para pengawas) Partai Republik tidak dilibatkan ?” tanya  Rudy Giuliani.

Kepada wartawan di Philadelphia pada hari Sabtu 7 November, Rudy Giuliani mengatakan : “Setidaknya ada 600.000 suara yang dipertanyakan. Dia (Trump) jelas tidak akan mengalah.”

Menurut Giuliani, dirinya memegang pernyataan dari beberapa pengawas pemilu dan 50 orang telah berbicara tentang potensi penipuan. 

Tim kampanye Presiden Trump akan mengajukan gugatan kepada federal yang menuduhnya telah merampas hak pengawasan dari para pengawas. 

Giuliani juga menambahkan bahwa “mesin milik (partai) Demokrat Philadelphia” ikut ambil bagian dalam merampas suara hasil pemilihan kota mereka.

“Menurut saya, seseorang dari Komite Nasional Demokrat mengeluarkan pemberitahuan yang mengatakan bahwa jangan sampai orang dari Partai Republik melihat hasil suara yang dikirim,” tambah Giuliani.

Lebih jauh, mantan Walikota New York itu  menjelaskan saat menerima wawancara dari program Fox ‘Sunday Morning Futures’ pada Minggu 8 November lalu. 

Dia mengatakan : “Ada bukti kuat dalam pemilihan ini, setidaknya ada 3 atau 4 negara bagian, dan mungkin saja 10 negara bagian yang hasil suaranya telah dicuri. Dengan kata lain, ini adalah hasil dari pemilu palsu. Sekarang, Anda tidak dapat membiarkan pemilu ini memasuki sejarah dengan tanpa dukungan hukum”.

Dalam sebuat tweet, Rudy Giuliani juga menyebutkan, “Rakyat Amerika Serikat telah memberi kami begitu banyak bukti pelanggaran dalam pemilu. Ini membutuhkan tindak lanjut penuh waktu. Beberapa kasus yang benar-benar berpengaruh akan segera keluar.” (sin/rp)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular