Pemilu AS 2020 telah memasuki tahap proses hukum. Media dan kandidat presiden dari Partai Demokrat mengklaim bahwa Joe Biden memenangkan pemilu, tetapi Presiden Trump telah memulai berbagai tindakan hukum terhadap manipulasi dalam pemilu. Pada  Senin, 9 November mayoritas pemimpin Senat AS menyatakan dukungannya terhadap gugatan Trump

oleh Xia Yu

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell pada Senin November 2020 dalam pidatonya di Senat mengatakan bahwa tidak ada negara bagian yang mengonfirmasi hasil pemilihannya dan bahwa setidaknya satu atau dua negara bagian diperkirakan akan melakukan penghitungan ulang.

McConnell mengatakan : “Presiden Trump memiliki hak untuk menyelidiki pelanggaran dan mempertimbangkan pilihan hukumnya”. Dia memiliki 100% hak untuk melakukannya.

McConnell : Jika Partai Demokrat yakin tidak ada penipuan, tidak ada alasan untuk takut terhadap penyelidikan

“Prinsip inti di sini tidak rumit : di Amerika Serikat, semua suara sah harus dihitung, dan setiap suara ilegal tidak dapat dihitung. Seluruh proses harus transparan atau dapat dipantau oleh semua pihak”, kata McConnell. Ia juga mengatakan bahwa pengadilan dapat menyelesaikan sengketa tersebut.

“Prediksi dan komentar pers tidak akan memiliki hak untuk memveto hak hukum warga negara, termasuk presiden”, katanya.

Tim kampanye Trump telah menimbulkan tantangan hukum di beberapa negara bagian dan menggugat karena dugaan pelanggaran pemungutan suara atau penipuan pemilu. McConnell menyerukan penyelidikan terhadap masalah yang relevan.

McConnell mengatakan : “Jika ada pelanggaran besar kali ini yang akan mempengaruhi hasil, maka setiap orang Amerika pasti ingin kasusnya dapat diungkapkan”.

“Jika orang-orang Demokrat yakin bahwa (penipuan) tidak terjadi, maka mereka tidak punya alasan untuk khawatir tentang pengawasan tambahan. Kami memiliki alat dan lembaga yang diperlukan untuk menyelesaikan semua masalah”, katanya.

Mitch McConnell Tidak Mengakui Kemenangan Joe Biden

McConnell juga menyinggung soal pemilihan presiden tahun 2000, saat itu perhitungan suara di Florida dilakukan ulang. Pasalnya, calon presiden dua partai George W. Bush dan Al Gore memiliki selisih suara yang sangat sedikit. Ia mengatakan bahwa kampanye Al Gore telah menimbulkan tantangan hukum jangka panjang, dan baru pada bulan Desember tahun itu Al Gore memilih untuk membuat keputusan mengalah.

Dalam pidatonya di Senat, McConnell tidak mengakui Biden sebagai presiden terpilih dan Senator Kamala Devi Harris sebagai wakil presiden.

Mitch McConnell mengatakan bahwa tidak ada pernyataan bahwa Presiden Trump harus segera dan dengan senang hati menerima hasil pemilu awal ini. Jangan lupa bahwa pernyataan ini berasal dari kelompok orang yang sama yang menolak untuk menerima legitimasi Trump sebagai presiden terpilih 4 tahun silam.

Ralph Norman, anggota Perwakilan AS untuk distrik kongres ke-5 Carolina Selatan juga mempertanyakan keinginan Partai Demokrat untuk mengumumkan hasil pemilu. Dia menulis di Twitter : Aneh jika banyak orang mempertanyakan soal integritas hasil pemilu tahun 2016, tapi sekarang malahan buru-buru mengklaim bahwa pemilu sudah berakhir, sudah sah.

Anggota Kongres : Keyakinan dalam sistem pemilihan lebih penting daripada buru-buru mengambil keputusan

Banyak anggota Kongres dari Partai Republik juga mendukung tantangan hukum Presiden Trump. Rep. Andy Biggs dari Arizona mengatakan untuk menghitung suara yang sah dan menghapus semua suara curang. “Saya mendukung Presiden @realDonaldTrump, yang memperjuangkan integritas sistem pemilu yang dimiliki setiap negara bagian”.

Mark E. Green, anggota DPR-AS dari Florida mengatakan : “Tidak ada yang salah dengan menunggu gugatan hukum sebelum pemenang pemilihan diumumkan secara resmi. Keyakinan dalam sistem pemilihan kita lebih penting daripada buru-buru mengambil keputusan”.

Ralph Norman, anggota Perwakilan AS untuk distrik kongres ke-5 Carolina Selatan juga mengajukan 4 syarat yang menandakan sahnya pemilihan umum, yakni setelah menghitung semua suara sah. Setelah menghapus suara yang tidak sah. Setelah mencocokkan semua surat suara sementara. Setelah menyelidiki sejumlah besar masalah yang dianggap ganjil dan dapat sepenuhnya diatasi …….

Pemilihan umum AS menganut sistem suara elektoral. Calon harus mendapatkan setengah dari suara elektoral, mencapai 270 suara untuk terpilih sebagai presiden. Sedangkan saat ini, hasil akhir pemilihan negara bagian AS belum dirilis. 270 suara Joe Biden adalah prediksi media, bukan hasil suara sebenarnya. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular