oleh Luo Tingting

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok secara resmi menyatakan pada 9 November 2020 bahwa komunis Tiongkok tidak mengakui Joe Biden sebagai pemenang pilpres AS. Pihak Tiongkok masih menunggu proses hukum dan prosedur penetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat tentang hasil pilpres. Menurut analisis ahli, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa komunis Tiongkok terlibat dalam kecurangan pemilu. Saat ini Trump sedang melawan Joe Biden dengan seluruh kekuatannya. Terdapat banyak variabel besar dalam hasil pemilu. Xi Jinping memiliki tiga kekhawatiran utama, sehingga untuk sementara waktu ini memilih sikap no-comment

Wang Wenbin, juru bicara Kemenlu Tiongkok ditanya oleh wartawan dari media AS dalam konferensi pers reguler pada 9 November mengenai kapan pemerintah Tiongkok mengirim pesan ucapan selamat kepada Joe Biden ?  Dan mengapa belum juga mengirimnya ?

Setelah Joe Biden pada 7 November mengumumkan secara sepihak kemenangannya yang kontroversial, banyak kepala negara memberi selamat kepadanya, kecuali Xi Jinping yang belum berani bersikap. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya.

Wang Wenbin menjelaskan bahwa pihak Tiongkok telah mencatat bahwa Joe Biden telah mengumumkan kemenangannya dalam pemilu, tetapi pemerintah Tiongkok juga memahami bahwa hasil pemilihan umum akan ditentukan sesuai dengan hukum dan prosedur AS. Pihak Tiongkok akan menanganinya sesuai dengan praktek internasional.

Ini adalah pertama kalinya pemerintah komunis Tiongkok secara terbuka menanggapi mengapa pihaknya belum juga memberi selamat kepada Joe Biden. Dalam artikel Zhong Yuan, komentator politik yang dimuat oleh media ‘Epoch Times’ disebutkan bahwa Wang Wenbin rupanya menerima instruksi dari tertinggi Partai Komunis Tiongkok untuk menunggu selesainya proses hukum dan prosedur AS. Ini adalah pernyataan publik resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) tentang pilpres AS dan belum mengakui terpilihnya Joe Biden.

Selain itu, seorang reporter CNN bertanya kepada Wang Wenbin apakah pihak Tiongkok merasa hasil pemilihan presiden AS masih belum pasti atau ada pertimbangan lain ? Wang Wenbin menghindari memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Zhong Yuan menganalisis bahwa Xi Jinping mungkin memiliki 3 pertimbangan lain, atau tiga kekhawatiran tentang pemilihan AS.

Pertama, Xi Jinping khawatir bahwa jika Trump memenangkan pertarungan hukum dan kemungkinan besar akan terus terpilih kembali. Kalau begitu, memberi selamat kepada Joe Biden sekarang merupakan langkah yang salah dan memalukan.

Selain itu, PKT kemungkinan terlibat dalam membantu kubu Biden melakukan kecurangan pemilu, dan jelas tidak bisa melepaskan diri dari penyelidikan yudisial. Begitu terbongkar nantinya, bukti upaya PKT ikut memanipulasi pemilu AS akan menjadi yang terburuk.

Lin Xiaoxu, anggota Komite Krisis AS  mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NTDTV pada 9 November bahwa PKT sebenarnya sangat menyadari “kemenangan” Biden adalah hasil manipulasi suara karena PKT sendiri juga terlibat di dalamnya.

Dia mengatakan bahwa ada beberapa pengungkapan yang menyebutkan adanya faktor PKT yang terlibat di dalamnya. Misalnya, beberapa KTP palsu dikirim dari daratan Tiongkok dan ditahan di Chicago. Selain itu, ada juga banyak institusi yang dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok yang menarik para etnis Asia untuk memberikan suara kepada Biden. “Tangan PKT terlibat sangat dalam pada pilpres kali ini”, kata Lin Xiaoxu.

Kedua, PKT seakan-akan tidak mendukung Joe Biden di permukaan untuk menutupi transaksi “bawah meja”. Menjelang pemilihan, skandal kolusi antara Joe Biden dengan PKT terungkap. Mantan Walikota New York Rudy Giuliani mengungkapkan kepada media pada 20 Oktober lalu bahwa Biden dan putranya Hunter telah bercampur tangan dalam rencana penyuapan Perusahaan Energi Huaxin China. “10% dari uang itu dibagi dengan (Biden)”. “Itu sepuluh juta dolar setahun”.

Zhong Yuan percaya bahwa PKT sekarang berpura-pura tidak mendukung Biden, tetapi kemungkinan dengan diam-diam memberi selamat, berkomunikasi, dan terus memberikan hadiah sebagai imbalan atas kebijakan peredaan Biden yang terselubung kepada Tiongkok.

Lin Xiaoxu juga mengatakan bahwa tidak bersikapnya komunis Tiongkok sekarang adalah demi lancarnya kerja sama dengan Biden, komunis Tiongkok tahu betul bahwa ia mampu mengendalikan Joe Biden.

Komentator politik terkenal Chen Pokong percaya bahwa PKT mencoba yang terbaik untuk membangun momentum bagi terpilihnya Joe Biden sebelum pilpres, tetapi itu menjadi sangat tidak penting usai pemilihan. “Karena ia tahu bahwa Amerika Serikat saat ini sedang memasuki semacam perselisihan, jadi komunis Tiongkok ingin menyembunyikan peranannya”.

Ketiga, PKT khawatir Trump akan marah dan khawatir akan menghadapi serangan balik yang lebih sengit. Hu Xijin, pemimpin redaksi media corong PKT ‘Global Times’ baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang menyebutkan : Jangan merangsang atau menggoda Trump saat ini, agar tidak membuatnya kesal. Dua bulan ke depan akan menjadi periode yang sangat berbahaya.

Xue Chi, cendekiawan urusan Tiongkok menganalisis bahwa dari tulisan yang tertuang dalam artikel di ‘Global Times’ mencerminkan pemikiran para pemimpin tertinggi PKT yang masih khawatir bahwa Trump akan tetap terpilih kembali, sehingga perlu bersiap-siap untuk “maju kena mundur kena”.

Xue Chi mengatakan bahwa pemilihan AS sangat bervariasi, dan Trump sedang menggunakan prosedur peradilan dan kekuatan nasional untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas penipuan tersebut. Akankah PKT tertangkap kemudian diekspos ? Inilah yang dikhawatirkan oleh para pemimpin komunis Tiongkok.

Zhong Yuan percaya bahwa pemilihan AS telah menambahkan variabel pada krisis eksternal PKT dan harus menghadapinya dengan hati-hati. Jika Trump terpilih kembali dan mengungkap PKT berada di belakang kecurangan pemilu Amerika Serikat, maka hasilnya bisa dibayangkan. Menghadapi masalah apakah mengakui kemenangan Biden, PKT berada dalam dilema. Xi Jinping tampaknya melihat ada setitik harapan, tetapi lebih takut menghadapi banyaknya krisis yang sedang menanti di belakangnya. 

Ia mengatakan bahwa tidak mungkin ada lagi kesempatan buat komunis Tiongkok untuk menonjolkan diri. PKT akan segera mati, ini adalah kecenderungan umum. Baik rakyat Tiongkok, warga Amerika Serikat, orang-orang di seluruh dunia semuanya berada dalam kenyataan bahwa tak akan seseorang mampu mengubah dunia. Namun, setiap orang mampu menentukan sendiri akhirat mana yang dituju — surga atau neraka. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular