Wang Xiang

Presiden AS Trump mentweet 4 cuitannya sejak pagi (7/11) waktu setempat, namun, semua tweetnya diblokir. Apa sebenarnya yang ditulis Trump? 

Pada konten pertama, dia menulis: “Puluhan ribu surat suara baru diterima setelah jam 8 malam pada hari pemilihan (3/11). Ini illegal, mereka telah sepenuhnya dengan seenaknya mengubah hasil pemilihan suara di Pennsylvania dan wilayah lainnya. Selain itu, ratusan ribu surat suara dilarang dipantau … “

Tweet Presiden Trump tentang pemilu pada 7 November lalu lagi-lagi disensor dan diblokir oleh Twitter (Shotscreen of Trump’s Twitter)

Tweet kedua berbunyi: “Ini akan mengubah hasil pemilihan di banyak negara bagian, termasuk Pennsylvania – semua orang berpikir bahwa (saya) akan dengan mudah menang di Pennsylvania pada malam pemilihan, tetapi semua orang melihat bahwa keunggulan besar yang telah diperoleh lenyap entah kemana, dan tidak ada yang mendapat izin untuk mengawasi apa yang terjadi sebenarnya… “

Tweet ketiga berbunyi, “Selama masa-masa buruk dan kasar ketika legalitas dan transparansi tidak diizinkan, hal-hal buruk pun terjadi. Pintu ruang hitung kotak suara pemilih diblokir dengan traktor, dan jendela ditutup dengan karton tebal, sehingga pengawas tidak dapat melihat ruang hitung kotak suara dan sesuatu yang buruk pun terjadi di dalam. Ada perubahan besar dalam jumlah suara! “

 Tweet keempat yang diblokir adalah retweet Trump kepada Anggota Kongres Republik Jim Jordan: “Orang-Orang-orang berteriak untuk menghentikan penghitungan suara, kami menuntut transparansi (karena pengawas hukum ditolak masuk ke ruang hitung pemungutan suara) ! “

 

Keempat konten yang di-tweet itu telah dikonfirmasi dari berbagai saluran, tim kampanye Trump juga sedang meluncurkan tuntutan hukum terkait; namun, konten yang tampaknya kontroversial dan sedang berlangsung ini seketika diblokir oleh Twitter. Ada pun alasan yang diberikan oleh Twitter adalah : “Sebagian atau semua konten yang dibagikan dalam tweet itu kontroversial dan dapat menyesatkan cara berpartisipasi dalam pemilihan atau prosedur kewarganegaraan lainnya.”

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengklaim telah memenangkan pemilihan pada hari Sabtu, tetapi tim kampanye Trump mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa hasil pemilihan tersebut masih jauh dari selesai.

“Publik Amerika seharusnya memiliki pemilihan yang jujur: Ini berarti menghitung semua suara yang sah, bukan menghitung suara tidak sah,” kata tim kampanye Trump dalam sebuah pernyataan. 

Trump kembali men-tweet pada Sabtu sore, menyebutkan bahwa dia memenangkan 71 juta suara yang sah. Menurut statistik terbaru dari Associated Press, hingga 7 November, Trump telah memperoleh 71 juta suara dan Joe Biden 74,5 juta suara. Tetapi kubu Trump mengatakan bahwa setidaknya ada 620.000 suara di Swing State adalah suara yang kontroversial, yang cukup untuk membuat Trump terpilih dengan mudah. (jon)

Editor : Li Yuan

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular