Media Amerika Serikat mengungkapkan pada 6 November bahwa CEO Facebook Zuckerberg dituduh menginvestasikan sejumlah besar uang di negara bagian sayap dan bahkan membayar hakim “remunerasi” dalam upaya untuk mempengaruhi hasil pemilu  Amerika Serikat pada pertengahan Oktober lalu

NTDTV.com

The World Tribune melaporkan bahwa “Pennsylvania Voters League” mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Pennsylvania pada 19 Oktober. Gugatan itu menuduh CEO Facebook, Mark Zuckerberg memberikan $ 10 juta kepada CTCL, sebuah organisasi yang terkait erat dengan Obama. 

Mewajibkan Philadelphia untuk membuka setidaknya 800 tempat pemungutan suara atau TPS baru dan memberikan “remunerasi” kepada hakim, dengan mengatakan bahwa mereka berhak mengawasi penghitungan suara dan menangani perselisihan tentang hasil penghitungan dalam upaya untuk mempengaruhi pemilu.

Ed Martin, mantan ketua Partai Republik Missouri mengatakan, “Saat ini, ada ketidakberesan dalam pemilihan umum di Pennsylvania dan Philadelphia. Diragukan apakah masih ada lagi. Facebook dan perusahaan media sosial dan teknologi lainnya begitu kuat. Melawan rakyat kita, kami merasa khawatir. “

Pada bulan September dan Oktober tahun ini, Zuckerberg berjanji untuk menginvestasikan US $ 350 juta di CTCL untuk menyelesaikan dana personel, pelatihan, dan peralatan yang dibutuhkan untuk pemilihan pemerintah daerah. 

Phill Kline, mantan jaksa agung Kansas, menyatakan bahwa Zuckerberg menggunakan ini untuk menyalurkan sejumlah besar uang di beberapa kubu negara bagian sayap kiri, meningkatkan partisipasi pemilih Demokrat, dan mempengaruhi hasil pemilihan. 

Menurut laporan, selain Pennsylvania, Wisconsin juga menerima sumbangan $ 300 juta dari Zuckerberg sebelum pemilihan.

Ed Martin, mantan ketua Partai Republik Missouri mengatakan, “Perusahaan teknologi besar menginginkan lebih banyak pengaruh. Mereka tidak berpikir Trump akan membiarkan mereka bertindak seperti yang mereka lakukan di masa lalu tanpa dihukum, jadi mereka menginginkan pemimpin yang berbeda.”

Dalam pemilu Amerika Serikat kali ini, raksasa teknologi internet seperti Facebook dan Twitter mendapat perhatian luas karena menekan kebebasan berbicara, terutama menjelang pemilu, dengan memblokir laporan tentang skandal Biden. Setelah pemilu, banyak tweet dan postingan yang mengungkap kecurangan pemilu diblokir. Termasuk tweet dari kandidat petahan Donald Trump turut dihapus oleh Twitter.

Komite Kehakiman Senat telah mengeluarkan mosi untuk memanggil CEO Twitter Jack Dorsey dan CEO Facebook Mark Zuckerberg untuk menghadiri sidang.

“Perusahaan teknologi besar dan media jelas-jelas memilih siapa yang mereka inginkan menjadi presiden, dan sistem kami tidak mengizinkan hal ini. Kami harus mengubah status quo. Perusahaan teknologi besar terlalu kuat . Seharusnya tidak boleh seperti ini,” kata Ed Martin. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular