oleh Zhong Gusheng

Sejumlah besar bukti kecurangan dalam pemilihan umum Amerika Serikat mulai terungkap. Netizen menemukan bahwa data surat suara pada malam pemilihan berkali-kali mengalami kejadian yang abnormal dan dicurigai telah terjadi pencurian atau pengalihan surat suara dari Trump ke Biden yang dilakukan melalui perangkat sistem pemilu. 

Seorang ahli di bidang teknologi informasi baru-baru ini mengungkap lewat program analisisnya terhadap semua catatan data sejak pemilu Amerika Serikat 2020, dimulai. Hasilnya menunjukkan bahwa perangkat penghitungan suara ‘Dominion’ diduga telah mengalihkan ratusan ribu suara milik Trump ke Biden, selain jutaan suara yang lenyap begitu saja.

Sejak Minggu 8 November 2020 lalu, netizen secara berturut-turut mengungkapkan bahwa melalui video yang ditayangkan CNN dan data pemilihan umum di Channel Fox News, diketahui bahwa terdapat banyak kejanggalan pada data suara di malam pemilihan umum. 

Kejanggalan itu seperti hilangnya 19.958 suara untuk Trump di Pennsylvania dalam waktu setengah menit. Sedangkan jumlah suara untuk Biden bertambah 19.958 suara. 

Jumlah suara untuk Trump dan Biden di Rock County, Wisconsin tiba-tiba berganti posisi dan kecurangan lainnya. Banyak netizen yang mencurigai perangkat lunak yang digunakan untuk perhitungan suara telah mencuri suara Trump. 

Pada 10 November, seorang ahli teknologi informasi menyatakan dalam sebuah posting di situs ‘thedonald.win’ bahwa, dirinya terinspirasi oleh sejumlah keganjilan data yang disebutkan di atas. Dia mulai mencari sumber data yang lebih kredibel dan melakukan analisisnya sendiri. (https://thedonald.win/p/11Q8O2wesk/happening-calling-every-pede-to-/)

Artikel tersebut secara khusus menyebutkan situs web yang menyimpan data historis tentang pemilihan Pennsylvania. https://static01.nyt.com/elections-assets/2020/data/api/2020-11-03/race-page/pennsylvania/president.json ]. 

Menurut artikel itu, data Edison ini berasal dari Edison Research, setidaknya situs New York Times (NYT), ABC News, CBS News, CNN dan NBC News semuanya menggunakan data di atas untuk melaporkan hasil pemilihan umum, yang mungkin juga digunakan oleh situs-situs lainnya.

Reporter media ‘New Tang Dynasty’ menemukan bahwa ketika menggunakan browser untuk mengunjungi nama domain nyt.com di situs web yang disebutkan di atas, langsung membuka situs nytimes.com dari New York Times.

Ahli  Teknologi Informasi tersebut dalam artikelnya menyebutkan bahwa dirinya juga menemukan hal-hal ganjil  pada data pemilu Pennsylvania ini. Misalnya, catatan ke-187 menunjukkan bahwa pada 4 November jam 4:7:43 jumlah total suara adalah 2.984.468, dengan Trump mendapatkan 56,6% dan Biden 42%. 

Tetapi catatan ke-188 menunjukkan bahwa pada jam 4:8:51 (selisih 1 menit lebih), jumlah total suara adalah 2.984.522, tetapi tingkat suara Trump berubah menjadi 56% (turun 0,6%). Sedangkan tingkat suara Biden adalah 42,6% (naik 0,6%).

 

Tangkapan layar dari data pemilu Pennsylvania.

Menurut analisis artikel, perubahan jumlah total suara yang tercatat dalam dua rekor tersebut sangat sedikit, tetapi tingkat suara untuk Biden bisa naik 0,6%, sedangkan tingkat suara Trump menurun 0,6%. 

Tidak mungkin bukan, tingkat suara bisa menurun selama proses penghitungan suara masih berlangsung. Hal ini secara jelas mencerminkan adanya pengalihan secara ilegal dalam 1 menit, 0.6% (sekitar 17.900 suara) tingkat suara dari kantong Trump ke kantong Biden.

Artikel juga menyebutkan bahwa dengan mengganti nama negara bagian Pennsylvania pada URL situs data di atas dengan nama negara bagian negara bagian lain. Jika nama negara bagian memiliki spasi, seperti New York, ditulis sebagai new-york.  Anda dapat melihat data negara bagian lain. Penulis artikel ini juga menemukan data janggal yang mirip dengan Pennsylvania di data Michigan.

Tangkapan layar dari data pemilu Michigan.

Melalui analisis, selain menemukan sejumlah besar suara Trump beralih secara ilegal menjadi suara Biden atau suara calon presiden lainnya. Bahkan terdapat lebih banyak suara yang tiba-tiba lenyap saat proses penghitungan.

Artikel menyebutkan bahwa penulis artikel telah mengunduh dan mencadangkan data dari semua status, dan membuat program python untuk menganalisis data yang tidak normal itu. Penulis bahkan memberi kesempatan kepada netizen untuk mengunduh program ini.

Penulis artikel menganalisis database yang disebutkan di atas secara rinci melalui program, dan meringkas data abnormal untuk dianalisis. Di antara hasil analisis itu menunjukkan bahwa sistem pemungutan suara ‘Dominion’ yang sebelumnya katanya mengalami “gangguan” itu telah mengalihkan ratusan ribu suara di seluruh Amerika Serikat, dan melenyapkan jutaan suara lainnya.

Surat suara di Pennsylvania yang beralih dari kantong Trump ke Biden mencapai lebih dari 220.000, New Jersey sebanyak 80.000 suara.

Beberapa ketidaknormalan data dianalisis oleh program. (Screenshot halaman web)

Selain itu, ada sistem pemungutan suara lain selain ‘Dominion’, juga dicurigai telah mengalihkan dan melenyapkan puluhan ribu suara para pemilih Trump.

Awalnya kejanggalan ditemukan di sebuah daerah di Michigan, dimana sistem pemungutan suara ‘Dominion’ mengubah 6.000 suara Trump menjadi Biden. 

Sedangkan perangkat lunak ini juga digunakan di 47 negara bagian “ayunan” lainnya. Menurut laporan media Amerika Serikat  software tersebut menggunakan teknologi buatan komunis Tiongkok, dan perusahaan yang menyediakan software tersebut memiliki hubungan dekat dengan Nancy Pelosi, Ketua DPR dari Partai Demokrat.

Selain itu, pada malam pemilihan umum, mantan pejabat Angkatan Udara Amerika Serikat, Letnan Jenderal Tom McInerney pernah mengungkapkan bahwa Partai Demokrat dan Central Intelligence Agency (CIA) akan menanamkan sistem yang disebut ‘Operation Scorecard’ dalam sistem pemungutan suara di negara-negara bagian kunci yang berstatus “ayunan”. Program curang ini dapat digunakan untuk mengubah sekitar 3% hasil penghitungan suara dalam sistem pemungutan suara elektronik. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular