Petr Svab/Lin Yan

Analisis data pemilu Michigan, Amerika Serikat menyebutkan, ada lebih dari 10.000 orang yang telah dikonfirmasi atau dicurigai telah meninggal mengirim surat suara mereka dan dihitung dalam hasil pemungutan suara

Richard Baris, direktur Big Data Poll, mengatakan bahwa setelah menganalisis data pemilu AS 2020, ia menemukan bahwa ada sekitar 9.500 pemilih berada di Indeks Kematian Jaminan Sosial (SSDI). Mereka yang dikonfirmasi telah meninggal, tetapi ditandai sebagai “suara telah dikirimkan” dalam database suara yang dikirim melalui pos negara bagian.

Selain itu, hampir 2.000 orang yang berusia 100 tahun atau lebih tidak terdaftar sebagai centenarian hidup yang dikenal.

Data juga menunjukkan bahwa seseorang mencoba untuk memilih atas nama orang tua yang berusia 100 tahunan ini. Karena orang lanjut usia di atas 110 tahun jarang ditemukan di Amerika Serikat. Menurut Sensus 2010, ada 1.729 centenarian di Michigan.

Barris mengatakan kepada grup media The Epoch Times melalui email bahwa beberapa dari 10.000 orang yang memberikan suara melalui surat mungkin bukan orang sungguhan.

“Jika seseorang berusia 110 tahun atau lebih, kami seharusnya memiliki catatan kematian mereka, tetapi kami belum menemukannya,” kata Barris. 

Sementara itu menurut juru Bicara Sekretaris Negara Bagian Michigan, Tracy Wimmer  bahwa Michigan menolak surat suara  orang yang meninggal. Jika pemilih memberikan surat suara yang tidak hadir dan kemudian meninggal sebelum Hari Pemilihan juga akan ditolak.

Tracy Wimmer menegaskan bahwa bahkan jika seseorang mencoba untuk memberikan suara atas nama almarhum, suara tersebut akan ditolak. Namun, menurutnya tidak ada data berapa suara yang ditolak negara bagian ini.

Tracy Wimmer  menduga mungkin ada beberapa pemilih yang masih hidup, tetapi kelihatannya mereka  telah meninggal.

“Mungkin karena nama yang mirip, misalnya, surat suara yang kebetulan dicatat sebagai suara John Smith Sr, tetapi sebenarnya dipilih oleh John Smith Jr ; atau karena catatan di file pemilih yang memenuhi syarat Tanggal lahir salah dicatat,” kata Wimer. 

Tetapi Tracy Wimmer juga mengakui bahwa ini sangat jarang terjadi.

Kandidat Partai Demokrat, Joe Biden mengungguli Trump dengan sekitar 15.000 suara di Michigan.  Tim Kampanye Trump telah mengajukan gugatan di Michigan untuk menangguhkan penghitungan suara sampai pengawas Partai Republik mendapatkan otoritas pengawasan di tempat yang memadai. 

Majelis Negara Bagian Michigan, yang dipimpin oleh Partai Republik, sedang menyelidiki dugaan pelanggaran pemilu di negara bagian tersebut. Dalam gugatan yang diajukan pada 9 November, jajak pendapat Detroit menyatakan bahwa ribuan suara orang tanpa registrasi yang tepat telah dihitung.

Dalam kesaksian, dalam jajak pendapat itu mengatakan bahwa lembaga survei menambahkan nama dan alamat pada buku catatan serta mencantumkan tanggal lahir, seperti 1 Januari 1900.

Mengenai penjelasan resmi dari pemerintah negara bagian Michigan, Barris mengatakan hal tersebut belum bisa meyakinkannya.

Barris mengatakan dalam tweet 8 November bahwa dia yakin beberapa dari “suara orang meninggal” ditolak, tetapi dia menyatakan ketidakpercayaan bahwa semua suara tersebut ditolak.

Menurut Barris, pengiriman surat suara hanyalah sebagian, tetapi tidak semua, dari operasi ilegal yang terjadi pada dan setelah hari pemilihan. Mungkin perlu waktu hingga Desember ketika data lengkap dirilis sebelum dunia luar dapat mengetahui hasil yang lebih rinci. (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular