oleh Omid Goreishi dan Emel Akan

Massa dalam jumlah besar terlihat berkumpul di Freedom Plaza di Washington pada Sabtu 14 November 2020. Mereka bergabung dengan aksi unjuk rasa lain di seluruh negeri untuk menunjukkan dukungan kepada Presiden Donald Trump dan menuntut keadilan dalam proses pemilihan. Massa bergerak menuju Mahkamah Agung sambil memegang poster yang bertuliskan “Hentikan Pencurian”, “Make America Grain Again”, dan “Trump 2020”. 

Sebelum dimulainya pawai, massa sempat mendengarkan pidato dari pendukung Trump terkemuka termasuk anggota DPR AS dari Negara Bagian Texas, Louie Gohmert, pendiri My Pillow Mike Lindell, dan sejumlah aktivis lainnya. Kawasan Freedom Plaza dan tempat lainnya dari pusat Washington DC tampaknya sangat ramai. 

Ed Martin, salah satu penyelenggara aksi memperkirakan 500 ribu orang ikut ambil bagian dalam aksi tersebut, meskipun dia mengatakan beberapa media secara keliru mengklaim hanya beberapa ratus orang yang berpartisipasi.

Massa meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan “stop the steal” atau “hentikan pencurian,” yang juga merupakan nama dari gerakan akar rumput yang menyelenggarakan aksi tersebut. 

Penyelenggara Aksi Ali Alexander mengatakan kepada The Epoch Times dalam wawancara sebelumnya bahwa, acara tersebut merupakan gerakan akar rumput dari koalisi sekitar seratus aktivis dan influencer untuk menunjukkan “dukungan kepada Presiden Trump dan pemilihan jujur dan adil serta penghitungan yang transparan.”

Presiden Donald Trump menyapa peserta selama rapat umum yang diadakan untuk mendukungnya di Washington pada 14 November 2020. (Yi Ping / The Epoch Times)

Kegiatan serupa, meskipun dalam skala yang lebih kecil, diselenggarakan di sekitar 50 negara bagian lain pada hari yang sama.

Trump men-tweet tentang demonstrasi pada 13 November dengan menulis sungguh mengharukan “menyaksikan semua dukungan luar biasa di luar sana, terutama Reli organik yang bermunculan di seluruh Negara, termasuk yang besar pada hari Sabtu di D.C.” 

Sebelum kegiatan resmi dimulai, iring-iringan mobil Trump melewati Freedom Plaza, di mana dia menyapa para peserta. Pemilihan presiden yang diperebutkan masih belum diputuskan, karena sebagian besar hasil dari negara bagian belum disertifikasi dan gugatan hukum serta penghitungan ulang masih menunggu keputusan di negara bagian utama. 

Tim Kampanye Trump menyerukan penghitungan ulang di negara bagian Wisconsin, dan Georgia telah mengumumkan penghitungan ulang. Kampanye Trump juga mengajukan gugatan hukum di Pennsylvania, Arizona, dan Michigan sambil menunjukkan akan ada lebih banyak kasus yang diajukan di negara bagian lainnya pada hari-hari mendatang.

Sebuah spanduk dari The Epoch Times terlihat pada rapat umum di Washington. ( Teresa You)

Mahkamah Agung AS mengeluarkan perintah sementara pada 6 November yang meminta Pennsylvania untuk memisahkan surat suara yang tiba setelah hari pemilihan pada 3 November 2020. 

Tim Kampanye Trump telah meluncurkan gugatan di negara bagian tersebut, menuduh bahwa pejabat pemilihan negara bagian  “salah mengatur proses pemilihan. ” Partai Republik Arizona juga meluncurkan gugatan agar penghitungan suara berdasarkan daerah dengan harapan bisa menghasilkan sampel penghitungan suara yang lebih akurat. 

Kampanye Trump juga mengajukan gugatan yang menuduh tentang praktek meluasnya penyimpangan dan pelanggaran pemilu di sebuah daerah di Michigan.

Beberapa laporan media termasuk CNN, NBC, dan Fox News  menyatakan kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden sebagai pemenang, sebuah klaim yang ditolak oleh Trump yang mengatakan, “pemilihan masih jauh dari selesai.”

Orang-orang berpartisipasi dalam unjuk rasa untuk mendukung Presiden Donald Trump di Washington pada 14 November 2020. (Lisa Fan / The Epoch Times)

Massa yang berkumpul di Washington juga memprotes Fox News dengan meneriakkan “Fox News sucks,” sebuah postingan di akun Twitter Million Maga March yang dibuat untuk acara acara tersebut. Kalau diartikan Fox News Cupu atau payah. 

Laman Twitter, yang dibuat sebelum aksi tersebut, menarik sekitar 30.000 pengikut dalam kurun waktu  singkat. Turut ikut ambil bagian dalam rapat umum adalah karavan mobil yang menyerukan diakhirinya Partai Komunis Tiongkok (PKT), dengan kendaraan membawa tanda yang menunjukkan ratusan juta rakyat Tiongkok telah mundur dari Partai Komunis Tiongkok. 

Warga berpartisipasi dalam unjuk rasa untuk mendukung Presiden Donald Trump di Washington pada 14 November 2020. (Lisa Fan / The Epoch Times)

Pada 12 November 2020, Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menghentikan investasi di perusahaan Tiongkok yang terkait dengan militer Komunis Tiongkok. Pasalnya, menjadi ancaman terhadap keamanan nasional AS. 

Langkah tersebut adalah bagian dari banyak tindakan balasan ekstensif yang diambil oleh pemerintahan Trump terhadap rezim komunis Tiongkok.

Penyelenggara aksi Alexander  kepada The Epoch Times bahwa koalisi organisasi berencana untuk mengadakan acara setiap Sabtu siang di setiap gedung DPR negara bagian hingga electoctor resmi membuat keputusan tentang kepresidenan.

“Jadi, tetaplah di jalan, pesan saya kepada publik karena mereka menyensor kami secara online. Mereka berbohong kepada kita melalui media arus utama. Jadi satu-satunya cara agar kita dapat terus mengkomunikasikan ide dan peristiwa nyata ini adalah jika kita bertemu secara offline. Dan, itulah yang kami lakukan,” kata Alexander. (asr)

Video Rekomendasi :

 

 

Share

Video Popular