Zachary Stieber

Pendukung dan kemungkinan anggota jaringan kiri jauh, Antifa dan gerakan Black Lives Matter tertangkap dalam video penyerangan terhadap pendukung Presiden Donald Trump di Washington, Sabtu (14/11/2020).  

Awalnya ribuan pendukung Trump menggelar pawai akbar memprotes dugaan kecurangan pemilu AS. Beberapa demonstran pro-Trump juga terlibat dalam bentrokan.

Sementara itu, sejumlah video menunjukkan kekisruhan dan sulit  membedakan siapa yang memicu perkelahian, rekaman lain dari wartawan di lapangan menunjukkan pengunjuk rasa anti-Trump menyerang demonstran pro-Trump tanpa provokasi.

Setidaknya dalam beberapa kasus, orang-orang yang berafiliasi dengan Antifa atau Black Lives Matter adalah orang-orang yang melakukan penyerangan.

Pendukung Trump yang berjalan di pusat kota diserang oleh pendukung pro-Black Lives Matter, Jorge Ventura dari laporan Daily Caller. Seorang pria dihajar oleh seorang pria kulit hitam dari belakang yang memegang poster bertuliskan “Trump/Pence Out Now!” berdasarkan rekaman video. 

Slogan tersebut dipromosikan oleh Refuse Fascism, sebuah kelompok sayap kiri radikal yang menurut Influence Watch nirlaba, sebagai cabang dari Partai Komunis Radikal dan berpartisipasi pada banyak acara Antifa.

Demonstran anti-Presiden Donald Trump membawa spanduk saat pendukung Trump berpartisipasi dalam protes “Hentikan Pencurian” di Washington pada 14 November 2020. (Leah Millis / Reuters)

Pada kasus lainnya, seorang pria kulit putih yang mengenakan kemeja “Trump” diserang oleh orang-orang yang mengenakan perlengkapan yang disukai oleh Antifa, sebuah gerakan anarko-komunis yang melakukan kekerasan di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Saat penyerangan terjadi, kerumunan di sekitarnya meneriakkan “Black Lives Matter”. Mereka juga meneriakkan, “I didn’t see,” nyanyian yang populer dengan Antifa dan Black Lives Matter, keduanya sangat anti-polisi.

Dalam situasi ketiga, seorang pendukung Trump digunting kepalanya oleh penyerang, yang dijelaskan oleh Richie McGinnis dari Daily Caller merupakan bagian dari  Antifa yang disebut Black Bloc.

Seorang pendukung Presiden Donald Trump terlihat setelah diserang oleh anggota Antifa yang dilaporkan, di Washington pada 14 November 2020. (Leah Millis / Reuters)

Kelompok Antifa dan Black Lives Matter sebelum pawai, menyerukan kepada orang-orang untuk mendukung aksi protes balasan dengan melibatkan sejumlah kelompok, bahkan berencana untuk mengirim massa dari kota lain. 

Ratusan insiden dari  Black Lives Matter di Amerika Serikat tahun ini, berubah menjadi kekerasan, kata para peneliti pada bulan September. The Black Lives Matter Global Network tidak menanggapi permintaan komentar. 

Perisai antifa dipegang oleh massa pada hari Sabtu di kerumunan massa anti-Trump yang terlihat menyerang wanita, mencuri telepon dari pengunjuk rasa pro-Trump, dan membakar perlengkapan massa Trump.

Pendukung rapat umum Presiden Donald Trump di Freedom Plaza di Washington pada 14 November 2020. (Julio Cortez / AP Photo)

 Christal Hayes dari USA Today melaporkan, Massa anti-Trump “benar-benar mengejar pendukung Trump dari alun-alun Black Lives Matter.

Pengunjuk rasa kontra mengambil bendera dan poster dari pendukung Trump yang mencoba keluar dari daerah tersebut. Reporter lain, termasuk jurnalis independen Drew Hernandez, melaporkan bahwa kekerasan terjadi terhadap pendukung Trump di lokasi dan sekitar alun-alun.

Demonstran anti-Presiden Donald Trump membakar bendera Amerika di Washington pada 14 November 2020. (Hannah McKay / Reuters)

Beberapa suporter pro Trump juga terekam melakukan kekerasan.Kelompok sayap kanan Proud Boys berkelahi dengan anggota Antifa dalam kegelapan malam.

Kedua kelompok ini pernah bertempur di masa lalu, termasuk brouhahas di kawasan New York City dan Portland, Oregon.

Massa pro-Trump merobohkan papan tanda Black Lives Matter dari sebuah gedung dekat Gedung Putih, seperti yang ditunjukkan video dari reporter independen Ford Fischer. Polisi segera turun tangan. Pada Sabtu malam, aktivis anti-Trump juga menumpahkan air ke orang-orang yang makan di area luar ruangan dan melemparkan petasan yang menyala di dekat tempat makan.

Departemen Kepolisian Metropolitan tidak menanggapi permintaan informasi.

Kontra-pengunjuk rasa bentrok dengan pendukung Presiden Donald Trump ketika polisi turun tangan di Black Lives Matter Plaza selama unjuk rasa di Washington pada 14 November 2020. (Olivier Douliery / AFP melalui Getty Images)

Polisi mengatakan kepada The Associated Press bahwa mereka melakukan 21 penangkapan atas tuduhan termasuk penyerangan dan kepemilikan senjata. Petugas menemukan delapan senjata api. Empat petugas dilaporkan terluka.

Trump kemudian memuji para pendukungnya sambil mengkritik Antifa. Komentator politik Savannah Hernandez, yang merekam beberapa video, mengatakan selama siaran langsung Sabtu malam, “Saya belum pernah melihat serangan terang-terangan terhadap pendukung Trump.”

Senator Dan Crenshaw (R-Texas) membagikan salah satu klip di Twitter, menulis, “Kiri menggunakan kekerasan. Kanan menggunakan suara mereka. Perbedaan itu penting. Semua bisnis di Washington yang menutup jendela mereka tahu persis apa perbedaannya. ” (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular