Erabaru.net. Narapidana di Texas dibayar 2 ( sekitar Rp 28 ribu) per jam untuk memindahkan mayat orang yang telah meninggal akibat virus corona, menurut laporan baru dari CBS.

CBS melaporkan bahwa El Paso County telah kewalahan oleh kematian akibat virus corona sehingga harus meminta bantuan tambahan dari fasilitas rumah tahanan setempat, setelah meminta narapidana untuk membantu melimpahnya jenazah menunggu otopsi.

Pemerintah daerah dilaporkan membayar sembilan narapidana untuk melakukan pekerjaan itu, dengan upah 2 dollar (sekiatr Rp 28 ribu) per jam.

Chris Acosta, direktur urusan publik di Kantor Sheriff El Paso County, menggambarkan para pekerja tersebut sebagai orang yang melakukan ‘pelanggar tingkat rendah’, mengatakan kepada CBS bahwa mereka telah ‘diberikan APD lengkap oleh kamar mayat / rumah sakit’.

“Pekerjaan itu 100% sukarela,” katanya.

“Sangat menyenangkan bahwa orang-orang ini menjadi sukarelawan untuk membantu komunitas yang sangat membutuhkan bantuan sekarang.”

Dia menambahkan bahwa para narapidana mungkin tidak akan bekerja lebih lama lagi, karena pemerintah daerah telah meminta bantuan dari Garda Nasional.

Jika mereka dapat membantu memindahkan mayat, para narapidana tidak akan melanjutkan pepekerjaannya, kata Acosta.

Para pekerja berasal dari program wali El Paso County Detention Facility’s, dan merupakan pelanggar pelanggaran ringan dan mereka yang berada dalam tahanan minimum.

Meskipun kerja paksa di penjara bukanlah hal yang aneh di Amerika Serikat, di mana narapidana sering melakukan pekerjaan dengan sedikit atau tanpa bayaran, praktik dalam hal ini menuai beberapa kritik.

Eric Feigl-Ding, seorang ahli epidemiologi dan rekan senior di Federasi Ilmuwan Amerika, sebuah lembaga pemikir kebijakan, membagikan video para narapidana yang melakukan pekerjaan ‘sulit’ di Twitter.

“Video mengerikan dari narapidana penjara El Paso yang disewa untuk memindahkan mayat pasien # COVID19 yang meninggal ke kamar mayat mobile overflow,” tulisnya.

“Narapidana memakai APD lengkap & dibayar 2 dollar / jam. Mereka sudah melakukan pekerjaan berat ini sejak Senin, sebelum El Paso bertambah menjadi 10 kamar mayat keliling. Saya menangisi El Paso.”

Dia menambahkan: “Para narapidana ini seharusnya bekerja pada hari kerja, tetapi sekarang juga harus bekerja pada akhir pekan.”

Menurut data kesehatan setempat, El Paso memiliki sekitar 34.000 kasus aktif virus corona, dengan lebih dari 1.100 orang saat ini dirawat di rumah sakit.(yn)

Sumber: ladbible

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular