Xiaoxu Sean Lin dan Yuhong Dong

Media pemerintahan Komunis Tiongkok Xinhua mengklaim bahwa kota Qingdao menguji hampir 11 juta penduduk dalam lima hari, itu setelah sebuah kelompok baru infeksi COVID-19 setempat muncul pada bulan Oktober. Berdasarkan analisis sumber daya dan laporan berita keadaan Tiongkok terkini oleh outlet-outlet media lain di Tiongkok Daratan, mengklaim bukti mungkin tidak mustahil bagi Qingdao untuk melakukan pengujian skala-besar semacam itu dalam waktu singkat. Apakah bisa dipercaya laporan tersebut? 

Pihak berwenang di Qingdao, sebuah kota pesisir di Provinsi Shandong, timur Tiongkok, mengumumkan pengujian asam nukleat di seluruh Qingdao pada tanggal 12 Oktober 2020, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua pada tanggal 16 Oktober.

Wabah di Qingdao dipastikan oleh pihak berwenang pada tanggal 11 Oktober, saat komisi kesehatan kota Qingdao melaporkan delapan kasus tanpa gejala dan empat kasus  COVID-19 yang sudah dipastikan. “Kecuali kasus-kasus yang sudah dilaporkan, tidak ada sampel positif yang baru yang terdeteksi,” kata media corong partai Komunis Tiongkok, Xinhua.

“Untuk memastikan pengujian di seluruh Qingdao dapat diselesaikan dalam lima hari, lima kota di Provinsi Shandong, yang mencakup Zibo, Yantai, dan Rizhao, membantu Qingdao dengan pengambilan sampel dan pengujian asam nukleat, dan lebih dari 1.200 orang dikirim ke Qingdao untuk meminta bantuan, kata Chen Wansheng, seorang pejabat  pemerintah kota Qingdao,” kata laporan itu.

Apakah Kapasitas Pengujian Virus di Qingdao Lebih Besar Daripada Di Beijing?

Surat kabar milik corong partai Komunis Tiongkok, People’s Daily melaporkan pada tanggal 25 Juni bahwa Guo Yanhong, inspektur Administrasi Medis dan Administrasi Rumah Sakit

Komisi Kesehatan Nasional, mengatakan  kemampuan institusi medis dan kesehatan di seluruh Tiongkok untuk pengujian asam nukleat secara signifikan membaik sejak awal bulan Maret. 

Dalam hal pusat pengujian, jumlah pusat pengujian meningkat menjadi 2.081 di bulan Maret, menjadi 4.804 di bulan Juni; jumlah total personel teknis yang terlibat dalam deteksi asam nukleat naik dari 13.900 personel di bulan Maret, hingga berjumlah 28.500 personel di bulan Juni. Sedangkan kapasitas pengujian asam nukleat nasional di Tiongkok, disebut meningkat dari 1,26 juta orang per hari pada awal bulan Maret menjadi 3,78 juta orang per hari di bulan Juni.

Berdasarkan laporan People’s Daily, total ada 18,9 juta orang yang diuji dalam lima hari atau 3,78 juta orang per hari x 5 hari, menunjukkan kapasitas dan sumber daya di seluruh Tiongkok.

Xinhua mengklaim bahwa Qingdao telah menyelesaikan pengujian tersebut untuk hampir 11 juta orang dalam lima hari. Kapasitas pengujian ini lebih dari setengah kapasitas pengujian di Tiongkok sampai saat ini. Atau sederhananya, Qingdao sendiri memiliki kapasitas pengujian sekitar 2 juta orang per hari.

Namun, kapasitas pengujian harian maksimum Beijing pada tanggal 20 Juni adalah 230.000 sampel orang, yang dilakukan berdasarkan pengujian batch atau pool (yaitu lima sampel dalam satu batch), menurut laporan yang diterbitkan oleh surat kabar mingguan Tiongkok The Economic Observer pada tanggal 24 Juni.

Uji COVID-19 yang dilakukan di Qingdao dilakukan dengan 10 sampel di sebuah batch, menurut laporan oleh China National Radio. Dengan asumsi semua hal adalah sama, bahkan di ibukota Beijing, jumlah maksimum uji yang dapat dilakukan dengan pengujian batch sepuluh-dalam-satu, adalah sebanyak 460.000 sampel orang per hari.

Dari sudut lain, portal berita Tiongkok Sina melaporkan, bahwa pada tanggal 1 Mei Komisi Kesehatan Provinsi Shandong mendaftar total 209 lembaga medis dan kesehatan di Provinsi Shandong yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi asam nukleat COVID-19, hanya ada 23 lembaga medis dan kesehatan di Qingdao dan 27 lembaga medis dan kesehatan di Jinan.

Oleh karena itu, berdasarkan laporan People’s Daily, per akhir bulan Juni, total ada 4.804 lembaga medis dan kesehatan dengan fasilitas untuk melakukan uji COVID-19. Dengan asumsi kapasitas pengujian asam nukleat di seluruh Tiongkok adalah 3,78 juta orang per hari seperti yang dilaporkan People’s Daily, kapasitas uji harian untuk kota Qingdao, atau bahkan seluruh Provinsi Shandong adalah 150.000 orang.

Karena tidak ada laporan wabah di Qingdao (atau Shandong) dari bulan Juni hingga September dan tidak ada pengumuman dari pemerintah mengenai penggandaan kapasitas uji, bagaimana mungkin pemerintah daerah mempercepat kapasitas uji tersebut untuk melampaui Beijing dan mencapai rekor sekitar 2 juta orang diuji per hari di bulan Oktober?

Berapa Banyak Teknisi Berkualitas yang Melakukan Pengambilan Sampel dan Pengujian?

Menurut laporan Xinhua, “lebih dari 10.000 pekerja medis  dimobilisasi” di Qingdao. Pada bulan Juni tahun ini, media Tiongkok melaporkan bahwa ada 28.500 teknisi berkualitas yang melakukan pengujian asam nukleat di Tiongkok. Tidak terbayangkan bagi Qingdao untuk melatih atau bahkan memobilisasi 10.000 orang teknisi yang berkualifikasi hanya dalam beberapa hari. 

Kebanyakan dari teknisi tersebut seharusnya  berpartisipasi dalam pengambilan sampel, tetapi jumlah teknisi yang sebenarnya terlibat melakukan uji asam nukleat (pengujian PCR) bahkan lebih sedikit. Untuk mencapai tugas harian pengambilan sampel dan pengujian sekitar dua juta orang per hari, seberapa banyak teknisi berkualifikasi berada di Qingdao dan/atau Shandong pada waktu itu? Jumlah sebenarnya adalah tidak diketahui.

Dapatkah Qingdao Memberikan Daftar Laboratorium Keamanan Hayati Tingkat-2 yang Memenuhi Syarat untuk Pengujian Virus?

Menurut pedoman Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok untuk pengujian laboratorium (pengujian diagnostik dan antibodi) untuk COVID-19, “Spesimen SARS-CoV-2 harus dikumpulkan oleh teknisi yang berkualifikasi yang telah mendapat pelatihan keamanan hayati [yang telah lulus pelatihan] dan dilengkapi dengan keterampilan laboratorium yang sesuai.” 

Uji tersebut “harus dilakukan di laboratorium keamanan hayati tingkat-2, dengan alat pelindung diri yang sesuai persyaratan perlindungan laboratorium keamanan hayati tingkat-3.”

Namun, fasilitas kesehatan di Tiongkok umumnya terbatas dengan jumlah laboratorium yang memenuhi syarat, dengan pengecualian beberapa rumah sakit medis dan penelitian utama, menurut artikel yang diposting di WeChat pada tanggal 24 Agustus oleh  jurnal medis Tiongkok labmed.cn. 

Oleh karena itu, kapasitas uji adalah relatif rendah, tidak untuk menyebutkan jumlah teknisi yang memenuhi syarat untuk melakukan uji asam nukleat.

Jadi berapa banyak laboratorium keamanan hayati tingkat-2 yang memenuhi syarat untuk pengujian COVID-19 di Qingdao?

Penulis artikel, “Guanhai Yunyuan,” mengusulkan metode untuk meningkatkan efisiensi pengujian untuk 1.000 pengujian sehari. Artikel itu menjelaskan tantangan yang mendasar, termasuk pengumpulan spesimen, transportasi, penerimaan, pelestarian, pengujian, dan pelaporan. 

Umumnya, laboratorium virologi lengkap dengan empat sampai lima anggota staf, dua instrumen ekstraksi asam nukleat, dan dua instrumen amplifikasi asam nukleat. Ini dapat secara rutin beroperasi di antara 100 hingga 200 sampel asam nukleat per hari. Tetapi, akan sangat sulit untuk menangani ribuan spesimen per hari.

Untuk menyelesaikan hampir 11 juta uji dalam lima hari, dibutuhkan 2.000 laboratorium dengan kapasitas untuk menangani 1.000 spesimen sehari. Apakah Qingdao memiliki 2.000 laboratorium? Menurut laporan People’s Daily, hanya ada 4.804 fasilitas di Tiongkok per bulan Juni.

Media setempat di Qingdao menerbitkan laporan pada tanggal 2 Oktober, mengklaim bahwa ada 74 lembaga yang tersedia untuk pengumpulan spesimen di Qingdao. Di antaranya, empat lembaga dilengkapi dengan kapasitas untuk melakukan pengujian, dan 37 lembaga di antaranya adalah tidak dapat melakukan pengujian.

Jadi lembaga medis mana di Qingdao yang melakukan pengujian massal seluruh kota Qingdao ini?

Menurut pencarian online yang dilakukan oleh penulis dari pakar virologi, hanya ada 33 lembaga yang mungkin memiliki kapasitas untuk melakukan pengujian COVID-19 di Qingdao.

Dapatkah Qingdao Memberikan Daftar Produsen dan Pemasok Kit Pengujian?

Zhang Huaqiang, wakil direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Qingdao, memperkenalkan metode pengujian COVID-19 sebagai kombinasi 10 sampel pada satu waktu. Tetapi beberapa ahli mempertanyakan sensitivitas dan efektivitas metode ini. 

Meskipun penggabungan sampel ini akan mengurangi beban kerja sepuluh kali lipat, hal tersebut juga akan mengencerkan sampel positif dan mengurangi konsentrasi efektif asam nukleat dalam sampel yang positif. Sensitivitas alat uji di Tiongkok saat ini berkisar dari 100 salinan/mL hingga 1.000 salinan/mL. Namun, sensitivitas sebenarnya biasanya lebih rendah karena kerusakan asam nukleat selama proses ekstraksi.

Peneliti dari Stanford University School of Medicine juga menemukan bahwa, praktik pengumpulan sampel “mungkin melewatkan individu yang memiliki risiko COVID-19  belum teridentifikasi,” menurut laporan mereka, berjudul, “Penggabungan Sampel Sebagai Strategi untuk Mendeteksi Penularan SARS-CoV-2 oleh Masyarakat.”

Apakah mungkin pihak berwenang Tiongkok mengungkapkan daftar pengujian PCR (pengujian diagnostik) kit dan sensitivitasnya?

Siapakah pembuat kit dan reagen laboratorium? Produsen mana yang memiliki inventaris besar yang akan memenuhi permintaan  pemberitahuan yang begitu singkat? Di mana pemasok ini menemukan tenaga kerja dan sumber daya material untuk menyelesaikan tugas-tugas produksi ini dalam waktu singkat dan mengirimkan barang ke Qingdao?

Dapatkah Qingdao Memberikan Daftar Produsen dan Pemasok Siklus Termal PCR?

Untuk setiap 100 sampel yang akan diuji dengan PCR (polymerase chain reaction), maka akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk melakukan amplifikasi sampel pada mesin PCR atau siklus termal PCR. Kali ini tidak dapat dipersingkat. 

Umumnya laboratorium PCR dilengkapi dengan nomor siklus termal PCR yang sesuai dengan kebutuhan operasi hariannya, untuk menghindari masalah redundansi dan ketidakefisiensian.

Melakukan pengujian massal di Qingdao membutuhkan waktu melebihi waktu sehari persyaratan rutin setiap laboratorium. Untuk memenuhi permintaan tersebut, pengadaan siklus termal PCR baru harus tersedia.

Mungkinkah Qingdao menyediakan kuantitas, model, daftar pabrikan, dan tanggal pengiriman siklus termal PCR baru dan lama yang dibutuhkan untuk seluruh kota Qingdao untuk  menguji pada saat itu?

Dapatkah Qingdao Memberikan Informasi mengenai Fasilitas Pendinginan?

Sejumlah besar spesimen dan reagen uji juga meningkatkan permintaan tersedianya lemari es. SARS-CoV-2 adalah virus RNA dan mudah terdegradasi. Sampel yang dikumpulkan harus segera disimpan dalam  larutan pengawetan virus khusus dan dikirim untuk pemeriksaan sesegera mungkin. Spesimen yang dapat diuji dalam 24 jam dapat disimpan pada 4 derajat Celcius; spesimen yang tidak dapat diuji dalam waktu 24 jam harus disimpan pada suhu -70 derajat Celcius (atau sementara pada -20 derajat Celcius). Selain itu, banyak reagen perlu disimpan pada suhu rendah. 

Jumlah reagen untuk hampir 11 juta sampel adalah sangatlah banyak. Bayangkan jumlah lemari es yang dibutuhkan. Dapatkah Qingdao memberikan informasi mengenai lemari es seperti kuantitas dan pemasoknya?

Berapa Banyak Lab Disposables Yang Tersedia?

Pengujian massal ini juga meningkatkan permintaan besar akan laboratorium sekali pakai, termasuk ujung pipet, 96-well test plates, dan tabung reaksi EP.

Faktanya, seluruh proses pengambilan sampel dan pengujian, menghabiskan banyak materi  sekali pakai. Seringkali, laboratorium menghentikan percobaannya karena penundaan  pengiriman dan pemesanan persediaan sekali pakai itu.

Untuk hampir 11 juta sampel, bahkan dengan campuran sepuluh-dalam-satu, maka akan memakan waktu setidaknya 10.000 96-well plates, empat hingga lima juta ujung pipet untuk menghindari  kontaminasi silang sampel.

Dari mana Qingdao mendapatkan pasokan dalam jumlah besar dalam waktu singkat? Dapatkah Qingdao memberikan kuantitas dan pemasok laboratorium  sekali pakai ini?

Mengapa Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Qingdao Tidak Berpartisipasi dalam  Pengujian Nasional?

The Epoch Times menelepon beberapa organisasi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit setempat di Qingdao dan ditanya apakah mereka berpartisipasi dalam pengujian COVID-19 secara nasional. Tetapi staf tersebut tidak dapat memberikan jawaban langsung.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Distrik Licang berkata: “Namun, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Distrik Licang  tidak ikut serta dalam uji coba massal karena hanya ada sedikit orang di laboratorium. Tidak mungkin menyelesaikan beban kerja sebesar itu. Adalah mustahil bagi beberapa orang untuk menyelesaikannya.”

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Qingdao mengatakan : “Semuanya diatur oleh pemerintah. Informasi pemerintah harus akurat. Tidak ada masalah jika ada berita itu. Hal tersebut dipimpin oleh pemerintah. Apakah anda mengerti?”

Untuk mencapai proyek yang begitu ambisius, dibutuhkan kerja sama yang erat dan koordinasi keseluruhan di antara berbagai departemen fungsional. Mengapa bahwa staf Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Qingdao tampaknya tidak jelas mengenai situasi tersebut?

Apakah Qingdao Menganggap Kemungkinan  Kesalahan Negatif dan Perlunya Pemeriksaan Ulang?

Bahkan jika semua potensi kesalahan dihindari, uji bebas kesalahan 100 persen adalah tetap tidak realistis. Hasil negatif palsu (karena berbagai alasan orang terinfeksi dapat memberi uji negatif) diharapkan.

Tidak ada data untuk membuktikan tingkat akurasi pengujian asam nukleat Tiongkok, tetapi ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi, seperti kualitas reagen uji, waktu infeksi orang yang diuji (juga awal atau terlambat akan mengurangi tingkat akurasi), kerjasama yang orang diuji  (kerjasama yang buruk dapat menyebabkan pengambilan sampel yang buruk dari spesimen), dan kemampuan operasional para teknisi.

Apakah Qingdao Melakukan Dua Uji untuk Orang Yang Berhubungan Dekat Dengan Pasien COVID-19?

Satu uji asam nukleat mungkin tidak mengungkapkan hasilnya. Uji asam nukleat seharusnya dikombinasikan dengan paparan epidemiologi, gejala, dan data klinis lainnya untuk secara efektif menmastikan nilai klinis sebenarnya dari tuji tersebut.

Misalnya, untuk orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan kasus dipastikan atau kasus yang dicurigai, dua uji asam nukleat biasanya diperlukan. Untuk orang yang pernah ke daerah berisiko tinggi pandemi, jika ia menderita  demam dan gejala pernapasan, maka hasil uji negatif mungkin adalah negatif palsu, jadi dua uji asam nukleat diperlukan untuk mengesampingkan kemungkinan negatif palsu. 

Saat dokter tidak dapat mengesampingkan kemungkinan infeksi dengan uji negatif, maka  uji asam nukleat perlu dilakukan lagi. Dokter juga perlu menilai dengan menggabungkan CT dada, uji darah, dan uji antibodi serum.

Bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat selama pandemi COVID-19, pihak berwenang Qingdao harus mempertimbangkan untuk melakukan dua uji asam nukleat bersama dengan pemeriksaan klinis bagi mereka yang memiliki riwayat kontak dekat dengan pasien dan riwayat paparan epidemiologis. Sementara mengumpulkan sampel, kelompok berisiko tinggi harus mendapat perhatian khusus dalam mengumpulkan riwayat kontak epidemiologi dan gejala klinis yang dideritanya.

Kesimpulan

Di mata para ahli, berita bahwa Qingdao menyelesaikan hampir 11 juta uji asam nukleat dalam lima hari adalah tidak masuk akal dan melanggar prinsip pengujian virus dasar. Hal ini, jelas merupakan prestasi yang mustahil, tetapi dilaporkan dan sangat dipublikasikan di media arus utama masyarakat Tiongkok. (vv)

Dr. Xiaoxu Lin adalah pakar mikrobiologi dan imunologi. Dia adalah mantan ahli mikrobiologi di Angkatan Darat AS, dan direktur laboratorium cabang penyakit virus di Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed.

Dr. Yuhong Dong adalah seorang dokter medis dan ahli penyakit menular. Dia juga seorang ahli ilmiah medis senior untuk pengembangan obat antivirus di Novartis Pharmaceutical di Swiss.

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular