oleh Li Yun

Ucapan Pemimpin Komunis Tiongkok,  Xi Jinping saat inspeksi di Provinsi Jiangsu dinilai bermakna  memperingatkan para   industriawan swasta besar agar  berdonasi untuk membantu industri menyelamatkan negara yang  juga bertujuan menyelamatkan Partai Komunis Tiongkok. Usai Sidang Paripurna Kelima Komite sentral ke-19 Partai Komunis Tiongkok, sejumlah pejabat tingkat tinggi partai  meninggalkan Beijing untuk melakukan inspeksi on the spot. 

Di antara mereka, ada Perdana Menteri Li Keqiang mengunjungi Provinsi Henan, Ketua Komite Partai Komunis Tiongkok Wang Yang mengunjungi Provinsi Hebei, Wakil Perdana Menteri Dewan Negara Han Zheng mengunjungi Provinsi Jiangxi dan lain-lain.

Sementara Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping mengunjungi Shanghai Pudong, Jiangsu Nantong, dan zona ekonomi pesisir lainnya. Media corong Partai Komunis Tiongkok membuat laporan intensif tentang hal ini.

Laporan media itu menyebutkan bahwa pada 12 November, Xi Jinping muncul pada perayaan 30 tahun pembangunan dan pembukaan kawasan Pudong, Shanghai. Xi Jinping dalam pidatonya menekankan bahwa perlu pembangunan harus berdasarkan pola perkembangan baru dengan sirkulasi ekonomi domestik dan internasional sebagai subjek untuk mencapai promosi timbal balik antara sirkulasi domestik dengan internasional.

Setelah menyelesaikan perjalanannya di Shanghai, Xi Jinping pergi ke Nantong, Jiangsu untuk meninjau  pengembangan terintegrasi Delta Sungai Yangtze.

Selama periode tersebut, Xi Jinping dan rombongan berkunjung juga ke Museum Nantong untuk melihat pameran benda-benda yang dimiliki Zhang Jian semasa hidup (1852-1926). 

Museum itu berisi kegiatan Zhang Jian   waktu masih hidup pada masa tahun-tahun awal Republik Tiongkok sekitar tahun 1900-an. 

Zhang Jian dianggap sebagai teladan dalam “Membantu Industri Menyelamatkan Negara”. Ia dipuji dan dijuluki sebagai pelopor dan model perusahaan swasta Tiongkok. 

Analisis menyimpulkan bahwa ucapan Xi Jinping tersebut dicurigai bermakna udang di balik batu untuk memperingatkan para “Jack Ma” yang merupakan industriawan swasta besar agar bersedia melakukan tindakan nyata dengan berdonasi guna “Membantu Industri Menyelamatkan Negara” yang mana juga bertujuan “Menyelamatkan Partai”.

 Xi Jinping mengatakan bahwa Zhang Jian, pada saat mendirikan dan menjalankan industrinya, ia juga secara aktif mendirikan sekolah, menaruh perhatian tinggi pada kesejahteraan sosial, sehingga memiliki reputasi dan pengaruh yang luas. Zhang Jian adalah pelopor dan model industriawan swasta Tiongkok. 

Xi Jinping bahkan mengingatkan bahwa setelah para pengusaha swasta sekarang menjadi kaya, mereka juga harus mencontoh tindakan baik ini, terus menumbuhkan patriotisme, ikut memikul tanggung jawab sosial, dan memainkan peran membantu yang miskin setelah dirinya sudah menjadi kaya.

Data menunjukkan bahwa Zhang Jian adalah seorang sarjana yang hidup pada masa akhir Dinasti Qing. Dari tahun 1913 hingga 1914, ia menjabat sebagai kepala industri dan perdagangan, juga merangkap sebagai kepala pertanian dan kehutanan, kepala irigasi nasional pada masa pemerintah Angkatan Darat Peiyang.

Pada tahun 1915, Zhang Jian menanggalkan jabatannya di pemerintahan untuk terjun ke dunia bisnis dan pendidikan. Selama hidupnya ia mendirikan lebih dari 20 perusahaan dan lebih dari 370 sekolahan. Karena itu ia dikenal sebagai “industrialis terbaik”.

Ada analis yang menyimpulkan bahwa, sebagai pemimpin tertinggi komunis Tiongkok, ucapan Xi Jinping di depan umum sering kali berorientasi pada situasi di Tiongkok yang terjadi pada saat ini. Ucapannya tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan perdebatan soal larangan pengawas keuangan Tiongkok yang dialami Jack Ma belakangan ini.

Saat ini, pihak berwenang sedang mengalami kesulitan dalam menjalankan ekonomi sirkulasi internal. Oleh karena itu, mereka mulai mau mengkutak-katik perusahaan swasta. Gagasan Jack Ma baru saja ditolak pihak berwenang, dan Grup Dawu dilikuidasi dalam waktu amat singkat layaknya disamber geledek.

Ucapan Xi Jinping ini memiliki makna di balik batu, yakni ingin  memperingatkan kepada para “Jack Ma” yang merupakan industriawan swasta besar dan pemilik perusahaan swasta lainnya agar bersedia merogoh saku melakukan tindakan nyata dengan berdonasi untuk “Membantu Industri Menyelamatkan Negara”. 

Dengan kata lain, kas negara sudah kosong. Untuk menjaga stabilitas, Partai Komunis Tiongkok terpaksa “membedah saku” perusahaan-perusahaan swasta, memaksa pemilik perusahaan swasta untuk “mengeluarkan uang untuk membeli keselamatan dan menghindari perhitungan”.

Sebelum Xi Jinping mengunjungi Jiangsu, pengusaha swasta Tiongkok Sun Dawu ditangkap pihak berwenang pada 11 November. Semua eksekutif senior Grup Dawu ditangkap dan 28 buah anak perusahaannya diambil alih pihak berwenang.

Sebelum kasus Dawu, juga terjadi peristiwa sensasional lainnya di lingkungan ekonomi dan keuangan Tiongkok.

Pada 24 Oktober, Jack Ma dalam acara Shanghai Bund Summit mengkritik cara berpikir dari para pengawasan keuangan komunis Tiongkok saat ini, karena terlampau ketatnya pengawasan keuangan dapat menghambat inovasi. Jack Ma juga mengatakan bahwa bank di Tiongkok masih berfungsi sebagai pegadaian, yang merugikan banyak pengusaha.

Usai Konferensi Tingkat Tinggi itu, Media daratan Tiongkok ‘FT Chinese’, ‘Xinhua’, ‘People’s Daily’, ‘Guangming Daily’, ‘Money.uda’ dan media resmi lainnya, berturut-turut menerbitkan artikel yang berisikan kritik tajam ala Revolusi Kebudayaan terhadap Jack Ma.

Pada 2 November, Jack Ma dan yang lainnya dipanggil menghadap 4 lembaga pengawas utama Tiongkok. Sehari kemudian, rencana go public Ant Group minta ditangguhkan oleh pihak berwenang. Selanjutnya, pemerintah komunis Tiongkok secara berturut-turut mengeluarkan peraturan baru untuk mengatur pinjaman kecil Internet dan peraturan yang mencegah monopoli platform ekonomi.

Dalam hal ini, beberapa pakar keuangan berpendapat bahwa ini berarti peraturan industri  keuangan mikro online sedang dalam proses, yang dapat mempengaruhi model bisnis Grup Ant di masa mendatang.

Menurut prospektus Ant Grup, per akhir Juni, platform Ant Grup telah memfasilitasi pinjaman kredit bagi konsumen dan perusahaan e-niaga kecil dan mikro masing-masing mencapai RMB. 1,7 triliun dan RMB. 400 miliar. Alipay yang berada di bawah layanan Ant Grup telah melayani lebih dari 80 juta perusahaan e-niaga kecil dan mikro. Jadi total nilai transaksi pembayaran yang ditangani di Tiongkok dalam satu tahun lalu telah melebihi RMB. 118 triliun.

Seorang pakar politik Taiwan mengatakan bahwa kebangkrutan atau penyalahgunaan dana yang disebabkan oleh pinjaman online P2P Tiongkok menunjukkan bahwa keuangan mikro online memiliki risiko yang besar. 

Tetapi tidak peduli seberapa besar risiko bisnis yang dipikul Ant Grup, otoritas pengatur komunis Tiongkok seharusnya menilai risiko itu. Namun, faktanya, mereka justru memerintahkan Ant Grup untuk menghentikan rencana go-public. Ini mencerminkan bahwa aturan keuangan di daratan Tiongkok bisa berubah-ubah seenaknya sesuai selera penguasa manusia.

Media corong Partai Komunis Tiongkok di luar negeri ‘Duowei’ menyebutkan bahwa sebagai pengusaha swasta, karir pribadi Jack Ma menderita pukulan secara bertubi-tubi karenanya. 

Perkembangan perusahaan terkait menghadapi ketidakpastian yang sangat besar. Dengan latar belakang ini, Xi Jinping secara khusus memilih Museum Nantong untuk memuji Zhang Jian yang menciptakan gagasan menganjurkan agar industri dapat ikut menyelamatkan negara. Tidak menutup kemungkinan bahwa ini sebagai petunjuk jalan, jika ingin selamat bagi Jack Ma dan perusahaan swasta lainnya.

Laporan itu menyebutkan apa yang dikatakan Xi Jinping yakni, “Setelah pengusaha swasta menjadi kaya, mereka harus mencontoh tindakan baik dari para pendahulu kita, terus menumbuhkan patriotisme, ikut memikul tanggung jawab sosial, dan memainkan peran membantu yang miskin”. 

Ya ! Tentunya sebuah peringatan agar betul-betul dipahami oleh para “Jack Ma” di Tiongkok. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular