Erabaru.net. Lebih dari 500 nelayan telah dikarantina setelah mereka terjangkit penyakit kulit misterius setelah kembali dari laut.

Para nelayan terjangkit penyakit menular tersebut berasal dari Senegal, yang terletak di Afrika Barat.

Mereka mendapatkannya setelah kembali ke daratan

Para nelayan ditinggalkan dengan luka di wajah mereka.

Beberapa nelayan mengatakan bahwa alat kelamin mereka juga ada luka.

Mereka telah ditempatkan di karantina untuk observasi dan perawatan.

Kasus pertama penyakit itu dilaporkan minggu lalu.

Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan pria dengan bibir bengkak dan melepuh.

Mereka juga memiliki bisul besar di tangan mereka.

Para pejabat setempat dibuat bingung tentang apa yang menyebabkan infeksi kulit itu.

Seorang pejabat senior kesehatan pemerintah di negara itu mengkonfirmasi situasi yang membingungkan pada hari Kamis (19/11).

Ousmane Gueye, direktur informasi kesehatan dan pendidikan nasional, merilis pernyataan tentang insiden tersebut dan mengatakan:

“Ini adalah dermatitis yang terkait dengan penyakit menular. Kami sedang memeriksa lebih lanjut dan berharap untuk segera mengetahui apa itu.”

Angkatan laut Senegal akan mengambil bagian dalam penyelidikan tersebut.

Diumumkan bahwa angkatan laut akan dikirim untuk mengambil sampel air laut untuk dianalisis secara rinci.

Laporan Kementerian Kesehatan yang dirilis pada 17 November 2020 menyebutkan, pria yang terjangkit penyakit menular itu memiliki lesi di wajah, ekstremitas, dan alat kelamin.

Suhu tinggi, sakit kepala, dan jerawat adalah 3 gejala penyakit yang paling umum.

Investigasi awal menemukan bahwa kasus pertama yang dilaporkan adalah milik seorang nelayan berusia 20 tahun.

Nelayan memiliki gejala yang meliputi ruam vesikuler non-umum, pembengkakan pada wajah, kemerahan pada mata, dan bibir kering.

Wabah penyakit tersebut telah menyebabkan kecemasan yang parah di kalangan pejabat kesehatan.(yn)

Sumber: dailystar

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular