Brian Trascher, seorang komentator politik dan anggota komite penghitungan ulang Trump mengatakan kepada stasiun TV ‘Newsmax’ pada hari Rabu 18 November 2020, bahwa tim Presiden Trump telah mencegat dan menangkap server Dominion dari Frankfurt, Jerman dan memperoleh sejumlah data mentah darinya. Hasilnya bakal “mengguncang dunia”

oleh Xiao Jing

Brian Trascher, seorang komentator politik dan anggota komite penghitungan ulang Trump mengatakan, ia berharap semua orang dapat mendengar dengan jelas bahwa apa yang terjadi akan mengguncangkan para aktivis di dunia.  Menurut dia, dari data unduhan yang paling awal menunjukkan bahwa, Presiden Trump yang memenangkan pemilihan. Ketika pihaknya mengumumkan berita tersebut, Kaum Kiri yang radikal akan melancarkan serangan ke seluruh penjuru negara, termasuk kota dan pinggiran kota. Ini akan terjadi, Anda perlu melindungi diri sendiri !”

Ketika pembawa acara bertanya apa yang akan terjadi, Trascher mengatakan bahwa mereka akan mengungkapkan mengapa server pemilu Amerika bisa muncul di luar negeri dan bagaimana suara diubah dari satu pemilih ke pemilih lainnya.

“Melalui investigasi terhadap data kita menemukan bahwa terdapat algoritma pada software Dominion yang secara otomatis dapat mentransfer puluhan ribu suara Trump ke Biden”. 

Trascher mengatakan bahwa berita tersebut akan diumumkan kepada khlayak ramai, termasuk bagaimana cara mengoperasikan sebuah sistem penipuan nasional.

Dalam konferensi pers pada hari Kamis 19 November, pengacara tim Trump Sidney Powell memberikan konfirmasi bahwa pihaknya memang memperoleh server dari Jerman, dan itu ada hubungannya dengan penipuan pemilu.

Pada 13 November, Anggota Kongres Texas AS Louie Gohmert mengungkapkan dalam sebuah konferensi video bahwa militer AS telah mencegat dan menangkap server Dominion dan data perusahaan penghitung pemilihan ‘Scytl’ di Frankfurt, Jerman pada 9 November.

Menurut informasi yang diperoleh situs golongan konservatif AS ‘Gateway Pundit’, bahwa setelah pemerintah AS menetapkan bahwa penghitung suara Dominion diduga melakukan penipuan pemilu, mereka memerintahkan badan intelijen untuk menggeledah server tersebut dan akhirnya menemukannya di Frankfurt, Jerman. Untuk mendapatkan server ini, mereka harus meminta Kementerian Luar Negeri AS untuk bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman AS, dan pada saat yang sama meminta bantuan dari pemerintah Jerman untuk mengizinkan Amerika Serikat menyita server tersebut. Ketika semua dokumen terkait sudah siap, operasi dibantu oleh militer AS.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa dengan menguasai server ini, tim Trump akan memiliki bukti langsung tentang kapan beberapa negara bagian Swing State itu diinstruksikan untuk berhenti menghitung suara ? Dan, siapa yang memberi perintah untuk berhenti menghitung suara, dan siapa yang memulai operasi pengrusakan algoritma pemungutan suara ? Namun, dalam operasi ini, Direktur CIA Gina Haspel dan Direktur FBI Christopher Wray tidak dilibatkan.

Pengacara Trump Sidney Powell berulang kali menyebutkan dalam sebuah wawancara dengan Fox News baru-baru ini, bahwa dia yakin bahwa lembaga penegak hukum AS juga telah terlibat dalam penipuan pemilihan presiden. Ia mengatakan bahwa CIA, FBI, dan lembaga pemerintah lainnya, telah menerima banyak laporan yang mengungkapkan bahwa perangkat lunak Dominion adalah produk yang bermasalah, seperti kesalahan menghitung, keamanan dan sebagainya, tetapi tidak ada yang ambil peduli. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular