Li Lan

Pada hari ke-16 setelah hari pemilihan AS, pada 19 November 2020, tim pengacara Trump mengadakan konferensi pers untuk memberikan kepada rakyat Amerika dua petunjuk arah penting berdasarkan bukti kecurangan pemilu saat ini.

Giuliani mengutip kesaksian saksi yang dikumpulkan oleh tim pengacara di enam negara bagian yang disengketakan termasuk Philadelphia, Pennsylvania, Detroit, Michigan, dan Milwaukee, Wisconsin, dan semuanya menunjukkan kecurangan pemilu yang sama atau serupa.

Giuliani, seorang anggota tim pengacara Trump mengatakan : “Kota-kota besar yang dikendalikan oleh Partai Demokrat memiliki korupsi jangka panjang. Kota-kota ini dikendalikan oleh Partai Demokrat, yang berarti mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Mereka memiliki kendali penuh atas komite pemilihan, dan mereka mengontrol penegakkan hukum. Mereka juga memiliki beberapa hakim “ramah” membuat keputusan yang tidak masuk akal dan tidak rasional berdasarkan preferensi mereka. “

Dia menunjukkan bahwa kecurangan pemilu di berbagai tempat bukanlah kebetulan yang “terisolasi”, tetapi kudeta yang telah diatur sebelumnya.

Giuliani, anggota tim pengacara Trump: “Saya pikir kesimpulan logisnya adalah bahwa ini datang langsung dari rencana Kudeta bersama Partai Demokrat dan kandidatnya (Biden) .”

Sydney Powell, anggota penting lain dari tim pengacara Trump, mengungkapkan rencana “asuransi” Demokrat untuk memastikan kemenangan dalam pemilihan ini – untuk menggunakan sistem pemilihan asing untuk ikut campur dalam pemilihan AS.

Powell menuturkan : “Apa yang kami hadapi dan ungkap adalah sejumlah besar dana dari Venezuela, Kuba, dan Tiongkok yang mencampuri pemilu AS.”

Powell menunjukkan bahwa pemilihan ini akan mentransfer sejumlah besar suara Trump ke sistem pemungutan suara Biden, termasuk sistem pemungutan suara Dominion dan perangkat lunak Smartmatic yang digunakan oleh sistem yang dikembangkan oleh rakyat Venezuela. Tujuan awalnya adalah untuk memastikan kemenangan diktator dalam pemilihan. Kekuatan di balik rencana asuransi pemilu Partai Demokrat adalah Soros, pemilik uang besar sayap kiri.

Powell, anggota pengacara Trump menegaskan : “Salah satu pemimpin keseluruhan proyek Dominion, Lord Mark Malloch-Brown adalah orang No. 2 Soros di Inggris Raya. Dalam organisasinya, kepemimpinan Dominion dan Clinton Foundation terhubung dengan semua orang ini. “

Powell mengatakan bahwa sistem pemungutan suara ini digunakan di 2.000 yurisdiksi di 30 negara bagian. Menurutnya, berdasarkan temuan saat ini, Kementerian Kehakiman dan Kejaksaan Agung harus segera melakukan investigasi kriminal yang komprehensif.

Selain itu, tim Trump juga secara langsung mengkritik media palsu yang bekerja sama dengan kudeta ultra kiri tersebut.

Jenna Ellis, anggota pengacara Trump lainnya menyampaikan bahwa pandangan media berita palsu tidak penting, tetapi fakta dan kebenaran itu penting. Negara AS adalah negara yang diatur oleh hukum, bukan negara otokrat.”

Tim Trump menyatakan bahwa yang mereka lakukan bukanlah untuk menumbangkan hasil pemilu, melainkan untuk membela hak konstitusional atas nama Presiden Trump.

Powell, seorang anggota pengacara Trump mengatakan “Patriot Amerika tidak tahan korupsi semacam ini dari tingkat lokal ke pemerintahan tertinggi. Pihaknya ingin membawa negara ini kembali. Bahkan, tidak akan terintimidasi, dan  tidak akan mundur. 

Powel menegaskan : Kami sekarang harus memberantas kekacauan ini. Presiden Trump memenangkan kemenangan yang luar biasa, dan kami akan membuktikannya. Kami ingin merebut kembali Amerika Serikat bagi mereka yang mendukung kebebasan. ” (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular