Erabaru.net. Di negara yang masih menjalankan sistem Monarki, di mana rajanya dianggap sebagai “dewa”, memberikan banyak hal untuk dibicarakan. Seperti kasus Maha Vajiralongkorn Bodindhorndevarangkul dan istrinya, Suthida Tidjai, Raja Thailand saat ini.

Sosok Vajiralongkorn yang naik takhta pada 2016 sebagai Rama X menuai kontroversi dan kritik. Dan baru-baru ini, sebuah foto yang tersebar di jejaring sosial telah menimbulkan gelombang kritik baru terhadap monarki karena topik tabu di negara tersebut, dan yang membuat skandal dunia.

Adalah jurnalis Skotlandia Andrew MacGregor Marshall, yang bertanggung jawab untuk mempublikasikan gambar yang menunjukkan Suthida, saat tampil di depan rakyatnya. Tetapi foto itu telah menjadi viral bukan karena dia, tetapi karena detail aneh di lutut pembantunya.

Di latar belakang, terlihat salah satu wanita dalam rombongannya, lututnya terlihat hitam, lebam dan kotor.

“Ketika pekerjaan Anda mengharuskan Anda menghabiskan banyak waktu untuk berlutut,” tulis jurnalis di Twitter, bersama dengan foto viral tersebut.

Suthida Tidjai adalah mantan pramugari Thai Airways dan mantan selir raja, yang memiliki lusinan kekasih muda. Tapi dia menjadi “istri resminya” tahun lalu dalam upacara yang megah.

Maksud Marshall dengan publikasinya adalah untuk menunjukan fakta bahwa di Thailand para pekerja istana kerajaan selalu harus berlutut di hadapan raja atau ratu mereka, yang memiliki status “keilahian”.

Foto itu dikomentari dan dibagikan ribuan kali di jaringan, menambah penolakan yang sudah ada terhadap monarki. Gambarannya sudah sangat jelas oleh serangkaian tindakan hukum yang keras terhadap mereka yang menentang raja.

Siapapun yang memfitnah, menghina atau mengancam raja, ratu, ahli waris atau kerabat kerajaan, dapat dihukum hingga lima belas tahun penjara.

Namun citra itu bukanlah satu-satunya yang menimbulkan kontroversi. Seminggu sebelumnya, Vajiralongkorn melakukan perjalanan dengan kereta bawah tanah untuk meresmikan stasiun baru di Bangkok. Dan apa yang terjadi di dalam kereta membuat marah banyak orang.

“Mengapa kerajaan Thailand masih menganggap bahwa pada tahun 2020 raja dikelilingi oleh pelayan yang merayap adalah ide yang baik?” Wartawan itu menulis di Twitter.

Pada berbagai waktu, pengawal raja terlihat merangkak di tanah, dan bahkan “merangkak” menuruni eskalator.

Terlepas dari kerahasiaan masalah monarki yang dijalankan di Thailand, cara para penjaga “menghormati” pemimpin mereka sudah dikenal luas. Dan tampaknya hanya sedikit yang bisa dilakukan untuk mengakhiri sistem yang merendahkan martabat manusia itu.(yn)

Sumber: viralistas

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular