Zhang Bei 

Penasihat hukum tim kampanye Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa dia menerima banyak panggilan telepon dan ancaman melalui SMS. Beberapa diantaranya bahkan mengancam keselamatannya

Pada Rabu 25 November 2020, Jenna Ellis penasihat hukum tim kampanye Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Breitbart News bahwa dia telah menerima ratusan pesan dan pesan pribadi yang mengancam. 

Beberapa bersifat publik, seperti mengancam untuk mendiskualifikasi dia sebagai pengacara dan mendorong publik untuk mengajukan keluhan terhadapnya. Sementara ancaman lainnya lebih kasar.

Jenna Ellis mengatakan, “Seorang reporter CNN mengirim pesan teks hari ini, menuduh lisensi pengacara saya tidak berlaku. Dari tengah malam hingga jam 4 pagi, nomor tak dikenal menelepon saya puluhan kali, membombardir ponsel saya, mencoba menembus mode ‘jangan diganggu.’”

Ellis juga memberikan tangkapan layar dari pesan teks ke Breibart News Network, di mana seorang asing mencoba membuatnya kesal dan memintanya untuk membalas. 

Pesan teks itu akhirnya berbunyi, “Dasar jalang, kaulah alasan orang membenci kemanusiaan. Kamu harus diperkosa.”

Pengacara Trump lainnya juga telah dilecehkan. 

Sebelumnya, organisasi anti-Trump “Proyek Lincoln” meluncurkan kampanye untuk memaksa pengacara membatalkan gugatan hukum yang membantu Trump, yang mengarah pada penarikan firma hukum Porter Wright Morris & Arthur. 

Perusahaan itu mengatakan bahwa tekanan ini menyebabkan perselisihan internal dan setidaknya satu pengacara mengundurkan diri.

Namun, media arus utama membela pelecehan tersebut. Misalnya, Washington Post menerbitkan sebuah artikel pada 12 November, “Ya, mengejar firma hukum Trump adalah permainan yang adil” (Yes, going after Trump’s law firms is fair game)

Keesokan harinya, pengacara Trump di Pennsylvania menarik diri dari kasus tersebut. Dilaporkan karena menerima ancaman.

Sejauh ini, Biden belum berkomentar tentang ancaman terhadap kelompok hukum Trump.

Sarjana Konstitusi Amerika Serikat dan profesor hukum, Jonathan Turley mengunggah tweet berbunyi, “Keheningan media dan pemimpin Demokrat tentang pelecehan ini mengerikan. Faktanya, para pemimpin Demokrat juga telah bergabung dengan serangan pribadi ini. “

Turley juga mengatakan, bahwa pada tahun 1960-an, ketika pengacara yang mewakili organisasi hak-hak sipil dan lainnya menjadi sasaran perilaku penyerangan seperti itu, orang dengan tepat mengutuknya. 

“Ini adalah penghinaan yang tidak dapat ditoleransi terhadap sistem hukum kita. Tapi sekarang, ini telah menjadi sebuah Kampanye yang didukung oleh politisi, pengacara, dan media,” kata Turley. (hui)

Share

Video Popular