Erabaru.net- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqiel Siradj dilaporkan positif terpapar corona. Hal demikian disampaikan oleh Sekretartis pribadinya M.Shofwan Erce dalam video di Youtube.

“Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan kabar berita bahwasanya pada Sabtu 28 November pada pukul 19.30, hasil PCR Swab dari almukarom Prof Doktor K.H Said Aqil Siradj menunjukan hasil positif,” kata Sofwan melalui video, Minggu (29/11/2020).

Ia menyampaikan diminta untuk menyampaikan kabar tersebut dengan harapan dan mohon doa  untuk menjalani masa-masa sembuh. Sedangkan kondisinya, s sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta dengan perawatan yang intensif.

Hingga Minggu (29/11/2020) terjadi peningkatan kasus di Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Dalam sehari, dilaporkan enambahan pasien terkonfirmasi positif harian bertambah sebanyak 6.267 kasus. Untuk jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga saat ini, berjumlah 534.266 kasus.

BACA JUGA :  Pakar : Gunakan Nama ‘Virus Komunis Tiongkok’ untuk Menuntut Tanggung Jawab Rezim Komunis Tiongkok atas Krisis Global

Meskipun demikian, jumlah kasus aktif, yakni pasien COVID-19 yang masih menjalani masa perawatan, per hari ini berjumlah 71.658 kasus atau 13,4% dari pasien terkonfirmasi. 

Adapun kasus pasien meninggal harian juga masih bertambah sebanyak 169 kasus dan kumulatifnya menjadi 16.815 kasus atau 3,1% dari pasien terkonfirmasi. Selain itu per hari ini jumlah suspek tercatat ada 70.792 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 42.903 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota. 

Adapun rpasien terkonfirmasi positif harian di Jawa Tengah sebanyak 2.036 kasus. Namun secara jumlah kumulatifnya, provinsi ini masih berada di urutan ketiga nasional dengan 54.997 kasus. Sedangkan DKI Jakarta dengan penambahan sebanyak 1.431 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 135.762 kasus. 

Urutan ketiga di Jawa Timur menambahkan sebanyak 412 kasus dan kumulatifnya masih kedua tertinggi sebanyak 61.483 kasus.  

Terkait kasus pasien meninggal dunia harian per provinsi, Jawa Tengah mencatat 73 kasus dan kumulatifnya urutan ketiga sejumlah 2.340 kasus. Jawa Timur mengikuti urutan harian dengan menambahkan pasien meninggal sebanyak 29 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi sebanyak 4.375 kasus. 

Sedangkan kasus kematian di DKI Jakarta dengan 19 pasien meninggal dan kumulatifnya urutan kedua bertambah menjadi 2.641 kasus. Sementara itu,  Jawa Barat dengan mencatatkan 6 kasus dan kumulatif pasien meninggal masih di urutan keempat tertinggi sebanyak 898 kasus. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular