Erabaru.net. Sekelompok dokter di rumah sakit milik pemerintah di Tiongkok, mengambil organ korban kecelakaan mobil dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan uang tunai, klaim sebuah laporan.

Enam orang, termasuk empat dokter, telah dipenjara di Tiongkok setelah terperangkap di pasar gelap organ yang berkembang pesat di negara itu.

Para petugas medis yang dihukum, semuanya berpangkat tinggi di rumah sakit milik pemerintah di Kota Bengpu, meyakinkan keluarga orang yang meninggal untuk menandatangani perjanjian donor organ palsu.

Ilustrasi.

Mereka kemudian mengeluarkan hati dan ginjal mereka di dalam ambulans palsu, menurut sebuah artikel di The Paper, sebuah situs berita yang berbasis di Shanghai.

Organ dari orang, yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas atau pendarahan otak, kemudian diperdagangkan melalui rumah sakit untuk mendapatkan keuntungan.

Para terdakwa dilaporkan dihukum karena merusak mayat dan dipenjara antara 10 dan 28 bulan.

Laporan tersebut mengklaim bahwa operasi bedah dipimpin oleh dua petugas medis, Huang Xinli dan Lu Sen.

Mereka sebelumnya pernah mengerjakan pengadaan organ untuk rumah sakit masing-masing.

Setelah organ diambil di ambulans, Huang – dokter pengawas di Drum Tower Hospital of Nanjing – biasanya akan membawanya ke berbagai rumah sakit.

Di sana mereka akan digunakan dalam operasi transplantasi.

Ilustrasi.

Cerita ini terungkap ketika Shi Xianglin, ibu dari seorang korban mengklaim bahwa hati dan ginjal ibunya telah ‘disumbangkan’ pada hari kematiannya tanpa persetujuannya.

Dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres ketika dia tidak dapat menemukan nama ibunya di daftar donor organ resmi negara itu.

Shi melaporkan kasus tersebut ke otoritas kesehatan dan hukum.

Geng medis tersebut dilaporkan mengirim 200.000 yuan (sekitar Rp 428 juta) kepada salah satu sepupu Shi sebagai kompensasi setelah panen.

Mereka diyakini telah membebankan biaya lebih banyak kepada pasien untuk biaya cangkok organ.

Yang Suxon bekerja di Rumah Sakit Rakyat Huaiyuan

Kasus ini diputuskan oleh Pengadilan Kabupaten Huaiyuan pada bulan Juli dan banding atas hukuman tersebut baru-baru ini ditolak.

Huang dijatuhi hukuman dua tahun empat bulan penjara, sementara Wang – salah satu dari dokter – dijatuhi hukuman dua tahun.

Dokter lain Yang Suxon, yang bertanggung jawab menemukan sumber organ dan bekerja di Rumah Sakit Rakyat Huaiyuan, dipenjara selama dua tahun dua bulan sementara Lu menghabiskan satu tahun di balik jeruji besi.

Huang Chaoyang, pemasok peralatan medis, dan Ou Yang, pemilik ambulans palsu, masing-masing dijatuhi hukuman penjara 10 dan 13 bulan.

Ilustrasi.

Kabar pengambilan organ ilegal telah lama dituduhkan pada dokter di Tiongkok selama beberapa dekade.

Awal tahun ini, praktisi Falun Gong Jennifer Zeng mengatakan pada Mirror bagaimana dia telah diselamatkan dari pengambilan organnya secara tidak sengaja oleh seorang penjaga saat dia dalam penahanan.

Mantan ahli bedah Enver Tothi, yang sekarang menjadi pengemudi Uber di London, Inggris, pada media setempat mengatakan, bagaimana dia dipaksa untuk mengeluarkan organ tahanan yang telah dibunuh. (yn)

Sumber:  Daily Mirror

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular