Erabaru.net. Seorang pria di Tiongkok telah dihukum setelah dia memukul seorang perawat saat menerima tes swab untuk virus corona.

Rekaman keamanan menangkap momen mengejutkan ketika pria itu dengan tiba-tiba memukul kepala pekerja berpakaian hazmat di sebuah rumah sakit di Kota Jilin, di Tiongkok timur laut.

Tersangka, yang dikenal dengan nama belakang Li, dikabarkan mengaku telah menyerang petugas UGD karena menganggap prosedur tes swab Covid-19 ‘sangat tidak nyaman’.

Li ditahan selama tujuh hari dan mendapat denda 300 yuan (sekitar Rp 649 juta) atas tindakannya, kata polisi setempat.

Pihak berwenang setempat diberi tahu oleh rumah sakit tak lama setelah kejadian pada malam Selasa(24/11) malam, menurut sebuah pernyataan.

Pria tersebut telah pergi ke Rumah Sakit Pusat Jilin untuk menerima tes asam nukleat, yang melibatkan pengambilan sampel bagian belakang tenggorokan.

Rekaman yang diambil kamera CCTV menunjukkan Li, ditemani seorang wanita, di dalam ruangan saat perawat UGD melakukan prosedur virus corona.

Pria itu dikatakan merasa ‘tidak nyaman di tenggorokannya’ saat dia tiba-tiba berdiri dari kursi dan menampar pekerja berpakaian hazmat, yang tampaknya marah dengan proses pengujian.

“Kami mengikuti prosedur rutin untuk melakukan tes asam nukleat,” kata juru bicara rumah sakit kepada outlet berita video di Tiongkok, Pear. “Pria itu tiba-tiba merasa tidak nyaman di tenggorokannya sehingga dia memukul perawat kami setelah pengujian.”

Tampak terkejut dengan serangan itu, petugas kesehatan itu berdiri diam selama beberapa detik sebelum meninggalkan ruangan.

Li terdengar berteriak dengan marah saat ditahan oleh temannya yang mencoba menenangkannya.

Polisi Jilin mengkonfirmasi insiden tersebut dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat (27/11), menambahkan bahwa mereka telah menahan tersangka untuk diinterogasi.

Li mengakui serangannya dan ‘merasa menyesal atas kesalahannya’, menurut pemberitahuan itu.

Pria itu ditahan selama tujuh hari dan didenda 300 yuan (£ 34). Masih belum jelas apakah dia akan didakwa dengan pelanggaran apa pun.

Sejak wabah virus corona meletus akhir tahun lalu di pusat Kota Wuhan, Tiongkok telah menghukum ribuan orang dengan pelanggaran terkait krisis.(yn)

Sumber: dailymail

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular