Erabaru.net. Obat untuk kebutaan bisa jadi lebih dekat dari yang kita kira, jika terobosan baru oleh tim ilmuwan Belanda bisa dilakukan.

Para peneliti dari Netherlands Institute for Neuroscience mengatakan mereka telah berhasil bereksperimen dengan menggunakan implan otak untuk membantu monyet memproses informasi visual, menunjukkan ada cara untuk memungkinkan otak untuk ‘melihat’ gambar tanpa menggunakan penglihatan.

Implan terdiri dari lebih dari 1.000 elektroda, dan ditempatkan di korteks visual dua monyet kra. Dengan mengirimkan sinyal listrik ke korteks, para peneliti menemukan bahwa mereka mampu membuat titik-titik cahaya, yang disebut ‘fosfen’, yang dapat diinterpretasikan oleh otak untuk menciptakan ilusi bentuk atau objek.

(Foto: Unilad)

Dalam serangkaian percobaan, monyet menunjukkan bahwa mereka dapat mengenali bentuk, garis, titik, dan huruf melalui penglihatan buatan ini. Temuan penelitian ini dipublikasikan minggu ini di jurnal Science.

“[Korteks visual memiliki] semacam peta visual ruang. Anda dapat mengerjakannya seperti papan matriks di sepanjang jalan raya. Jika Anda merangsang atau menyalakan beberapa papan, Anda dapat melihat polanya,” kata pimpinan riset Pieter Roelfsema pada CNN.

Meskipun teknologinya tidak akan memulihkan penglihatan seperti yang mungkin kita pahami, para ilmuwan berpikir mungkin saja menggunakan implan otak untuk mensimulasikan penglihatan pada beberapa orang buta, dengan memberikan masukan yang biasanya diberikan oleh mata kita kepada korteks visual.

Tangkapannya adalah bahwa otak harus memiliki beberapa pemahaman tentang bentuk dan objek untuk memulai, jadi ini hanya cocok untuk orang yang kehilangan penglihatannya, daripada mereka yang terlahir buta.

(Internet)

Di masa depan, Dr. Roelfsema percaya bahwa salah satu kemungkinannya adalah menggunakan kacamata pintar untuk menangkap dan menerjemahkan gambar menjadi ‘pola stimulasi listrik’ untuk dikirim ke implan. Dia mengatakan kepada CNN bahwa para peneliti berharap uji coba pada manusia dapat dimulai sedini 2023.

“Studi transformatif ini menambah semakin banyak bukti yang menghubungkan aktivitas saraf dan sensasi,” Tom Mrsic-Flogel, direktur Pusat Sainsbury Wellcome untuk sirkuit saraf dan perilaku, mengatakan.

“Studi seperti ini akan membuka jalan bagi implan otak yang meningkatkan fungsi otak saat otak terganggu, misalnya saat kita kehilangan penglihatan atau pendengaran perifer.” (yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular