Erabaru.net. Seorang pemilik rumah baru merasa ngeri setelah menemukan kepala boneka bayi mungil yang disemen di dinding ruang bawah tanahnya.

Kebanyakan orang akan mengunjungi properti berkali-kali sebelum membeli, jadi biasanya dianggap tidak akan ada kejutan besar pada hari mereka pindah.

Tapi, ternyata seorang wanita di AS melewatkan salah satu kondis basement rumah barunya saat melihat-lihat rumah tersebut.

Saudara pemilik rumah membagikan penemuan itu di Twitter dengan gambar yang menunjukkan kepala bone bayi yang menyembul dari dinding.

Postingan gambar itu disertai dengan tulisan, : “Adik saya pindah ke rumah baru dan menemukan ini di dinding ruang bawah tanahnya.”

Penemuan itu membuat pengguna Twitter ngeri. Satu tweet sebagai tanggapan, yang telah disukai lebih dari 1.000 kali, mengatakan: “Dia perlu pindah segera.”

Yang lain menulis: “Nah. Itu bukan rumahnya lagi. Pindah. Kenapa dia tidak memeriksa ruang bawah tanah sebelumnya ?! “

Seorang pengguna memberikan penjelasan di balik penemuan aneh tersebut.

Dia Menulis: “Itu adalah bayi di ruang bawah tanah. Di akhir tahun 60-an / awal 70-an, ada tren di NYC dan California untuk menyematkan bagian boneka di dinding rumahnya, termasuk ruang bawah tanah. Kadang-kadang barang juga disembunyikan di dalamnya, termasuk kliping koran dan tak (jarang) uang tunai.”

Setelah tweet-nya menjadi viral, wanita itu dengan canda menulis: “Terima kasih semuanya atas tanggapan Anda yang luar biasa untuk bayi baru saudara perempuan saya. Setidaknya Anda tahu dia tidak akan pernah kesepian.”

Beberapa pengguna juga bercanda tentang kemungkinan rumah tersebut berhantu. Salah satunya menulis: “Anda hanya perlu memberinya makan setiap bulan purnama dan Anda akan ditinggal sendirian.”

Yang lainnya merujuk pada mangaka horor Jepang: “Ini terasa seperti Junji Ito sh * t. Seperti setiap kali dia turun ke ruang bawah tanah itu, boneka itu akan semakin menonjol. “

Semoga mereka segera menemukan cara untuk melepaskan boneka bayi yang menyeramkan itu.(yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomenasi:

Share

Video Popular