oleh Zhang Yujie

Tim Pengacara Sidney Powell telah mengajukan gugatan pada 25 November 2020. Lebih dari seratus halaman gugatan itu berisikan setidaknya 30 item tuduhan kecurangan pemilu 2020. Salah satu tuduhan utama adalah masalah dengan mesin pemungutan suara dan perangkat lunak yang digunakan Dominion Voting System. Beberapa saksi tersumpah telah mengungkapkan adanya seseorang yang memanipulasi mesin pemungutan suara Dominion dan secara ilegal mengubah hasil pemungutan suara pada hari pemilihan 3 November 2020.

Kesaksian tersumpah yang relevan datang dari para saksi seperti mantan analis intelijen elektronik dari Departemen Intelijen Militer 305, mantan anggota Keamanan Nasional di era diktator sosialis Venezuela Hugo Chavez, kerabat mantan CEO perusahaan Smartmatic, dan profesor ilmu komputer dari Universitas Princeton.

Kesaksian tersebut menunjukkan bahwa mesin pemungutan suara Dominion, menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Smartmatic yang dirancang untuk diktator sosialis Venezuela dalam mengambil alih kekuasaan. Perangkat lunak dirancang untuk memanipulasi pemilu, yang digunakan oleh aktor jahat dari komunis Tiongkok dan Iran dalam memanipulasi surat suara pemilu AS. 

Dalam gugatan tersebut, Powell meminta hakim untuk mengizinkan timnya memeriksa mesin pemungutan suara Dominion yang mungkin hanya membutuhkan waktu 5 hari untuk menemukan bukti kecurangan pemilu dan menyerahkan bukti tersebut ke pengadilan. 

Powell mengatakan bahwa rakyat AS menyampaikan keinginan mereka melalui pemungutan suara, tetapi kecurangan dalam pemilu menghancurkan kepercayaan rakyat.

Gugatan itu juga menuduh tersangka lain melakukan pemungutan suara ilegal, yang masing-masing sudah cukup untuk membalikkan hasil pemilu. Tim Powell meminta pengadilan mencabut hasil akhir pemilu di Negara Bagian Georgia.

Timothy Batten adalah Hakim pengadilan federal di Georgia yang menjabat semenjak era George W. Bush. Ia menghabiskan waktu satu jam dalam sidang hari Senin (7 Desember) untuk menjelaskan putusannya menolak gugatan yang diajukan Sidney Powell. Ia mengatakan bahwa Powell seharusnya mengajukan gugatan ke pengadilan negara bagian dan penyerahannya sudah terlambat. Gugatan tersebut seharusnya diajukan beberapa bulan lalu ketika Georgia memutuskan penggunaan mesin pemungutan suara Dominion.

Sebelumnya, yakni pada 29 November malam, setelah Powell mengajukan gugatan, Timothy Batten secara berturut-turut mengeluarkan 3 arahannya, namun, 2 arahan terakhir justru membatalkan arahan sebelumnya.

Arahan pertama mengharuskan petugas pemilihan di Negara Bagian Georgia untuk tidak menghapus atau memodifikasi data mesin pemungutan suara Dominion yang digunakan dalam pemilihan umum itu. Arahan kedua yang berbunyi : Tergugat yang tercantum dalam kasus ini adalah pejabat pemilu negara bagian, tetapi mesin pemungutan suara yang diminta penggugat untuk disita dipegang oleh petugas pemilu daerah. Perintah pengadilan hanya dapat ditujukan kepada tergugat atau pihak yang dikendalikan oleh kekuasaan tergugat, Dan penggugat tidak menyatakan bahwa pejabat pemilihan daerah dikendalikan oleh kekuasaan tergugat. Ini justru membatalkan arahan terdahulu/pertama.

Kemudian ia membatalkan arahan keduanya dan mengizinkan ahli penggugat untuk meninjau mesin pemungutan suara Dominion di tiga kabupaten — Cobb County, Gwinnett County, dan Cherokee County. Terdakwa tidak diperbolehkan untuk memodifikasi, menghancurkan atau menghapus perangkat lunak dan data mesin pemungutan suara Dominion di ketiga county tersebut.

Powell mengajukan banding mendesak ke Pengadilan Banding AS Sirkuit Ke-11 pada 1 Desember, meminta tidak hanya ketiga county yang dijelaskan di atas, tetapi seluruh wilayah di Negara Bagian Georgia untuk melarang penghapusan data pada mesin pemungutan suara Dominion. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular