oleh Liu Jinxin

Media Epoch Times berbahasa Inggris memberitakan, wanita bernama Allana Allard yang lahir di Skotlandia 29 tahun lalu bersama kedua orang tuanya berimigrasi ke Australia. Saat itu Allana berumur 13 tahun. Saat ini Allana tinggal di Davistown, New South Wales bersama suaminya yang biasa dipanggil Tim. Pada bulan Oktober 2019, Allana mengetahui bahwa dirinya hamil. Ini adalah kehamilan pertama yang membuat mereka berdua sangat gembira.

“Ketika kami menjalani pemindaian ultrasound pertama, kami tidak merasakan ada sesuatu yang berbeda”, kata Allana. 

Namun, saat Allana bersama suami pergi  memeriksakan kembali kandungannya pada minggu keenam,  Allana mengataakan, “Awalnya, kami mendengar suara dari 2  detak jantung, dokter mengatakan bahwa saya mengandung bayi kembar. Kemudian,  dokter menghendaki saya menjalani USG dan dokter mengatakan saya mengandung bayi kembar tiga”.

Allana dan Tim terpana. Karena baik anggota keluarganya maupun keluarga suaminya tidak memiliki riwayat kelahiran kembar apalagi kembar banyak. Meskipun mereka terkejut saat pertama kali mendengar berita ini, mereka diliputi rasa kegembiraan.

“Tentu saja saya sedikit khawatir karena baru menjadi seorang ibu, tetapi yang lebih banyak kami rasakan adalah kebahagiaan,” kata Allana.

Saat kehamilan berjalan sekitar 5 bulan, seluruh dunia sedang mendapat serangan dari virus komunis Tiongkok (COVID-19), segala sesuatunya tiba-tiba terasa berubah. 

Tim tidak lagi diperkenankan untuk mendampingi Allana pergi ke dokter untuk pemeriksaan rutin. 

“Virus telah mengubah segalanya, ini sangat kejam bagi seorang ibu yang sedang mengandung. Setiap kali pergi ke dokter, suami hanya bisa menunggu saya dalam mobil,” kata Allana.

Pada bulan Mei 2020, di usia kehamilan minggu ke-33, Allana melahirkan tiga bayi laki-laki melalui operasi caesar. Bayi itu diberi nama Jaxon yang memiliki berat badan 3,8 kg, Zac berat 4 kg dan Zavier seberat 4,6 kg. 

Karena persalinan termasuk prematur, ketiga bayi laki-laki itu dikirim ke unit perawatan bayi baru lahir di rumah sakit tersebut, dan tidak ada anggota keluarga yang diizinkan untuk mengunjungi mereka.

Neneknya Allana tahun ini sudah berusia 82 tahun dan ia biasanya datang ke Australia dua kali setahun. Namun rencana perjalanannya terpaksa ditunda akibat penyebaran epidemi. Sampai saat ini ia belum melihat cicit kembar tiga yang baru lahir.

Allana nyaris sulit percaya bahwa janin ketiga bayi kembarnya telah tumbuh, menjadi bayi dan lahir dari perutnya. 

“Kehamilan saya berlangsung sangat lancar, tanpa keluhan yang berarti, bahkan tidak mual-mual dan tanpa komplikasi,” katanya.

Saat ini, ketiga bayi itu sedang tumbuh sehat, Jackson dan Zac semakin mirip, dan Zavel serta saudara-saudaranya terlihat sedikit tidak mirip. Tetapi ayah mereka, Tim mengatakan bahwa ketika mereka baru saja lahir, ketiga bayinya tampak persis sama, sampai ia sendiri tidak dapat membedakan mereka. Hasil tes DNA 6 minggu setelah kelahiran menunjukkan bahwa bayi kembar tiga tersebut berasal dari satu sel telur yang biasa disebut kembar tiga identik. Padahal kemungkinan untuk mendapatkan bayi kembar identik ini adalah 1 banding 200 juta kehamilan, alias sangat jarang terjadi.

Kini si kembar tiga sudah berusia 6 bulan, Allana dan suaminya Tim juga telah beradaptasi dengan kehidupan keluarga berlima. Semua kebutuhan sang buah hati, harus mereka sediakan untuk bertiga. Banyaknya urusan seringkali membuat mereka kelabakan.

“Mereka menghabiskan 3 kotak susu bubuk, pampers untuk bayi tidak pernah cukup. Kita pun tidak bisa beristirahat apalagi pergi kemana-mana. Stroller kami super besar. Jika berkesempatan melihat, niscaya Anda akan sulit melupakannya,” tutur Allana.

Setelah merenungkan kembali masa yang dilewati pasca kelahiran bayi, Allana berkata dengan wajah yang berseri, “Sejak awal mengetahui ada 3 janin dalam kandungan, saya yang sempat terkejut akhirnya dapat menuai kebahagiaan yang luar biasa ! Kehidupan kami saat ini sangat bahagia”. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular