Ivan Pentchoukov

Pengacara Trump Rudy Giuliani mengatakan seorang hakim di Antrim County, Negara Bagian Michigan, telah mengizinkan audit forensik terhadap 22 mesin penghitung suara Pemilu AS,  Dominion. 

“Kemenangan BESAR UNTUK PEMILU YANG JUJUR, di sinilah mesin Dominion yang tidak dapat dipercaya membalikkan 6.000 suara dari Trump ke Biden. Lonjakan suara oleh Dominion terjadi di seluruh negara bagian,” tulis mantan Walikota New York itu di Twitter pada 4 Desember 2020. 

Tidak jelas dari beberapa tuntutan hukum pemilu yang mana perintah itu berasal. Dokumen publik dalam empat tuntutan hukum pemilu utama di Michigan tidak menampilkan perintah yang dijelaskan oleh Giuliani.  Sedangkan Giuliani tidak segera menanggapi permintaan klarifikasi yang dikirim melalui email.

Referensi Giuliani ke mesin Dominion yang membalikkan suara diperdebatkan oleh pejabat pemilihan umum Michigan dan Dominion. Kantor kementerian Luar Negeri Michigan mengklaim bahwa pemungutan suara dibalikkan karena human error oleh petugas antrim county.

Dugaan tentang manipulasi suara melalui penyalahgunaan mesin Dominion, sangat menonjol dalam tuntutan hukum pemilu yang diajukan oleh mantan jaksa federal Sidney Powell, yang bukan bagian dari tim hukum yang mewakili Presiden Donald Trump dalam sejumlah tuntutan hukum pasca pemilu. Dominion membantah semua tuduhan tersebut. 

Perintah juri adalah contoh lampu hijau pertama yang diketahui bagi tim Trump, tak lain untuk memeriksa mesin penghitungan suara pemilu Dominion.

Seorang hakim di Nevada sebelumnya telah memberikan kepada tim akses ke mesin pencocokan tanda tangan yang dibuat oleh perusahaan berbeda. Dalam kasus tersebut, tim kampanye mengeluhkan bahwa sementara hakim memberikan tinjauan forensik, tim kampanye diberikan apa yang disebut “tur terpandu” sebagai gantinya.

Partai Republik Michigan pada hari Jumat 4 desember 2020 menyuarakan keprihatinan tentang memo yang dikirim oleh Menteri Luar Negeri Negara Bagian Michigan Jocelyn Benson, yang “mendorong penghapusan massal data pemilu,” meskipun juru bicara kantor itu kemudian mengklarifikasi prosesnya adalah rutin.

Partai Republik mengatakan, kantor Menlu Benson menyampaikan kepada panitera di negara bagian Michigan untuk “menghapus perangkat lunak  Jajak Pendapat Elektronik dan file terkait” di tengah sorotan seruan untuk mengaudit pemilihan. 

Giuliani bersaksi di depan anggota parlemen Michigan pada hari Rabu 2 Desember 2020  dengan mengatakan,  bahwa mereka adalah penengah terakhir di pemilihan umum.

Giuliani mengatakan dia tidak meminta para legislator untuk menyerahkan 16 suara Electoral College negara bagian — yang saat ini disertifikasi untuk calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden — kepada Trump. Sebaliknya, dia berharap legislator negara bagian akan menyelidiki dan memeriksa sendiri buktinya.

“Anda tidak boleh memutuskan apa pun berdasarkan apa yang saya yakini,” kata Giuliani pada 2 Desember 2020. Ia menambahkan bahwa bukti yang disajikan pada sidang itu “hanya sampel”. Bahkan, ada banyak bukti yang bisa Anda lalui yang akan meyakinkan Anda bahwa pemilu ini dicuri.”  (asr)

Jack Phillips dan Simon Veazey berkontribusi pada laporan ini

Video Rekomendasi :

 

 

 

Share

Video Popular