oleh Wu Minzhou

Pemilihan presiden Amerika Serikat penuh dengan kecurangan. Sejumlah peserta sidang dengar pendapat di beberapa negara bagian Amerika Serikat memberi kesaksian tentang penipuan dalam pemilu Amerika Serikat. Wu Jialong, seorang makroekonom asal Taiwan mengatakan bahwa dilihat dari situasi saat ini, tujuan utama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bukanlah sekedar mengalahkan Joe Biden untuk kembali menjadi presiden. Tetapi menguak dan menghadapi siapa saja pejabat di pemerintahan dalamnya (deep state) yang mengendalikan lembaga-lembaga tertentu baik di bidang keuangan, teknologi, media, intelijen, keadilan atau militer yang mendukung terjadinya kecurangan

Tim pengacara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyajikan rekaman video monitor dalam sidang dengar pendapat di Georgia pada 3 Desember 2020 lalu. Isi video menunjukkan bahwa pada malam pemilihan umum 3 November itu, ada 4 orang pejabat Tempat Pemungutan Suara di Stadion Olah Raga Dinas Pertanian Negara Bagian Georgia terus melakukan penghitungan suara tanpa pengawasan. 

Mereka menarik 4 buah kotak yang berisi surat-surat suara  dari bawah meja. Tidak diketahui dari mana asal kotak suara itu. Surat suara itu pun dimasukan sebagai hitungan.

Menurut makroekonom asal Taiwan, Wu Jialong jika seseorang memutuskan untuk menipu dan bertaruh, orang harus terlebih dahulu memastikan bahwa kecurangannya tidak akan tertangkap, tidak akan direkam kamera pemantau, dan tidak akan meninggalkan bukti fisik atau tertangkap saksi. 

Dengan demikian perbuatan curangnya lebih berarti, tidak membiarkan lawan menaruh kewaspadaan lebih dahulu, jadi kecurangan dilakukan secara tiba-tiba. Dan pasti pelaku akan memperkirakan tingkat keberhasilan dari kecurangan. Jika ia merasa tidak cukup yakin, serangan tiba-tiba akan meninggalkan kekurangan dan tidak sebanding dengan resikonya.

Wu Jialong  mengatakan bahwa pada akhir bulan Juni tahun ini, Trump telah secara terbuka memperingatkan kalau surat suara yang dikirim lewat pos rentan terhadap kecurangan. Namun, Partai Demokrat masih bersikeras melakukan kecurangan pada pemilihan umum 3 November. Ini menunjukkan bahwa Partai Demokrat adalah pelaku yang dipancing keluar dari sarang, masuk perangkap Trump.

Menurut Wu Jialong dalam situasi demikian, sebagai pengamat dia bertanya, “Apakah Anda masih percaya bahwa melakukan kecurangan tidak akan bermasalah, bisa memenangkan pemilu? Apakah Anda benar-benar tidak berkutik? Jadi tidak perlu khawatir media arus utama Amerika Serikat yang terus menerus memblokir berita Trump, karena tidak ada gunanya mereka melakukan ini!”

Wu Jialong mengatakan bahwa Anda tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, asalkan saja menggunakan akal sehat Anda pun dapat menilai bahwa segampang itu untuk menggulingkan kursi presiden Amerika Serikat yang begitu penting hanya dengan cara berbuat kecurangan seperti itu. Sekalipun Anda ingin mencurangi pemilu, Anda harus melakukannya dengan cara yang pandai, memiliki standar profesional, yang tak terduga sebelumnya, bukankah demikian? Tetapi apakah itu dimiliki Partai Demokrat?”

Wu Jialong menyampaikan sebuah dugaan yang berani, “Trump pasti akan terpilih kembali.”

Di sisi lain, Joe Biden seharusnya cemas, karena sekali pun Biden mau mengaku kalah,  sudah terlambat. Kecurangan dalam pemilihan umum adalah kasus pidana. Baik terpilih atau tidak, Joe Biden akan dimintai pertanggungjawaban. Selain itu, terungkap juga kejahatan terorganisir berskala besar yang akan didakwa dengan makar, dan para pelakunya dapat dijaring sekaligus di masa depan.

Wu Jialong menyarankan agar Biden sendiri segera mengaku dan berkorban demi melindungi kaki tangannya yang lain. Jika memaksa Trump untuk memberikan bukti lewat pengadilan, itu hanya akan membuat reputasi Biden semakin buruk.

Namun, Wu Jialong juga menekankan bahwa bukan tujuan sebenarnya dari seorang Trump mengalahkan Biden hanya karena ingin memenangkan pemilihan dan kembali menjadi presiden Amerika Serikat. Yang benar-benar ingin ditangani Trump adalah pemerintahan dalam yang pejabatnya mencapai total lebih dari 1.000 orang. 

“Memancing ular berbisa keluar dari sarangnya” merupakan sasaran yang ingin dicapai. 

Menangkap para pelaku kejahatan yang bersembunyi di dalam pemerintahan. Ini adalah tanggung jawab yang dilimpahkan konstitusi kepada presiden untuk menyelamatkan bangsa dan negara.

Wu Jialong mengatakan bahwa pidato Trump tentang kecurangan pemilu pada 2 Desember yang diklaim sebagai pidato paling penting dalam hidupnya. Sebenarnya adalah sebuah deklarasi untuk bertindak. Salah satu poin utamanya adalah untuk menangkap para pengkhianat dan pada saat perlu menyatakan negara dalam keadaan darurat sebagaimana yang pernah dilakukan pada era Presiden Lincoln. 

Poin penting lainnya adalah mengungkap bahwa pemerintah komunis Tiongkok ikut campur tangan dalam pemilu Amerika Serikat. Dan pembuktian hal ini dipercaya akan memperburuk hubungan Amerika Serikat dengan Tiongkok. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular