Jack Phillips

Presiden AS Donald Trump kepada wartawan pada Senin 7 Desember 2020 mengatakan bahwa orang-orang menunggu  “menyaksikan banyak peristiwa besar” dalam beberapa hari ke depan.

Atas dugaan kecurangan pemilu, “Saya pikir kasusnya telah dibuat,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. Trump juga menegaskan : “Sekarang kami mencari tahu apa yang dapat kami lakukan. Tapi Anda akan melihat banyak hal besar terjadi dalam beberapa hari ke depan. ”

Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang keterangannya.

Presiden Trump kemudian menjawab pertanyaan tentang strateginya setelah elektor melakukan pemungutan suara di Electoral College yang dijadwalkan pada 14 Desember 2020.

“Pemilihan itu benar-benar curang. Aib bagi negara kita, seperti negara dunia ketiga — surat suara ini melimpah dari mana-mana, menggunakan mesin yang tak diketahui kepemilikannya, tidak ada yang tahu apa-apa. Mereka memiliki ‘gangguan’, begitu mereka menyebutnya gangguan. Gangguan tersebut bukanlah gangguan. Mereka ketahuan mengirimkan ribuan suara, ngomong-ngomong semuanya melawan saya. ”

Mulai akhir November, tim hukum Trump mengikuti kegiatan dan audiensi dengan anggota parlemen dari beberapa negara bagian, dengan alasan bahwa badan legislatif memiliki kekuasaan di bawah Konstitusi AS untuk memilih elektor mereka sendiri. Mereka juga menghadirkan saksi-saksi yang menyatakan adanya intimidasi, penjejalan surat suara, banyaknya surat suara yang seharusnya didiskualifikasi akan tetapi tidak dilakukan, dan statistik penyimpangan.

Menteri Luar Negeri di beberapa negara bagian mengklaim tidak ada cukup bukti kecurangan untuk membatalkan pemilu.

Selama akhir pekan, seorang hakim di Negara Bagian Michigan mengizinkan dua lusin mesin Sistem Voting Dominion di Antrim County untuk diaudit secara forensik oleh tim hukum Trump. Antrim County belum menanggapi permintaan komentar.

Juru bicara Antrim County Jeremy Scott kepada Detroit Free Press mengatakan gambar forensik akan diambil dari mesin pemungutan suara yang digunakan selama pemilihan pada 3 November 2020. 

Hakim Kevin Elsenheimer mengeluarkan perintah tersebut minggu lalu menyusul gugatan dari pemilih Michigan pada masalah terpisah terkait dengan proposal mariyuana.

“Tim kami akan bisa berangkat pagi ini sekitar pukul 8:30 dan akan berada di sana selama sekitar delapan jam untuk melakukan pemeriksaan forensik dan kami akan mendapatkan hasilnya dalam waktu sekitar 48 jam,  akan menceritakan banyak hal kepada kami tentang mesin-mesin ini,” kata pengacara Trump Jenna Ellis kepada Fox News pada hari Minggu 6 Desember 2020.

“Seorang hakim benar-benar memberikan akses kepada tim kami, untuk melakukan audit forensik,” tambah Ellis.

Ellis juga mengatakan kepada Fox News pada hari Senin 7 Desember 2020 bahwa tim tersebut, saat ini sedang berusaha untuk mengajukan tuntutan hukum  ke Mahkamah Agung, sementara mereka masih melobi badan legislatif negara bagian di Arizona, Georgia, Michigan, dan Pennsylvania. Hal demikian dilakukan  ketika sesama pengacara Trump, Rudy Giuliani didiagnosis dengan virus Partai Komunis Tiongkok selama akhir pekan lalu. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular