Banyak orang tahu bencana puluhan ribu tahun silam! Sebuah asteroid raksasa melesat dari angkasa dan menghantam permukaan bumi. Saat itu, penguasa bumi adalah dinosaurus. Hantaman asteroid ini secara langsung menyebabkan berakhirnya era dinosaurus, dan dinosaurus pun langsung lenyap sejak itu. Namun, pernahkah terlintas dalam benak kita, bencana seperti apa yang akan dihadapi bumi dan manusia jika asteroid ini kembali menghantam bumi?

Pertama-tama, asteorit yang menghantam bumi ketika itu berdiameter tujuh kilometer. Jika asteorit ini kembali menghantam bumi sekarang, maka manusia pasti sudah menemukannya dan mengeluarkan peringatan dini. Kita berasumsi bahwa manusia tidak dapat mengatasi asteorit itu. Asteroid jatuh dengan kecepatan ekstrim. 

Meskipun sangat lambat dari sudut pandang manusia, tapi akhirnya akan jatuh ke bumi juga. Titik jatuhnya berada di Teluk Meksiko. Saat itu, manusia tidak tahu bencana akan segera tiba. Banyak orang yang masih menikmati keindahan dan sinar matahari di pantai. Energi yang dihasilkan saat asteorit ini jatuh sangat mengerikan dan tak terbayangkan. 

Itu setara dengan delapan puluh bom atom Hiroshima yang meledak di satu titik tempat yang sama. 

Pertama-tama, manusia, tumbuhan dan hewan akan lenyap seketika dalam jarak beberapa ratus mil, tanpa rasa sakit sedikitpun.

Kemudian awan jamur setinggi ratusan kilometer dan lebar puluhan kilometer dengan pemandangan seperti akhir dunia itu, akan tampak dari lokasi bencana. Awan jamur ini membubung ke angkasa. Bahkan, memancarkan radiasi panas yang mengerikan, sementara pecahan asteroid yang tak terhitung jumlahnya melesat ke berbagai penjuru dunia. Awal yang berlangsung sekilas ini, akan melenyapkan puluhan juta orang dalam sekejab, mereka tidak akan merasakan sakit sedikit pun, karena lenyap seketika oleh suhu tinggi yang langsung menghanguskan mereka.

 Kemudian pecahan-pecahan dari angkasa ini akan jatuh dengan cepat di bawah percepatan gravitasi, dan akan terbakar serta meningkatkan suhu seiring gesekan dengan udara. 

Panas yang dihasilkan di sini akan secara langsung menyebabkan naiknya suhu atmosfer, menyebabkan area sekitar dengan radius ratusan kilometer terbakar, dan langit seolah-olah terbakar, semua tanaman terbakar, dan kobaran api ini tidak bisa dipadamkan. 

Pecahan-pecahan ini kemudian menghantam kota seperti serentetan misil yang meluncur ke seluruh penjuru, yang akan mengubah kota yang tak terhitung jumlahnya menjadi puing-puing, dan tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi manusia.

Sementara itu, negara-negara di luar area dampak langsung belum menerima informasi apa pun saat itu, karena dampak yang ditimbulkan akan langsung menghancurkan semua satelit dan sistem komunikasi, dan manusia tidak akan tahu apa pun sebenarnya apa yang terjadi. 

Selanjutnya gempa yang berguncang akan menyusul, menghancurkan setiap wilayah daratan, bersamaan dengan gempa bumi akan terjadi tornado besar yang tak terhitung jumlahnya dan tsunami yang menjulang tinggi, dan milyaran orang akan lenyap seketika saat ini. 

Sedangkan mereka yang beruntung selamat menyelamatkan diri ke tempat penampungan serangan udara dan gua akan menghadapi cobaan berikutnya. Sumber daya air semuanya tercemar. Manusia tidak akan memiliki sumber air bersih untuk digunakan. Langit tertutup kabut dan asap, suasana menjadi gelap dan tanpa makanan. 

Sementara itu, ribuan atau ratusan ribu orang yang selamat dan bersembunyi di gua-gua mulai jatuh lemas secara bersamaan, dan saat ini dunia manusia pun menjadi kacau.

Tentu saja semua ini hanyalah fantasi, jika ada asteorit sebesar itu menerjang bumi, manusia pasti akan menemukan solusi untuk meminimalisir dampaknya yang mengerikan, tidak akan membiarkan dunia ini berakhir.

Sebelum Dampak Asteroid

Pada kenyataannya, kita mungkin akan mendapatkan peringatan beberapa bulan sebelumnya. Karena, asteroid itu sendiri terdeteksi oleh badan antariksa nasional berbagai negara sebelum menabrak Bumi. Pada saat ini, kita memang belum memiliki teknologi untuk membelokkan atau mengubah jalur lintasan asteroid. Namun, upaya ke arah itu sudah dimulai.

Badan antariksa nasional AS NASA, bersama badan antariksa nasional Eropa ESA, pada tahun lalu, telah sepakat melakukan misi bersama untuk mengalihkan asteroid yang diperkirakan akan menabrak Bumi pada 2027.

Kedua badan antariksa itu akan menyiapkan dua pesawat ruang angkasa. Salah satu pesawat akan dihantam ke permukaan asteroid, sementara pesawat lainnya akan melakukan pengumpulan data terkait dampak yang ditimbulkan dari tabrakan tersebut.

Bermacam cara akan dilakukan untuk bertahan hidup. Mungkin saja dengan memanfaatkan toko benih untuk menanam kembali bahan makanan dan bahkan mungkin menghasilkan daging lagi. Atau, mungkin juga kita bernasib seperti dinosaurus yang tidak dapat bertahan, dan spesies dominan baru akan mulai berkembang dan mengalahkan kita untuk menjadi spesies dominan yang baru.

Namun banyak ilmuwan berpikir bahwa kita cukup aman dari dampak seperti peristiwa asteroid yang memusnahkan dinosaurus. Menurut perkiraan mereka, peristiwa semacam hanya terjadi sekali setiap seratus juta tahun atau lebih.

Manusia memiliki beberapa pilihan untuk melakukan sesuatu. Mulai dari menghadang dengan pesawat ruang angkasa canggih untuk menjatuhkannya, meledakkannya dengan senjata nuklir. Bisa juga menariknya dengan traktor gravitasi atau memperlambatnya turun menggunakan sinar matahari yang terkonsentrasi.

Sebagian besar film sains fiksi menggambarkan, astreroid yang masuk ke orbit Bumi biasanya terdeteksi di menit-menit terakhir dan para pihak berwenang hanya memiliki beberapa hari atau minggu untuk mengevakuasi warga.

Faktanya, asteroid adalah ancaman yang nyata dan manusia tidak bisa memprediksi secara tepat kapan benda langit itu akan menghantam Bumi.

Para ilmuwan mengamati asteroid ketika benda itu melintasi Bumi dan melihat apakah asteroid tersebut melewati salah satu dari “lubang kunci” atau tidak.

Setiap asteroid yang mengancam Bumi akan bergerak semakin dekat dan jauh dari Bumi pada titik-titik berbeda dalam orbitnya.

Di sepanjang orbit tersebut, setiap asteroid memiliki “lubang kunci” atau wilayah ruang yang akan dilaluinya untuk menghantam Bumi.

“Lubang kunci itu seperti pintu, setelah terbuka, asteroid akan berdampak pada Bumi dengan probabilitas tinggi,” ucap Sung Wook Paek, penulis utama di penelitian ini

Waktu paling tepat dan mudah untuk menghentikan asteroid menabrak Bumi adalah sebelum objek langit itu menyentuh salah satu “lubang kunci”.

Para ilmuwan membuat serangkaian instruksi kompleks untuk deflektor asteroid di masa depan jika salah satu asteroid itu mulai menuju ke arah “lubang kunci”.

Prinsip-prinsip dasar yang sama ini pun dapat digunakan untuk mempelajari potensi asteroid pengancam Bumi lainnya. Mungkin juga penelitian lanjutan di masa depan, dapat memasukkan cara untuk membelokkan asteroid dan senjata nuklir atau mesin berteknologi kecedasan buatan. (jon)

Sumber : Berbagaisumber

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular