Erabaru.net. Thomas Panek dari New York percaya dia dilahirkan untuk berlari.

Pria berusia 50 tahun ini adalah atlet yang rajin dan CEO dari Guiding Eyes for the Blind, sebuah organisasi nirlaba yang memasangkan orang-orang tunanetra dengan anjing pemandu.

Dia sendiri buta karena kondisi genetik yang benar-benar terlihat pada saat dia berusia 20 tahun, tetapi itu tidak menghentikannya untuk mengejar mimpinya untuk berlari sendirian!

(Foto: Twitter)

Selama bertahun-tahun, Thomas telah menantang ekspektasi – dan bahkan membuat sejarah – dengan bantuan dari pemandu manusia dan anjing.

Selain menyelesaikan maraton New York dan Boston beberapa kali, dia menjadi orang buta pertama yang melakukan New York City Half Marathon dengan tiga anjing pemandu bergantian pada tahun 2019!

(Foto: Twitter/ inspiremore)

Meski begitu, dia selalu menetapkan tujuannya lebih tinggi. Dia lelah melambat untuk mengikuti di belakang pemandu, dan sementara anjing menjadi mitra lari yang hebat, dia ingin melakukan hal yang mustahil: berlari sendiri.

Jadi pada acara “hackathon” Google tahun lalu, dia mengajukan pertanyaan yang bermanfaat kepada programmer: “Dapatkah teknologi membantu menavigasi seorang pelari buta ?” Setelah beberapa bulan mengembangkan dan membuat prototipe, dia mendapatkan jawabannya: Ya!

Bekerja sama dengan Thomas, tim Riset Google membuat Project Guideline, sebuah aplikasi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu penyandang tunanetra agar dapat berjalan secara mandiri.

Pengguna memakai smartphone yang direkatkan ditubuhnya menghadap ke depan, yang memungkinkan aplikasi mendeteksi garis di tanah melalui kamera. Aplikasi kemudian membuat pelari tetap di jalur dengan mengirimkan sinyal audio melalui headphone mereka.

“Saya bisa mendengar garis di telinga saya, itu seperti suar, seperti mercusuar,” jelas Thomas.

(Foto: Facebook)

Meskipun aplikasinya belum tersedia untuk umum, ini telah membuat perbedaan besar bagi Thomas! Pada 19 November, dia menjalankan 5K di Central Park – semuanya sendiri! Dengan garis sementara yang dilukis di sepanjang lintasan, dia melaju sampai ke garis finis!

“Ini adalah perasaan yang nyata tidak hanya tentang kebebasan dan kemerdekaan, tetapi juga Anda merasa bahwa Anda sama seperti orang lain,” katanya. “Kami semua ingin menyesuaikan diri, kami semua ingin menjadi seperti orang lain. Dan hari ini, berada di luar sana bersama pelari lain di Central Park… itu hanya perasaan memiliki. ”

(Foto: Facebook)

Selamat, Thomas, impian Anda sekarang menjadi kenyataan! Lebih baik lagi, aplikasi ini akan memberi begitu banyak orang kebebasan dan kemerdekaan yang mereka dambakan. Sungguh hadiah yang luar biasa! (yn)

Sumber: inspiremore

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular