Konstitusi Amerika di satu sisi menggunakan kongres dan pengadilan untuk membatasi kekuasaan presiden, pada saat bersamaan konstitusi juga memberikan “hak prerogatif presiden” (Presidential Prerogative Power). Dengan hak istimewa ini, para presiden pendahulu AS telah melakukan banyak tindakan yang dianggap sangat krusial oleh generasi penerus. 

Masyarakat berterima kasih akan keberanian dan kebijaksanaan para pendahulu, yang telah membantu negara melalui masa- masa sulitnya.

Presiden Trump dianggap sebagai manusia pilihan Sang Pencipta, ia memiliki sistem militer, kepolisian, pasukan khusus, dan berbagai sumber daya pemerintahan lainnya. Dilihat dari situasi pemungutan suara pada Pemilu kali ini, ia telah mendapatkan dukungan dari mayoritas warga AS. Ia memiliki sumber daya yang unggul untuk meredam kekacauan ini. Apalagi, segelintir kaum ekstremis sayap kiri Partai Demokrat juga media massa dan media sosial yang terlibat rekayasa ini, tidak didukung secara moril oleh masyarakat luas, tidak akan tahan gempuran.

Kini tidak hanya mayoritas warga AS mendukung presidennya melawan hingga akhir demi melindungi dasar pendirian negara Amerika,masyarakat seluruh dunia juga mengharapkan mercusuar demokrasi Amerika ini mampu menerangi umat manusia, mengharapkan Amerika sebagai “polisi dunia” ini dapat terus menjadi kuat, dan terus melindungi ketertiban dunia.

Karena begitu kecurangan ini menang, bukan hanya Amerika yang akan hancur, seluruh dunia pun akan terjerumus ke dalam kegelapan. Hong Kong sekarang adalah contoh yang paling tepat. 

Komunis Tiongkok memanfaatkan Pemilu AS, di satu sisi menciptakan kekacauan di AS, di sisi lain terang-terangan menindas HAM di Hong Kong, semena-mena menangkap demonstran, membatalkan kelayakan anggota legislatif dari kubu pro-demokrasi, menyebabkan para legislator pro-demokrasi mengundurkan diri secara kolektif, membubarkan Dewan Legislatif secara tak lazim. Menyebabkan warga Hong Kong hidup dalam kepahitan.

Masyarakat mengharapkan lembaga hukum wilayah dan federal AS agar mengambil tindakan yang menyeluruh dan efektif, melakukan  investigasi  tuntas terhadap serangan berskala besar terhadap inti dari sistem demokrasi di Amerika ini.

Presiden Trump memiliki wewenang untuk menggunakan hak prerogatif yang diberikan oleh konstitusi, untuk secara tegas mengambil tindakan darurat yang efektif, mencegah serangan besar seperti ini. 

Melindungi konstitusi AS, melindungi prinsip pendirian negara demokrasi AS, ini adalah tanggung jawab presiden AS, adalah tanggung jawab setiap pejabat pemerintah, juga tanggung jawab setiap warga AS, tanpa peduli apakah serangan yang merusak ini datang dari dalam negeri maupun dari luar negeri.  (lie)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular