Erabaru.net. Seperti kata pepatah,: “Di saat susah baru bisa mengenal hati seseorang yang sebenarnya”. Meski sudah bersahabat lama sekalipun, namun hanya di saat-saat kritis atau terdesak, wujud hati seseorang yang sesungguhnya itu baru akan terlihat.

Lalu, bagaimana kita tahu apakah hati seseorang itu baik atau egois?

Pada suatu hari, seorang dokter, pengacara, pendeta, dan seorang bocah berada dalam satu pesawat. Tapi tak diduga, mesin pesawat tiba-tiba mati. Pesawat mulai menukik ke bawah, sementara pilot berusaha keras mencoba membalikkan situasi kritis.

Melihat pesawat akan segera jatuh, sang pilot segera mengambil parasut, menyuruh penumpang di pesawat untuk menyelamatkan diri dengan parasut, lalu melompat keluar. Namun, hanya tersisa 3 parasut di kabin, sama sekali tidak cukup untuk 4 orang.

Menyadari hal itu, dokter pun langsung mengambil parasut dan berkata,: “Saya seorang dokter dan bisa menyelamatkan banyak nyawa, jadi saya harus hidup.” Kemudian melompat ke bawah.

Sang pngacara : “Saya seorang pengacara, dan pengacara adalah orang terpintar di dunia. Saya layak untuk hidup.” Kemudian dia mengambil parasut dan melompat ke bawah.

Sekarang hanya tersisa pendeta dan seorang bocah, salah satu dari mereka tampaknya ditakdirkan untuk mati. Kemudian, sang pendeta menatap bocah laki-laki itu dan berkata, :”Nak, saya telah lama hidup di dunia, dan saya sudah cukup puas. Kamu masih muda, masih ada masa depan yang cerah menantimu, ambillah parasut ini dan jalani hidup yang bermakna.”

Tapi tak disangka, bocah itu justru menggeleng-gelengkan kepalanya dan menyerahkan parasut terakhir kepada pendeta.

Bocah itu berkata : “Pak pendeta, jangan khawatirkan saya. Yang diambil orang yang mengaku sebagai orang terpintar di dunia itu adalah ransel saya.”

Pesan dalam cerita pendek tapi penuh makna ini : Mulia atau tidaknya seseorang tidak bergantung pada profesi, kecerdasan atau status sosialnya, tetapi bagaimana sikap mereka terhadap orang lain dan apakah mereka menghargai hidup orang lain.

Nyawa setiap orang itu sama berharganya. Hanya dengan menyadari hal ini, tetap tenang dan mengutamakan orang lain di saat kritis, itu baru kemuliaan yang sesungguhnya! (Johny/yn)

Simber: bldaily

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular