NTD 

Banyak tokoh pastor berpartisipasi dalam aksi protes dan unjuk rasa “Stop The Steal” di Washington pada Sabtu 12 Desember 2020. Pastor Brian Gibson menegaskan Amerika Serikat tidak akan pernah menjadi negara Marxis. Gibson kepada NTD mengatakan percaya pemilu dan mendorong warga Amerika Serikat untuk melawan komunisme.

“Saya percaya orang-orang jahat telah mencuri pemilu AS,  mereka pikir telah memulai Revolusi Amerika Kedua, kami di sini untuk memberitahu mereka bahwa mereka belum memulai Revolusi Amerika Kedua, karena para patriot dan umat Tuhan akan bangkit di Amerika, kita tidak akan pernah menjadi bangsa Marxis. ”

Organisasi Gibson, PG, kali ini mengadvokasi untuk first amendment rights atau Hak Amendemen Pertama di AS. 

Untuk diketahui, First Amendment Right adalah aturan konsititusi AS yang melarang Kongres membuat undang-undang yang isinya membentuk suatu agama, serta menghambat kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan untuk berkumpul secara damai, dan kebebasan untuk menyampaikan petisi kepada pemerintah. 

Gison menuturkan, pihaknya akan membela hak amandemen pertama warga AS dan akan tetap membuka setiap gereja di Amerika. Jadi organisasi PG. Hari ini, berkumpul dengan damai. Tapi yang kami lakukan adalah untuk membuka gereja.

Gibson mengatakan, mereka menutup kami, kami masuk dan memberikan power kepada para pastor untuk membukanya. Dalam tiga minggu di awal penutupan, kami membuka 5.000 gereja melawan perintah gubernur.

Apa yang disampaikan Gibson mengacu pada perintah pemerintahan negara bagian untuk menutup layanan gereja karena virus Partai Komunis Tiongkok atau corona. 

“Pria dan wanita Tuhan tidak akan mendapatkan hak amandemen pertama kami yang diinjak-injak. Ini bukan Korea Utara. Ini bukan Tiongkok. Ini bukan Vietnam. Ini Amerika, dan Patriots akan membela Konstitusi,” ujar Gibson.

Gibson mendorong warga Amerika untuk membela nilai-nilai Amerika.

Menurut Gibson : “Ini benar-benar momen ‘Kami Rakyat’. Saya ingin memberitahukan kepada Anda bahwa jika pria Amerika tidak mulai bertingkah seperti pria Amerika, kita harus menjalani hidup kita seperti pria Tiongkok di bawah kendali komunis. Jadi, ini momen yang sangat penting. Ini pertarungan antara kebaikan versus kejahatan. Bukan antara Partai Republik versus Demokrat. Ini Amerika versus komunis.” (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular