oleh Zhang Ting

Dalam keadaan normal, pertemuan pemilihan umum oleh Electoral College atau Lembaga Pemilihan Umum pada hari Senin, 14 Desember 2020 itu, tidak lebih dari simbol “pengesahan” terhadap hasil pemilihan November lalu. 

Namun, karena banyaknya kecurangan yang terjadi di banyak negara bagian, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menolak untuk memberikan konsesi dan tetap mengajukan tuntutan hukum di banyak negara bagian. 

Oleh karena itu, pemungutan suara oleh anggota Electoral College pada 14 Desember itu, menjadi menarik.

Sehari sebelum pemungutan suara Electoral College, Presiden Trump menyatakan bahwa telah terjadi penipuan pemilih berskala besar di negara bagian yang berstatus ayunan. Hasil pemilihan dengan kemenangan Biden di negara bagian ini selain ilegal,  juga merupakan kejahatan serius yang dapat dituntut dengan hukuman berat.

Trump memberikan beberapa contoh tentang penipuan yang terjadi di negara bagian berstatus ayunan dan menyatakan bahwa hasil pemilu tersebut tidak boleh disertifikasi. 

“Pemilihan ini berada pada status protes! Kami tidak akan pernah menyerah!”

Sementara itu Tim Biden mengatakan  mereka yakin bahwa pemilihan hari Senin 14 Desember akan berjalan lancar.

Berikut ini adalah panduan pemungutan suara Electoral College:

  1. Bagian mana dari Konstitusi AS yang membuat ketentuan yang relevan ? 

Tata cara pemungutan suara untuk pemilih presiden dijelaskan dalam Pasal 2, Ayat 1, dan Pasal 12 Perubahan. Ada juga beberapa undang-undang federal yang merinci aspek lain dari prosedur ini.

      2. Di mana para pemilih bertemu ?

Menurut Konstitusi, para pemilih akan bertemu muka di negara bagian masing-masing. Dalam praktiknya, para pemilih biasanya bertemu di badan legislatif negara bagian masing-masing dan mengadakan upacara pemungutan suara di bawah pengawasan sekretaris negara bagian.

  1. Bagaimana pelaksanaan pemilihan oleh Electoral College ?

The New York Times melaporkan bahwa pemilih akan menggunakan surat suara untuk memilih presiden dan wakil presiden. 33 negara bagian dan District of Columbia secara hukum mewajibkan pemilih untuk memilih siapa yang memenangkan pemilihan umum negara bagian, jadi seharusnya tidak ada hasil yang tidak terduga di tempat-tempat ini. 17 negara bagian lainnya tidak membatasi pemilih untuk memilih, yang berarti bahwa mereka dapat memberikan suara kepada kandidat presiden pilihannya.

Setelah pemilih memberikan suaranya, suara akan dihitung dan pemilih harus menandatangani sertifikat yang membuktikan hasilnya. Sertifikat ini akan dicocokkan dengan sertifikat yang diberikan oleh kantor gubernur yang mengumumkan jumlah total suara di negara bagian tersebut. Sertifikat ini akan dikirim ke Wakil Presiden Mike Pence yang merupakan Ketua Senat, Kantor Daftar Federal, sekretaris setiap negara bagian, dan Ketua Hakim Pengadilan Distrik Federal tempat para pemilih bertemu.

  1. Apakah hasil pemilihan umum dapat berbeda dari perkiraan ?

Presiden Amerika Serikat tidak dipilih secara langsung oleh setiap pemilih, dan keputusan kalah atau menang sebenarnya terletak pada sistem electoral college. “College” dalam hal ini mengacu pada sekelompok orang dengan tugas bersama, dan orang-orang ini adalah pemilih, dan tugas mereka adalah memilih presiden dan wakil presiden.

Ada 538 suara elektoral dalam pemilihan umum Amerika Serikat. Calon presiden harus memenangkan mayoritas suara elektoral – yaitu 270 suara elektoral atau lebih – untuk terpilih sebagai presiden.

Media memperkirakan, pihak Biden akan memperoleh 306 suara elektoral dan Trump akan memperoleh 232 suara elektoral. Fox News melaporkan bahwa, secara teknis, hasil ramalan dapat saja meleset. 

Faktanya, pada tahun 2016, beberapa pemilih dari Partai Demokrat yang mencegah Trump menjadi presiden, memilih orang selain Hillary Clinton untuk membujuk pemilih dari Partai Republik juga melakukan hal yang sama. Tapi gerakan ini mendapat sedikit dukungan di antara pemilih Demokrat, dan dari Partai Republik hampir tidak ada yang mendukung.

  1. Bisakah saya melihat para pemilih memberikan suaranya ?

Konstitusi tidak menentukan kapan para pemilih di setiap negara bagian harus bertemu, sehingga waktu pemungutan suara pemilih bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya. Pertemuan ini akan diadakan antara pukul 10 pagi hingga 7 malam EDT, dan sebagian besar pertemuan akan diadakan antara pukul 11 ​​hingga 1 siang EDT.

Dalam banyak kasus, negara bagian akan menyiarkan pertemuan elektoral college secara langsung. Pertemuan pada pukul 12 siang di Georgia disiarkan langsung oleh stasiun radio dan TV public di Georgia. Sedangkan pertemuan electoral college Maryland pada waktu yang sama disiarkan langsung di situs resmi negara bagian tersebut.

  1. Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

Pemungutan suara oleh anggota Lembaga Pemilihan Umum ini tidak berarti proses pemilu Amerika Serikat telah selesai. Kongres akan mengadakan pertemuan bersama pada 6 Januari untuk secara resmi menghitung suara electoral college yang diajukan oleh masing-masing negara bagian, yaitu untuk mengesahkan hasil pemungutan suara di setiap negara bagian. 

Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence akan memimpin pertemuan tersebut. Dua anggota yang ditunjuk oleh masing-masing Dewan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat membacakan dan menghitung suara pemilihan berdasarkan urutan abjad. Hasil statistik kemudian diberikan kepada Mike Pence yang kemudian mengumumkan hasilnya dan mendengarkan suara-suara pertentangan jika ada.

Dalam rapat gabungan, jika setidaknya satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan satu senator menolak untuk menerima suara pemilih yang diajukan oleh suatu negara bagian pada saat yang sama, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat akan mengadakan pemungutan suara.

Mo Brooks, perwakilan dari Alabama dan beberapa perwakilan lainnya dari Partai Republik mengatakan bahwa, mereka berencana untuk menantang para pemilih di negara bagian ayunan. Anggota parlemen ini berpendapat bahwa pemilu di negara bagian ini terlalu bermasalah untuk membuat mereka merasa yakin dengan hasil perhitungan suaranya.

Baik Senator Amerika Serikat, Rand Paul dan Ron Johnson mengatakan bahwa mereka tidak akan mengesampingkan untuk menolak hasil Electoral College yang diajukan oleh negara bagian yang berstatus ayunan.

Jika tantangan anggota kongres ini berhasil, hasil pemilu negara bagian ini akan dibatalkan.Menurut  Mo Brooks tindakan ini masuk akal. “Saya sangat yakin bahwa pemilihan kali ini telah dirampok oleh Partai Demokrat yang pro-sosialis,” katanya. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular