Erabaru.net. Pada awal Oktober lalu, astronom menemukan sebuah benda langit tak dikenal terperangkap dalam orbit Bumi dan menjadi ‘Bulan mini’ untuk Bumi, bernama 2020 SO. Namun objek dekat Bumi ini memiliki banyak keunikan yang tidak sama dengan benda langit biasa.

Menurut Paul Chodas, Direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi (Center for Near-Earth Object Studies /CNEOS) di Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), dari sudut pandang data, perilaku “2020 SO” tidak seperti benda langit alami.

Dia mengatakan, orbit benda langit ini akan dipengaruhi oleh gaya non-gravitasi, seperti misalnya energi radiasi Matahari.

“Jika itu asteroid, tidak mudah didorong ke sana ke mari. Tapi kaleng kosong, misalnya roket yang ditinggalkan, bisa didorong seperti itu,” katanya

Mengenai orbit 2020 SO, ada dua karakteristik yang menonjol: kecepatannya sangat lambat, dan orbitnya mengelilingi Matahari sejajar dengan orbit Bumi itu sendiri. Tak seperti asteroid lain, 2020 SO mengikuti orbit sekitar Matahari yang sangat mirip dengan perilaku Bumi, hampir sirkuler di piringan yang sama.

“Hanya sedikit lebih menjauh dari Matahari di titik terjauhnya,” kata Chodas. “Asteroid tidak berperilaku seperti ini – kecepatan gerak mereka jauh lebih cepat dan tidak terpengaruh oleh jalur Bumi mengelilingi Matahari.”

Sekarang, setelah diamati dengan teleskop infra merah IRTF di Hawaii, para peneliti menganalisis data spektrum 2020 SO, ditemukan bahwa komposisi kimianya mirip dengan roket yang telah terbang di luar angkasa selama lebih dari 50 tahun yakni roket Centaur yang diluncurkan AS pada September 1966.

Pada saat itu, roket ini mengangkut wahana tak berawak “Surveypor 2” AS ke Bulan, tetapi gagal mendarat dan jatuh di permukaan Bulan.

Peneliti akhirnya memastikan bahwa “bulan mini” ini memang bukan benda dari luar angkasa, melainkan sampah antariksa yang ditinggalkan manusia. Namun, SO 2020 tidak akan terlalu lama di orbit Bumi. Setelah melewati perigee, benda ini akan berangsur-angsur menjauh dan akan meninggalkan orbit Bumi pada Maret tahun depan, memasuki orbit dan terbang mengelilingi Matahari.(Johny/yn)

Sumber: techbang

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular