oleh Zheng Gusheng

Komunis Tiongkok telah membangun pagar yang dijuluki “Tembok Besar Selatan” di perbatasan antara Tiongkok dengan Myanmar. Pagar itu dicurigai untuk mencegah penyelundupan warga daratan Tiongkok ke luar negeri dan mencegah warga Tiongkok kabur

Akibat penurunan ekonomi Tiongkok yang cukup drastis, banyak pabrik bangkrut dan karyawan menganggur. Belakangan banyak muncul kasus penyelundupan manusia ke Vietnam untuk bekerja. Banyak yang ditangkap. 

Karena alasan ini, rezim Komunis Tiongkok membangun ratusan kilometer tembok beton bertulang di sepanjang perbatasan Tiongkok dengan  Vietnam untuk mencegah penyelundupan manusia dan mencegah warga Tiongkok melarikan diri.

Beberapa hari yang lalu, ada berita di Twitter Myanmar yang menyebutkan bahwa komunis Tiongkok sedang membangun pagar perbatasan kokoh Tiongkok dengan Myanmar yang dijuluki “Tembok Besar Selatan” untuk mencegah penduduk daratan Tiongkok melarikan diri ke Myanmar. 

Tahap pertama dari pembangunan pagar yang dililiti besi berduri sepanjangan 660 kilometer kini sudah selesai. Kabarnya pembangunan dimulai sejak awal tahun ini.

Artikel menyebutkan bahwa tahap kedua proyek tersebut dijadwalkan selesai pada akhir tahun depan. Saat itu, perbatasan Tiongkok dengan  Myanmar yang panjangnya melebihi 2.000 kilometer akan benar-benar “terpotong” oleh kawat berduri. 

Tahap ketiga proyek direncanakan selesai pada bulan Oktober 2022, dengan fokus pada pemasangan jaringan listrik tegangan tinggi di bagian jalur yang sering digunakan untuk penyelundupan. Sistem pemantauan Skynet dan sistem alarm inframerah juga akan dipasang di semua tempat.

Radio Free Asia mengutip analisa dari pemerhati hubungan Tiongkok dengan Myanmar pada 14 Desember memberitakan bahwa pembangunan pagar perbatasan tinggi oleh rezim Beijing bukanlah alasan utama untuk mencegah penyebaran epidemi dari luar negeri.

Disebutkan bahwa pembangunan pagar perbatasan ini tidak dilakukan dalam semalam, melainkan melalui perencanaan yang sangat matang. Karena perbatasan Tiongkok dengan  Vietnam dan Tiongkok dengan  Myanmar di masa lalu mudah dilintasi. Tujuan lain dari pembangunan pagar adalah untuk mencegah penduduk Tiongkok melarikan diri.

Analisa pemerhati hubungan Tiongkok dengan  Myanmar juga mengutip ucapan seorang sarjana bermarga Wang di Taiyuan, Shanxi yang mengatakan bahwa Asia Tenggara sekarang menjadi saluran bagi warga daratan Tiongkok untuk melarikan diri. 

Dalam beberapa tahun terakhir, komunis Tiongkok selain memperkuat kontrol keluar-masuknya penduduk, bahkan menculik penduduk yang sudah berada di luar negeri untuk dikirim pulang ke Tiongkok. 

Sekarang sulit bagi para pembangkang domestik untuk kabur, dan mereka memiliki pemahaman yang mendalam tentang hal ini.

Amu, seorang warga Provinsi Yunnan di daerah perbatasan merilis rekaman video yang memperlihatkan pembangunan pagar oleh komunis Tiongkok sejak awal tahun ini. Pembangunan mengganti pagar lama yang terbuat dari kayu sederhana dengan pagar logam. Dalam rekaman tampak pula para pekerja sedang memperbaiki peralatan pengawasan. (sin/rp)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular