oleh He Yating

‘The National Pulse’, sebuah media milik kaum konservatif Amerika Serikat  mengutip laporan bedah bukti yang dilakukan oleh Allied Security Operations Group atau Tim Gabungan Operasi Keamanan yang dirilis pada hari Minggu 13 Desember 2020. 

‘The National Pulse’ memberitakan bahwa selama inspeksi dan pengamatan, tim menemukan tingkat kesalahan dari mesin pemungutan suara ‘Dominion’ yang terjadi di Antrim County, Michigan yang mencapai setinggi 68,05%. 

Menurut standar toleransi terhadap kesalahan yang disahkan oleh Federal Election Commission pada tahun 2001, tingkat kesalahan maksimum yang dapat diterima adalah 1/500000 atau  0,0002%. Laporan tersebut menyebutkan bahwa sistem pemungutan suara ‘Dominasi’ memiliki kesalahan besar yang fatal dalam hal keamanan dan integritas pemilihan.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kesalahan sistem pemungutan suara ‘Dominion’ bukan disebabkan oleh kekeliruan dalam pengoperasian staf, tetapi oleh desain sistem dan perangkat lunak dari mesin pemungutan suara itu sendiri. 

Sistem tersebut sengaja menghasilkan banyak sekali kesalahan statistik surat suara, kemudian menyerahkan surat suara elektronik ke proses ajudikasi dengan tanpa adanya pengawasan, tidak transparansi, dan tanpa jejak audit. Kesalahan demikian ini jelas dirancang dengan sengaja agar surat suara ilegal otomatis menjadi sah dalam proses ajudikasi, membuka pintu untuk penipuan berskala besar.

Laporan Tim Gabungan Operasi Keamanan berbunyi : “Kami menyimpulkan bahwa sistem pemungutan suara Dominion sengaja dirancang dengan kesalahan yang melekat yang menyebabkan penipuan sistematis dan mempengaruhi hasil perhitungan suara pemilihan.”

Laporan tersebut juga melampirkan teks lengkap dari laporan pengujian yang dikeluarkan oleh Tim Gabungan Operasi Keamanan pada 13 Desember 2020.

[ Untuk link laporan asli The National Pulse, silahkan klik : https://thenationalpulse.com/breaking/michigan-dominion-report/ ]

Dalam pemilu Amerika Serikat tahun ini, pejabat pemilu di Antrim County menemukan ada 6.000 surat suara untuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah dialihkan ke kandidat presiden Amerika Serikat, Joe Biden oleh mesin pemungutan suara ‘Dominion’. 

Setelah media mengungkapkan kejadian tersebut, publik menjadi curiga adanya kesalahan sistemik terhadap mesin pemungutan suara ‘Dominion’. Masyarakat sangat mencurigai, “Apakah mesin pemungutan suara ‘Dominion’ yang digunakan dalam pemilu di seluruh Amerika Serikat ini telah melakukan pengalihan ilegal sejumlah besar suara untuk Trump ke Joe Biden?” 

Media sayap kiri umumnya menyebut kesalahan ini sebagai kesalahan “kecil” yang dilakukan oleh operasi yang tidak tepat dari petugas TPS.

Namun, banyak negara bagian yang berstatus ayunan termasuk Michigan telah digugat karena melakukan berbagai bentuk kecurangan pemilu. Pada saat yang sama, 2 kasus kesalahan lainnya yang terkait mesin pemungutan suara ‘Dominion’ yang terjadi di Antrim County lagi-lagi terungkap.

Menurut laporan situs kaum konservatif Amerika Serikat ‘Gateway Pundit’ pada 12 Desember,  melalui pemantauan yang saksama masyarakat menemukan adanya kelebihan sebanyak 742 suara pemilih hasil perhitungan mesin dengan Komite Pendidikan Central Lake Township yang diadakan di Antrim County pada 6 November. 

Di daerah yang hanya memiliki 6 pemilih yang memenuhi syarat, jumlah total suara yang ditampilkan oleh mesin pemungutan suara ‘Dominion’ adalah 663 suara. Padahal di daerah itu hanya 3 orang yang memberikan suara. Fenomena ini mengindikasikan bahwa mesin pemungutan suara khusus ini dapat dimanfaatkan oleh orang-orang dengan motif tersembunyi untuk mengisi suara secara ilegal.

Matthew DePerno, pengacara Kantor Hukum DePerno mengajukan gugatan atas nama William Bailey, penduduk Central Lake Township. Gugatan meminta pengadilan untuk mengizinkan tim ahli independen melakukan penyelidikan berupa bedah bukti terhadap mesin tabulasi di seluruh 22 daerah pemilihan, termasuk drive USB, perangkat lunak terkait, dan mesin tabulasi master yang digunakan oleh anggota dan pimpinan TPS.

Pada 4 Desember sore, Hakim Kevin A. Elsenheimer dari Pengadilan Banding Sirkuit ke-13 Michigan menyetujui permintaan William Bailey dan timnya yang ahli teknologi informasi . Permintaan untuk melakukan penyelidikan melalui bedah bukti terhadap mesin-mesin tabulasi, drive USB, perangkat lunak terkait terhadap 16 mesin pemungutan suara ‘Dominion’ yang digunakan dalam pemilu di Antrim County. 

Selain itu, pengadilan juga memberikan wewenang kepada tim William Bailey untuk melakukan penyelidikan independen terhadap gambar yang diperoleh selama pemeriksaan. Hakim juga memerintahkan untuk tidak memusnahkan data terkait pemilu 2020 dalam sistem pemungutan suara ‘Dominion’.

Sebuah tim yang terdiri dari 7 orang ahli Teknologi Informasi Yudisial yang terlatih pada 5 Desember pergi ke lokasi penghitungan suara di Antrim County untuk mengumpulkan bukti. Delapan jam kemudian, tim TI ini membawa pulang 16 kartu CF yang mirip dengan kartu SIM, 16 buah USB drive, dan gambar forensik dari mesin pemungutan suara ‘Dominion’ yang dikawal oleh dua mobil polisi Antrim County menuju bandara, lalu berangkat dengan pesawat terbang.

Beberapa hari kemudian, tim ahli TI muncul dengan hasil evaluasi bedah bukti tetapi Ketua Jaksa Michigan melarang tim tersebut untuk mengungkapkan hasil evaluasi ini kepada dunia luar. Pengadilan juga mendukung keputusan jaksa dengan alasan terkait keamanan nasional.

Kantor Hukum DePerno pada hari Jumat 11 Desember lalu, mengeluarkan mosi mendesak kepada Hakim Kevin A. Elsenheimer untuk meminta pengadilan mencabut perintah perlindungan yang melarang dia membagikan hasil pemeriksaan.

DePerno mengingatkan hakim bahwa batas waktu pemilih untuk memilih presiden berikutnya adalah 14 Desember. DePerno menunjukkan dalam aplikasi bahwa Sekretaris Negara Bagian Michigan tidak mengizinkan pengujian yudisial perangkat lunak Dominion dengan alasan bahwa pengujian yudisial melanggar kesepakatan antara pemerintah negara bagian dengan perusahaan ‘Dominion’. 

Namun, kesepakatan yang disampaikan oleh Antrim County menunjukkan bahwa mereka belum menandatangani kesepakatan apapun tentang tidak boleh mengadakan pengujian yudisial. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular