Frank Yue 

Ibukota Beijing dalam keadaan waspada setelah diagnosis COVID-19 baru, karena daerah-daerah di seluruh Tiongkok melihat penyakit tersebut muncul kembali. Masih sulit untuk menilai skala yang sebenarnya dari wabah tersebut karena kurangnya transparansi dari pihak berwenang Tiongkok.

Pada 15 Desember 2020, pihak berwenang Beijing mengumumkan kasus COVID-19 atau virus Komunis Tiongkok terbaru yang dipastikan pada sebuah konferensi pers, seorang pria berusia 27 tahun berasal dari Provinsi Jilin, timur laut Tiongkok.

Pria tersebut tiba di Beijing melalui Hong Kong. Ia melakukan karantina mandiri selama 14 hari, selama hasil ujinya adalah negatif. Tetapi setelah ia selesai melakukan karantina mandiri, ia mulai menderita demam dan diare. Menurut pihak berwenang, pada tanggal 14 Desember 2020, hasil ujinya adalah positif. 

Sebuah survei epidemiologi menemukan bahwa pria tersebut memiliki setidaknya 177 kontak dekat. Pagi hari pada tanggal 16 Desember, pihak berwenang di kota Dalian, Provinsi Heilongjiang mengumumkan lebih banyak kasus COVID-19, kota terbaru di wilayah timur laut Tiongkok  untuk menyaksikan gelombang lain.

Tiga kota di Provinsi Heilongjiang telah diisolasi sejak  minggu terakhir.

Pihak berwenang Dalian mengatakan pada hari Rabu bahwa orang-orang yang baru ditemukan terinfeksi semuanya adalah pekerja dari Yidu Group, sebuah perusahaan logistik Cold Chain setempat.

Sebuah video online menunjukkan para penduduk yang sudah mengantre untuk pengujian asam nukleat pada hari yang sama.

Saat ini, para pejabat belum mengungkapkan kontak dekat dari kasus-kasus baru dan keberadaan mereka dalam 14 hari terakhir.

Sementara itu, di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok, diberlakukan karantina terhadap dua hotel setelah seorang tamu yang menginap di sana dinyatakan positif pada tanggal 14 Desember.

Pasien tersebut, bermarga Gao, adalah pilot Sichuan Airlines. Selama masa karantina mandiri, ia pergi ke kota Jiangyou untuk menghadiri pesta pernikahan yang dihadiri 300 tamu lainnya, menurut laporan media setempat.

Semua orang yang tinggal di dua hotel tersebut pada periode yang sama, kini diwajibkan melakukan pengujian COVID-19. Kompleks perumahan tempat tinggal Gao kini ditutup, dan tidak ada kurir pengiriman yang diizinkan masuk.

Sejak tanggal 7 Desember 2020, saat lebih dari selusin kasus domestik dipastikan di ibukota Sichuan, Chengdu, Provinsi Sichuan telah diisolasi. Tetapi, kebijakan untuk tetap berada di rumah dan pembatasan perjalanan memicu kemarahan di antara penduduk setempat.

“Blokade saja. Tidak ada jalan masuk atau keluar. Staf pemerintah tidak peduli anda hidup atau mati. Mereka sangat kasar dan memperlakukan anda seperti binatang,” kata Xiao

Liang dengan nama samaran, seorang penduduk Chengdu, mengatakan kepada The Epoch Times pada wawancara tanggal 14 Desember.

Seorang pedagang grosir setempat mengatakan, semua pasar setempat kini ditutup, dan mereka semua berada di rumah.

Seorang wanita penduduk yang tinggal di dekat Jalan Xihu di Chengdu mengatakan bahwa ia dan tetangganya semuanya menjalani uji asam nukleat. (vv)

Share

Video Popular