Jack Phillips

Presiden Donald Trump pada hari Minggu pagi (20/12/2020)  menepis laporan-laporan mengenai sebuah pertemuan di Kantor Oval yang dihadirinya, Sidney Powell, dan pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Darat Michael Flynn di mana darurat militer disarankan.

“Darurat Militer = Berita Palsu. Hanyalah pelaporan buruk disengaja!” Donald Trump menulis pada hari Minggu pagi dalam sebuah tweet.

Sebuah laporan pada hari Sabtu dari The New York Times yang mengklaim mengutip sumber anonim menegaskan bahwa Donald Trump mengadakan sebuah pertemuan dengan Sidney Powell, Michael Flynn, mantan Walikota New York Rudy Giuliani, dan penasihat-penasihat lainnya.

Untuk informasi itu, The New York Times mengklaim bahwa “dua orang memberi pengarahan mengenai diskusi” yang menyediakan para wartawan The New York Times dengan informasi tersebut.

The Epoch Times telah menghubungi Gedung Putih untuk memberikan komentar.

Pengacara kampanye Donald Trump, Jenna Ellis, yang telah membantu  tantangan pemilihan Presiden Donald Trump di negara-negara bagian yang utama, memberi tweet ulang posting Donald Trump yang menyatakan laporan The New York Times adalah “berita palsu” pada hari Minggu .

Dalam wawancara Newsmax pada tanggal 18 Desember, Michael Flynn menyatakan bahwa Donald Trump dapat mengerahkan

militer untuk menjalankan kembali pemilihan umum di negara-negara bagian yang utama, tetapi dalam wawancara yang sama, Michael Flynn — mantan direktur intelijen Amerika Serikat — mengatakan ia tidak menyukai darurat militer diberlakukan, yang tampaknya bertentangan dengan laporan The New York Times.

“Donald Trump dapat dengan segera, atas perintahnya, menyita semua mesin-mesin ini di seluruh Amerika Serikat, atas perintahnya. Donald Trump juga dapat memerintahkan, di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran, jika ia mau, ia dapat mengerahkan kemampuan militer dan ia dapat menempatkan kemampuan militer di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran dan pada dasarnya menjalankan kembali pemilihan umum di masing-masing negara bagian tersebut. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Michael Flynn kepada Newsmax.

Dalam wawancara tersebut, Michael Flynn mengatakan ia tidak menganjurkan agar Donald Trump menerapkan darurat militer: “Kami memiliki proses konstitusional … yang harus diikuti.”

Beberapa minggu lalu, Michael Flynn memposting sebuah rilis berita dari sebuah kelompok bernama “We the People Convention” yang menyarankan sebuah bentuk darurat militer yang terbatas untuk mengizinkan militer untuk “mengawasi pemilihan federal baru yang bebas dan adil jika Legislator, Pengadilan, dan Kongres tidak mengikuti Konstitusi.”

Kampanye Donald Trump dan beberapa organisasi berita diminta oleh sebuah firma hukum yang mewakili Sistem Penghitungan Suara Dominion bahwa mereka harus menyimpan dokumen  yang berkaitan dengan Sidney Powell dan mesin Sistem Penghitungan Suara Dominion.

Firma hukum tersebut meminta Sidney Powell untuk mencabut klaimnya terhadap perusahaan hukum tersebut, menurut sepucuk surat yang dikirim kepada Sidney Powell minggu lalu, dan permintaan dokumen tersebut menyarankan bahwa para pejabat dapat mengajukan gugatan hukum. (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular