Saling bergantung, menopang, melindungi dalam hidup dan mati 

Melanie yang kurus dan lemah menemui saingan cinta yang paling ganas.

Berbeda dengan tindakan penjagaan dalam kecemburuan wanita pada umumnya, Melanie sangat menyukai vitalitas mudanya ketika kali pertama melihat Scarlett. 

Setelah Scarlett menjadi kakak iparnya bahkan telah mengandung seorang anak yang dilahirkan setelah ayah anak tersebut (abang Melanie satu-satunya) meninggal dunia dalam perang, si kecil Wade Jr (peran tersebut dihapus dalam film), menyambung keturunan bagi keluarga, Melanie sangat berterima kasih dan peduli pada Scarlett, memintanya membawa putranya untuk tinggal bersama di rumah bibinya di Atlanta. 

Mereka secara bersama-sama bergabung dalam bazar, ke rumah sakit untuk merawat yang terluka dan ke alun-alun untuk menunggu daftar korban tewas.

Pada musim panas 1864, pasukan Utara mendesak ke Atlanta, penduduk kota berduyun-duyun melarikan diri, bahkan bibi dari Melanie pun ikut mengungsi, andaikan bisa Scarlett ingin sekali terbang pulang menengok ibunya yang sedang sakit kritis, namun dia telah menyanggupi Ashley yang maju ke garis depan untuk mengurus Melanie. 

Dalam suara letupan senjata dan dentuman meriam yang memekakkan telinga, para dokter terlalu sibuk menolong para prajurit yang terluka sampai-sampai tidak sempat mengurus Melanie, sehingga Scarlett memaksakan diri untuk membantu persalinan sulit dari pesaing cintanya.

Kalau meninggalkan Melanie dan bayinya begitu saja, maka di alam nyata  maupun di alam baka dia tidak punya muka untuk menghadapi Ashley yang mati hidupnya masih sulit diprediksi. 

Si cantik egois nan liar ini baru kali pertama memedulikan, tidak sampai meninggalkan dan mencampakkan orang lain! Pergolakan dan kekacauan pada masa perang, kereta karavan menerjang keluar dari lautan api Atlanta, dalam angin dan hujan, untuk menghindari kecelakaan militer maka bersembunyilah mereka di bawah jembatan yang airnya lagi meluap, di dalam kereta terdapat istri dan anak sang kekasih, si kecil Wade Jr dan sang pembantu wanita ……

Twelve Oaks Manor di rumah Ashley telah menjadi hangus dengan tanah, ibu dan bapak di rumah yang dijarah telah meninggal, Scarlett yang berusia 19 tahun menyeka air matanya dan memikul beban berat, dan telah menjadi pilar keluarga. Dia berinisiatif bercocok tanam, menggali lobak, memetik kapas, dengan bertelanjang kaki membajak tanah di belakang kuda,sepasang tangan yang penuh lepuh berdarah telah membentuk kapalan yang tebal. Dia yang ceroboh juga memperhatikan perawatan terhadap ibu dan bayinya, memberikan satu-satunya sepatu terbaik kepada Melanie dan memberikan kasur yang paling tebal untuk ibu dan anaknya tersebut.

Dia juga telah menembak mati seorang tentara Utara yang diam-diam telah memasuki rumah hendak mencuri, Melanie menghunus pedang tentara milik Charlie membantu penjagaan, menyuruhnya yang sedang panik untuk memakamkan jenazah dan menghapus noda darah secepatnya, lalu mereka berdua berbagi tugas untuk membersihkan tempat kejadian perkara. Ketenangan dan keseksamaan Melanie sangat membuat kagum Scarlett: ”Sungguh tidak mengira dia mengerti isi hatiku!”

Kepada Scarlett yang datang menyesali perbuatannya Melanie berkata, “Sayangku saya tidak butuh penjelasan apa pun.” Bagaimana- pun Melanie mengerti itu semua, mampu menerima dan melepaskan, serta memaafkan dengan penuh belas kasih. (Domain Publik)

Terdapat lagi serbuan sekelompok tentara Utara, mereka telah menjarah makanan dan unggas yang terlambat disembunyikan, kapaspun juga telah dibakar. Melanie adalah orang pertama yang menerjang membantu Scarlett memadamkan api, bahkan menghiburnya yang sempat terjatuh pingsan: ”Tidak ada yang hilang, kita masih bersama, anak-anak baik-baik saja, dan masih ada rumah untuk ditinggali.” 

Melihat dompet Scarkett berisi koin emas yang disembunyikan dalam popok bayi, dia tertawa lebar dan berkata: ”Kamu benar-benar kakak iparku yang paling hebat!” Scarlett diam-diam memuji pesaing cintanya yang sering dia benci ini: ”Dia selalu ada di sisiku pada saat dibutuhkan.”

Dalam bahaya dan bencana, Scarlett yang pemberani bagaikan seorang komandan militer yang menyerbu ke depan, sedangkan Melanie tetap tenang dan stabil, sosok yang dapat menyelesaikan masalah.

Share

Video Popular