Ketika teori kalah perang seorang spekulan bernama Rhett menyulut kemarahan massa dan dikucilkan, dia tetap menyambut kedatangan Rhett, karena di dalam surat Ashley juga berpandangan yang sama. 

Ketika para nyonya dengan sikap menghina menolak pelacur bernama Belle ketika memberi bantuan kepada pasien terluka di rumah sakit, hanya Melanie dengan tulus menerimanya. Tidak gila kekuasaan, tidak ada sentimen, anggun, tidak mengecewakan hati setiap orang yang memiliki kebaikan hati dan niatan baik spontan, itulah Melanie!

Setelah mendatangi makam Charlie kakak laki-lakinya, dia juga sembari mencabuti rumput di makam serdadu pasukan utara tanpa nama yang tak terurus (yang notabene adalah pasukan musuh, red.) dan meletakkan sedikit bunga, dalam kilatan air matanya terdapat kepedulian penuh kasih sayang yang  melampaui pertentangan antara cinta dan benci.

Rhett yang bermulut manis dan suka menyindir, hanya hormat dan segan kepada Melanie, serta memujinya memiliki keanggunan sejati. Ketika kota Atlanta dikuasai musuh, adalah Rhett yang mencarikan kereta kuda dan mengirimkan perempuan serta anak-anak keluar kota lalu ikut bergabung dalam pasukan. 

Bahkan bersama dengan Belle ia juga membantu Ashley dan kawan-kawan menghalau perampokan, Belle mengagumi Melanie adalah seorang umat Kristen yang baik, adalah satu-satu- nya nyonya di kota itu yang ingin dia mengucapkan terima kasih.

Melanie selalu menjaga dan menghargai takdir pertemuannya dengan Scarlett, ibarat kerang membalut kerikil sampai menjadi  mutiara.  Setelah  Melanie  meninggal dunia, Scarlett baru menyadari bahwa Melanie adalah satu-satunya teman perempuan terdekatnya, selain ibu sebagai satu-satunya orang yang sungguh-sungguh mencintai dan melindunginya, Melanie merupakan penghibur ibarat mutiara bagi nya di tengah asmara yang bertepuk sebelah tangan pada era yang teramat sulit itu.

Saat menikahi Rhett Butler yang merupakan pernikahan ketiga Scarlett, dia masih saja tidak bisa melenyapkan cintanya kepada Ashley. Di dalam sebuah pabrik kayu ketika keduanya mengenang kembali masa remaja yang indah sebelum perang, mereka lantas berpelukan mendesah tanpa disengaja kepergok orang lain, rumor pun beredar di seluruh Atlanta.

Malam itu ulang tahun Ashley tetap diadakan, Scarlett yang berdebar hatinya didorong masuk oleh Rhett, dirinya yang telah berdandan cantik itu seketika menjadi sorotan setiap pasang mata, gemuruh suara tawa dan bincang-bincang pun terhenti seketika. Melanie buru-buru me- nyambutnya, seakan di matanya hanya ada Scarlett seorang, dengan ekspresinya yang begitu jernih dan hangat, sembari merangkulnya dia berkata, 

“Bersediakah kau menjadi malaikat? Ikut denganku melayani para tamu.” Suaranya penuh kasih dan kepercayaan yang sama sekali tidak ditutupi, tangannya digandeng mereka pun dengan membusungkan dada bersama-sama menemui para tamu… “Bersediakah kau menjadi malaikat?” Bimbingan dengan kelembutan dan keteguhan, tidak berlebihan dan ringkas, harmonis dan berjiwa besar, adalah sayap malaikat Melanie yang terkembang, yang telah melindungi Scarlett yang berada di ujung tanduk menjadi sasaran kritik publik. Mereka hanya melihat sisi buruknya, sedangkan Melanie mengingat hubungan senasib sepenanggungan mereka, iba terhadap perempuan yang telah banyak berjuang dan membantu keluarga mereka itu.

Rhett berkata, “Melanie itu  bodoh, tapi tidak seperti yang Anda kira. Karena hati-nya sangat mulia, tidak pernah berpikiran buruk terhadap setiap orang yang dicintainya.” Kepada Scarlett yang datang menyesali perbuatannya Melanie berkata, “Sayangku, saya tidak butuh penjelasan apa pun.” 

Bagaimanapun mereka berdua telah saling bergantung hidup melewati masa-masa sulit, tidak perlu banyak kata- kata, Melanie mengerti itu semua, mampu menerima dan melepaskan, serta memaafkan dengan penuh belas kasih.

Dia tahu cinta Scarlett kepada Ashley adalah seperti dambaan gadis remaja, terbatas oleh wawasan, bodoh tapi keras kepala, tidak mengetahui dengan jelas hatinya sendiri, juga tidak paham tentang meningkatkan diri. Jika dijelaskan dengan ungkapan halus tidak bisa dipahaminya, tapi jika dikatakan terus terang sikapnya akan langsung menentang. Ia dan Ashley adalah suami istri yang saling mencintai dan saling memahami, Melanie memahami kelembutan dan luka di hati Ashley, tahu batasan prinsipnya, dia percaya suaminya dan tidak tergerak dengan hiruk pikuk dunia luar. 

Bagaimana mungkin api dan air menyatu? Sekali melihat dia langsung memahami, Scarlett tidak akan menyukai Ashley yang murung dan pasif, Ashley tidak akan tahan menghadapi sifat Scarlett yang selalu berbuat sekehendak hatinya.

Saat Rhett Butler dan Scarlett bertengkar hebat, Melanie memberitahu Rhett dengan jelas, “Sebenarnya, Scarlett sangat mencintaimu, hanya saja dia belum menyadarinya.”

Biasanya pihak ketiga bisa melihat lebih jelas, di dalam hatinya Scarlett sejak awal telah jatuh hati pada Rhett. Menjelang ajalnya Melanie berpesan pada Scarlett: Kapten Butler begitu mencintaimu, bersikaplah baik kepadanya. (pur)

 

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular