Ella Kietlinska dan Joshua Philipp

Seorang mantan tahanan politik Kuba, Amerika Serikat tertatih-tatih di tepi jurang sosialisme, dan pola peristiwa tersebut adalah serupa dengan apa yang terjadi di Kuba saat Kuba jatuh dari menjadi sebuah negara kapitalis yang makmur menjadi negara sosialisme.

Mantan tahanan politik Luis Zuniga, yang dipenjara karena penentangannya terhadap komunisme di Kuba berkata : “Saya yakin hal tersebut pada saat ini, seperti ada kekuatan kuat di dalam negeri Amerika Serikat yang berusaha keras untuk beralih ke sosialisme.” 

Luis Zuniga memperingatkan bahwa, seperti apa yang telah dialami di Kuba, mereka yang mendorong ideologi sosialisme itu mungkin mengklaim bukan sebagai sosialis, tetapi hal itu hanya dikarenakan “mereka tidak memberitahukan kepada anda.”

Diktator sosialis Kuba Fidel Castro dan diktator sosialis Venezuela Hugo Chavez tidak mengatakan bahwa mereka adalah sosialis saat mencari dukungan  rakyat untuk memperoleh kekuasaan. Hal demikian disampaikan oleh Luis Zuniga kepada program “Crossroads” The Epoch Times dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Tetapi Fidel Castro dan  Hugo Chavez memaksakan sosialisme di negaranya masing-masing, kata Luis Zuniga.

Beberapa bulan setelah Fidel Castro merebut kekuasaan politik dan militer di Kuba pada tahun 1959, sang diktator mengatakan kepada media Amerika Serikat, “Saya telah mengatakan dengan sangat jelas — kami bukanlah komunis.”

Fidel Castro juga mengklaim pada saat wawancara CBC, “Pendapat kami adalah bahwa… setiap orang berhak untuk berpikir seperti yang mereka inginkan [dan] ini adalah prinsip demokrasi. Kami tidak memiliki alasan untuk melarang opini apa pun, opini tersebut adalah prinsip demokrasi, itulah satu-satunya alasan kami tidak melarang gagasan apa pun.”

“Kami tidak takut dengan gagasan karena kami memiliki gagasan kami dan kami percaya pada gagasan kami,” tambah Fidel Castro.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana, Kuba, melaporkan ke Kementerian Luar Negeri bahwa Fidel Castro, dalam pidatonya pada tahun 1959 yang disiarkan di radio dan televisi, mengatakan bahwa ia bukanlah komunis dan “juga bukanlah revolusi.”

Pada tahun 1959, Fidel Castro merebut kekuasaan dan berjanji pada rakyat Kuba bahwa dalam 18 bulan, ia akan menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas dan memulihkan konstitusi Kuba tahun 1940, yang dianggap sebagai salah satu negara yang paling demokratis di kawasan tersebut.

Tidak satu pun dari janji Fidel Castro ditepatinya.

Dua tahun kemudian, Fidel Castro menghapus pemilihan umum dengan mengatakan “Revolusi tidak ada waktunya untuk pemilihan umum. Tidak ada pemerintahan yang lebih demokratis di Amerika Latin daripada pemerintah revolusioner,” menurut BBC.

Pada bulan Desember 1961, Fidel Castro akhirnya mengungkapkan dalam pidatonya di televisi, “Saya adalah seorang Marxis-Leninis dan akan tetap adalah seorang Marxis-Leninis sampai akhir hidup saya.”

Luis Zuniga mengatakan bahwa sementara Fidel Castro dan diktator sosialis Venezuela Hugo Chavez, tidak mengakui bahwa mereka adalah sosialis saat mencari dukungan rakyat untuk memperoleh kekuasaan, mereka mewujudkan maupun menerapkan sosialisme.

“Dan saat anda menyadari bahwa anda berada di bawah cengkeraman sebuah rezim sosialis, anda sudah tamat,” Luis Zuniga memperingatkan Amerika Serikat. 

“Jaga demokrasi anda, karena begitu anda kehilangan demokrasi, maka akan memakan waktu puluhan tahun — kelaparan, penjara, kesengsaraan, semua pengalaman yang sama yang telah dijalani oleh semua negara sosialis — akan menimpa anda.”

Bagaimana Sosialis Mempertahankan Kekuasaan

Rezim sosialis di Kuba mempertahankan kekuasaannya dengan menggunakan dua cara, kata Luis Zuniga. Cara pertama adalah penindasan dengan kekerasan terhadap rakyat, misalnya hukuman penjara yang lama dan eksekusi regu tembak. Siapa pun dapat dijatuhi hukuman 10 sampai 15 tahun penjara hanya karena berbicara menentang rezim, kata Luis Zuniga.

Cara kedua adalah menjaga masyarakat tetap berada dalam kemiskinan pada tingkat nafkah penghidupan, kata Luis Zuniga. Banyak orang Kuba mendapat cukup uang penghidupan tanpa berutang karena mendapat kiriman uang dari keluarganya yang tinggal di luar negeri, tambah Luis Zuniga.

Luis Zuniga menuturkan :  “Sistem ekonomi sosialis adalah gagal, Ekonomi terpusat adalah gagal karena bertentangan dengan upaya, kemauan, dan keinginan umat manusia untuk memiliki standar hidup yang lebih baik.” 

Pada tahun 1958 sebelum Kuba menjadi negara sosialis, Kuba menduduki peringkat kelima di kawasan tersebut  dalam hal Produk Domenstik Bruto per kapita, hanya diungguli Venezuela, Argentina, Uruguay, dan Chili, menurut statistik PBB.

“Fidel Castro segera mulai mengambil alih tentara, yang merupakan kekuasaan sebenarnya. Dan dengan dukungan pasukan baru yang dibuat sendiri, Fidel Castro mengambil alih semua lembaga, menyita kekayaan pribadi, dan memenuhi semua prinsip doktrin komunis,” kata Luis Zuniga.

Setelah penerapan sistem sosialis secara menyeluruh, Kuba bertahan sekitar enam hingga tujuh tahun mengambil dari sumber daya yang besar yang diwarisi Kuba kapitalis. Setelah semua kekayaan itu habis, Fidel Castro bergantung pada Uni Soviet untuk dukungan, kata Luis Zuniga.

Dan sejak saat itu, Kuba jatuh di bawah dominasi Uni Soviet. Para ahli Unin Soviet menasihati kementerian-kementerian dalam pemerintahan Kuba, kata Luis Zuniga.

Total bantuan ekonomi oleh Uni Soviet ke Kuba dari tahun 1960 hingga 1986 – terdiri dari subsidi perdagangan dan bantuan pembangunan–– diperkirakan sekitar usd 40 miliar, menurut sebuah laporan tahun 1986 yang dirilis oleh CIA. Statistik Kuba menunjukkan bahwa Havana bergantung pada Uni Soviet untuk sekitar 70 persen dari total perdagangan Kuba. Apalagi, secara palsu Uni Soviet membayar harga yang lebih tinggi untuk produk Kuba “sambil menetapkan harga ekspor Uni Soviet ke Kuba di bawah tingkat pasar dunia,” kata laporan tersebut.

Tanpa bantuan Uni Soviet, Kuba akan mengalami kesulitan memenuhi “konsumsi dasarnya dan kebutuhan investasi,” kata laporan tersebut.

“Karena Kuba telah menjadi mitra militer Soviet yang semakin penting di skala global dan karena Washington semakin berfokus pada tindakan proxy Havana di Belahan Barat, Moskow telah mencari — dan memperoleh — pengaruh yang lebih besar atas aparat pembuat keputusan Kuba,” kata CIA.

Sosialisme di Eropa Barat

Beberapa sosialis menampilkan Swedia, Norwegia, dan Denmark sebagai contoh negara sosialis yang sukses. Tetapi negara-negara itu beroperasi dengan sistem kapitalis yang dipimpin oleh partai politik sosial demokrat, kata Luis Zuniga. Sistem sosialis sejati “berarti ekonomi terpusat dan sistem satu-partai dalam sistem politik,” jelas Luis Zuniga.

“Pada kenyataannya, negara-negara Nordik [Swedia, Norwegia, dan Denmark] mempraktikkan sebagian besar ekonomi pasar bebas dipasangkan dengan pajak tinggi yang dipertukarkan untuk program hak pemerintah yang murah hati,” Jeffrey Dorfman, seorang profesor ekonomi di Universitas Georgia, menulis untuk Forbes.

Membongkar Ekonomi Sosialis Tiongkok

Banyak orang juga percaya bahwa Tiongkok telah mengadopsi kapitalisme dan meraih prestasi sukses besar dengan cara ini, kata Luis Zuniga. Namun, rezim komunis Tiongkok hanya menetapkan beberapa Kawasan Ekonomi Khusus di Tiongkok setelah melihat keruntuhan ekonomi Uni Soviet, Luis Zuniga menjelaskan, menambahkan bahwa Uni Soviet adalah “kekuatan militer tanpa ekonomi untuk mendukung struktur militer.”

Kawasan Ekonomi Khusus di Tiongkok adalah kantong kapitalis yang menarik investasi asing dan dipisahkan dari keseluruhan Tiongkok, di mana ekonomi yang dikuasai negara mendominasi, kata Luis Zuniga. Bahkan warga Tiongkok membutuhkan sebuah “paspor khusus” untuk pindah ke Kawasan Ekonomi Khusus, tambahnya.

Rezim Tiongkok menggunakan pendapatan dari Kawasan Ekonomi Khusus untuk mendanai militer Tiongkok dan membangun tenaga nuklirnya, menurut Luis Zuniga.

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan pada konferensi pers yang diadakan oleh legislatif yang tunduk pada komunis Tiongkok di bulan Mei, “Masih ada sekitar 600 juta orang berpenghasilan menengah atau rendah, atau bahkan kurang. Penghasilan bulanan mereka hampir sebesar 1.000 yuan. Penghasilan tersebut bahkan tidak cukup untuk menyewa sebuah kamar di kota kelas menengah Tiongkok.”

Lebih dari 40 persen populasi Tiongkok, yang diperkirakan mencapai 1,4 miliar orang menurut Worldometer.

Pesan Luis Zuniga untuk Rakyat Amerika Serikat

“AS adalah mercusuar kebebasan [dan] demokrasi,” dan itulah mengapa negara-negara lain meminta bantuan Amerika Serikat jika negara-negara tersebut berada dalam bahaya atau butuh bantuan,  AS juga sering kali menjadi  penyedia yang pertama jika terjadi sebuah bencana nasional di mana saja, kata Luis Zuniga, dan inilah alasannya mengapa kekuatan yang mendorong sosialisme global ingin menargetkan Amerika Serikat.

Luis Zuniga menjelaskan, Jika rakyat AS ingin hidup dalam kemiskinan, yang harus mereka lakukan hanyalah memberitakan sosialisme dan memilih orang-orang sosialis.” 

Tetapi ia memperingatkan rakyat AS untuk pertama kali untuk mempertimbangkan pengalaman hidupnya yang tinggal di bawah sosialisme untuk benar-benar memahami apa artinya bagi Amerika Serikat, karena “nanti, tidak masalah jika anda berkata, ‘Ya ampun, saya tidak tahu. Astaga, tidak ada yang memberitahu saya.”

“Kami [rakyat Kuba] memperingatkan rakyat Venezuela, ‘Jangan memilih Hugo Chavez, Hugo Chavez adalah sosialis, Hugo Chavez akan menjadi diktator,” Luis Zuniga berkata.

Tetapi rakyat Venezuela berkata, “Tidak mungkin, kami adalah kuat. Kami adalah negara yang hebat, kami adalah negara kaya. Tidak ada yang dapat memaksakan sosialisme pada kami.”

“Tahukah anda, Hugo Chavez memaksakan Sosialisme pada rakyatnya,  saya memberitahu rakyat Kuba, anda tidak berbeda dengan orang Polandia, Jerman, Ceko, Kuba… Kami semuanya berada di bawah cengkeraman rezim sosialis.”

Luis Zuniga meminta “Jangan [mengabaikan] peringatan ini. Tolong, jaga demokrasi anda, Tidak ada sistem seperti demokrasi dengan kebebasan, hak, dan kebebasan kesempatan untuk memutuskan dan mencapai apa pun yang dapat anda capai dengan bakat anda,kapasitas anda, dan kerja keras anda. Itu hanyalah hak istimewa sistem demokrasi dan sistem kapitalis ekonomi. Sosialisme adalah bencana.” (Vv)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular