oleh Chen Juncun

Kisah tentang seorang pria Amerika Serikat yang  mengalami mati suri di dalam ruangan operasi akibat berhenti bernapas. Pria itu  mengaku juga melihat kerabatnya menangis saat proses pemakamannya, tetapi tidak satupun dari mereka yang melihatnya. Pria itu hidup kembali.  

Pria bernama Thomas itu membagikan pengalaman uniknya yang terjadi pada tahun 2016 itu melalui situs web milik US NDE Research Foundation.

Thomas menulis pengalamannya.

Ketika Thomas dibaringkan di meja bedah untuk menunggu dokter melakukan operasi pinggul dirinya, ia tiba-tiba merasa semua menjadi gelap saat sedang mengobrol dengan ahli anestesi. Setelah lampu menyala kembali, Thomas menemukan tidak seorangpun yang berada dalam ruang operasi. Entah kemana perginya staf medis. Dia kemudian turun dari meja bedah lalu berjalan menuju pintu, tetapi di saat membuka pintu itu dia terjatuh.

Thomas mengatakan bahwa dia kemudian menemukan dirinya mendarat di rerumputan sebuah makam di Portland, Oregon. Dia masih mengenakan pakaian rumah sakit, tapi Thomas  merasa heran karena tidak ada orang yang melihatnya. Dia memperhatikan bahwa ada beberapa orang yang sedang melangsungkan misa. Ketika ia berjalan mendekat, terlihat istri dan anak tirinya sedang menangis.

Thomas menyebutkan bahwa ketika dia mengetahui bahwa itu adalah proses pemakamannya, dia mulai panik dan meronta dengan maksud menarik perhatian mereka. Akan tetapi tidak ada suara, hanya keheningan yang mengelilingi. Tak lama kemudian semuanya pun kembali menjadi gelap.

Kali ini dari sudut yang berbeda, Thomas bisa melihat orang tuanya sedang berdebat di dalam ruangan. Dia tidak bisa mendengar apa yang mereka perdebatkan, tetapi sepertinya dia berada di dalam rahim ibunya. Thomas melihat pemandangan berbeda yang sepertinya akan berlanjut selamanya.

Pada akhirnya, Thomas merasa pusing dan pingsan. Ketika siuman, dia menemukan dirinya sedang duduk disebuah kursi. Seorang wanita berseragam perawat berdiri di sebuah ruangan gelap dan mulai berbicara dengannya, tetapi mulutnya tidak bergerak. wanita itu mengatakan bahwa dia akan dikirim kembali karena waktunya belum tiba.

Thomas menyebutkan bahwa ketika dia membuka mata, dia melihat istrinya menangis sambil memegangi tangannya. Dokter menjelaskan kepadanya bahwa dia menderita penyakit emboli paru  yang parah dan stroke iskemik sehingga berhenti bernapas. Penyakit emboli paru adalah pulmonary embolism, penyumbatan arteri paru-paru. Thomas kemudian sembuh total. Dokter menganggapnya sebagai keajaiban medis.  (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular