Mary Clark

Seorang ilmuwan Pemerintah Inggris mengatakan munculnya strain baru virus Komunis Tiongkok (COVID-19) di tenggara Inggris adalah “berita terburuk” pandemi yang telah melanda Inggris dan negara-negara lain di seluruh dunia sejak bulan Maret.

“Jika vaksin adalah berita terbaik, maka strain virus yang baru ini adalah berita terburuk yang kami miliki sejauh ini,” kata Profesor Andrew Hayward, direktur Institut Epidemiologi dan

Perawatan Kesehatan di University College London (UCL)  kepada Sky News pada Senin 21 Desember 2020.

Profesor Andrew Hayward adalah salah satu dari 17 anggota strong New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) milik pemerintah. 

Berbicara pada briefing di sebuah TV pada hari Sabtu 19 Desember, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan NERVTAG telah menemukan, bahwa varian baru yang menyebar lebih cepat daripada strain asli. Sedangkan Chief Medical Officer Chris Whitty membenarkan bahwa  surveilans genomik Kesehatan Masyarakat Inggris, juga menunjukkan hasil penyebaran yang lebih cepat.

“Analisis awal NERVTAG menunjukkan bahwa varian baru tersebut dapat meningkatkan R [angka reproduksi] 0,4 atau lebih,” kata Boris Johnson.

The Epoch Times merujuk pada virus corona, yang menyebabkan penyakit COVID-19, sebagai virus Komunis Tiongkok karena sensor berita dan kesalahan manajemen dari Partai Komunis Tiongkok, sehingga memungkinkan virus itu menyebar ke seluruh Tiongkok dan menciptakan pandemi global. 

Ketidakpastian yang Sangat Besar

“Meskipun ada ketidakpastian yang sangat besar, mungkin dapat mencapai 70 persen lebih jauh lebih menular dari versi penyakit aslinya,” tambah Boris Johnson.

Mengingat “berita yang sangat buruk” ini, dan untuk menghentikan penyebaran strain baru tersebut, Profesor Andrew Hayward berkata, “kita benar-benar perlu bersiap” dan memberi “sebanyak mungkin orang yang divaksinasi.”

“Dan saya pikir kita perlu memvaksinasi sebanyak mungkin orang di seluruh Inggris,” tambah Profesor Andrew Hayward.

Peringatan Profesor Andrew Hayward muncul setelah Boris Johnson, pada hari Sabtu, menghentikan konsesi yang mana hingga tiga rumah tangga Inggris diizinkan untuk berbaur dalam  periode bergembira selama lima hari menjadi sehari — yakni pada hari Natal.

Hal tersebut juga terjadi setelah negara-negara di seluruh dunia, tak lain untuk menghentikan perjalanan udara ke Inggris di tengah meningkatnya kekhawatiran akan mutasi virus Komunis Tiongkok yang baru. Prancis menutup perbatasannya selama 48 jam pada hari Minggu, memicu kekhawatiran tindakan tersebut dapat menyebabkan kekurangan pangan jika tidak segera dibatalkan.

“Kita dapat melihat secara internasional bahwa negara-negara lain mengambil tindakan untuk menghentikan bepergian dari Inggris,” kata Profesor Andrew Hayward.

Profesor Andrew Hayward menuturkan, kita harus mengambil tindakan kita sendiri untuk menghentikan perjalanan internasional. Bahwa akan menjadi hal yang bertanggung jawab untuk dilakukan. 

Mutasi Penyebaran yang Lebih Cepat

Mengikuti berita mutasi yang menyebar lebih cepat, Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon telah menyerukan perpanjangan masa transisi Brexit melewati tenggat waktu tanggal 31 Desember 2020.“

Kini adalah penting bagi Perdana Menteri [Boris Johnson] untuk mencari kesepakatan untuk memperpanjang masa  transisi Brexit,” tulis Nicola Sturgeon di Twitter pada hari Minggu.

“Strain COVID yang baru — dan berbagai implikasinya — berarti kita menghadapi sebuah situasi yang sangat serius, dan hal itu menuntut perhatian 100 persen kami,” Nicola Sturgeon menulis.

Namun, pada hari Sabtu Boris Johnson mengatakan bahwa “Tidak ada bukti yang menunjukkan” bahwa strain baru tersebut adalah “lebih mematikan atau menyebabkan penyakit yang lebih parah.”

“Sama halnya, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin akan menjadi kurang efektif melawan varian baru,” tambah Boris Johnson.

Menanggapi pemberitaan varian virus baru tersebut, Prof Julian Hiscox, Kepala  Infeksi dan Kesehatan Global di Universitas Liverpool, mengatakan bahwa “Coronavirus bermutasi setiap saat sehingga tidak heran ada varian  SARS-CoV-2 yang baru yang muncul.”

Ia mengatakan bahwa Inggris memiliki “sistem yang hebat” untuk mengidentifikasi varian-varian dan menyesuaikan tanggapan kesehatan masyarakat yang sesuai.

Prof Julian Hiscox meminta lebih banyak analisis dari strain baru, tak lain untuk melihat apa dampaknya terhadap  “kesehatan manusia, diagnostik, dan vaksin” adalah dan untuk “mekanisme yang kuat” untuk ditempatkan untuk memfasilitasi hal ini.

Sementara itu, “Menghentikan penyebaran virus ini adalah sederhana: manusia perlu ikuti dan patuhi petunjuknya,” kata Prof Julian Hiscox, patuhi aturan tetap di rumah, “dan memiliki pikiran yang sehat.”

“Semakin banyak orang yang anda hubungi, semakin besar peluang penyebarannya. Jadi, hindari perbauran sosial — tidak perlu menunggu lama untuk peluncuran vaksin yang meluas,” tambah  Prof Julian Hiscox. (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular