NTD

Muncul varian baru dari virus Komunis Tiongkok (COVID-19) di Inggris, yang penyebarannya sangat cepat. Meskipun pihak berwenang telah menerapkan langkah-langkah penguncian yang lebih ketat, jumlah kasus yang dikonfirmasi di Inggris setiap hari masih lebih dari 30.000 orang.

Setelah Prancis menutup lalu lintas darat dengan Inggris, truk barang yang terdampar di Pelabuhan Dover selama dua hari terakhir memenuhi seluruh tempat parkir. Hal itu menyebabkan antrian panjang ke jalan raya terdekat .

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel mengatakan pada hari Selasa 23 Desember 2020 lalu bahwa Inggris sedang bernegosiasi dengan Prancis untuk memulihkan pengiriman antara kedua negara secepat mungkin.

Pihak berwenang Inggris juga menyatakan bahwa meskipun ada gangguan jalur pengiriman ke benua Eropa, pasokan makanan di Inggris masih mencukupi. Warga tidak perlu khawatir supermarket akan kehabisan stok selama Natal. 

Namun, Tesco dan Sainsbury’s, dua kelompok supermarket besar Inggris, memperingatkan pada hari Senin 22 Desember 2020 lalu, jika pengiriman dengan Eropa tidak dapat dilanjutkan dengan cepat, akan ada kesenjangan pasokan dalam beberapa hari.

Mirip dengan Inggris, Afrika Selatan juga menemukan varian baru virus Komunis Tiongkok minggu lalu, dan larangan terbang telah diberlakukan oleh Swiss dan Jerman sejak pekan ini.

Pakar Afrika Selatan yang menemukan varian virus baru tersebut mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda bahwa vaksin yang ada telah kehilangan efektivitasnya melawan mutasi virus.

Setelah vaksin virus Komunis Tiongkok Pfizer dan BioNTech disahkan oleh European Medicines Agency (EMA) pada Senin 22 Desember 2020 lalu, kedua perusahaan tersebut   siap untuk memberikan dosis awal vaksin ke 27 negara anggota Uni Eropa kapan saja.

Pejabat dari European Medicines Agency telah menyatakan bahwa vaksin Pfizer masih efektif melawan varian baru virus Komunis Tiongkok. Negara-negara Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Austria, dan Italia sudah merencanakan untuk memvaksinasi Pfizer mulai 27 Desember.

Pada Selasa 23 Desember 2020, beberapa pejabat kesehatan Amerika Serikat, termasuk Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar, Presiden Institut Kesehatan Nasional Francis Collins, dan Direktur Institut Penyakit Menular dan Alergi Anthony Fauci, divaksinasi. Dosis vaksin pertama.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan dalam tweetnya bahwa distribusi dua vaksin, Pfizer dan Modena, berjalan sangat lancar. Banyak warga telah divaksinasi dan jumlah orang mencatat rekor.  (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular