Mimi Nguyen Ly

Presiden Donald Trump dalam sebuah pidato kebangsaan menjelaskan mengapa ia bertekad untuk mengejar semua jalur hukum dan konstitusional untuk “menghentikan pencurian pemilihan presiden,” dan meminta kepada rakyat Amerika untuk “angkat suara” dan menuntut untuk memperbaiki ketidakadilan.

Trump dalam sebuah pernyataan melalui video berkata :  “Orang Amerika harus bisa memiliki keyakinan secara total pada kepercayaan atas pemilu mereka. Nasib demokrasi kita tergantung kepadanya, ”

“Sekarang saatnya rakyat Amerika bersuara dan menuntut agar ketidakadilan ini segera diperbaiki. Pemilu kita harus adil, jujur, transparan, dan bebas 100 persen dari penipuan.

Suami Melanie Trump itu menuturkan : “Kami memenangkan pemilihan ini dengan telak yang luar biasa, dan orang-orang AS mengetahuinya. Semuanya, mereka berdemonstrasi, mereka marah, mereka takut. Kami tidak dapat membiarkan berlangsungnya pemilu yang sepenuhnya curang.”

Trump mengatakan bahwa salah satu tugasnya yang paling serius sebagai presiden adalah melindungi integritas “hak suci untuk memilih” warga Amerika.

Dia menuding pejabat Demokrat di negara bagia Swing State telah menggunakan virus Komunis Tiongkok, yang menyebabkan penyakit COVID-19, sebagai dalih secara ilegal melanggar undang-undang negara bagian untuk “mengaktifkan, mendorong, dan memfasilitasi penipuan” pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di AS.

Trump sebelumnya menuduh adanya ketidakteraturan dan kecurangan pemungutan suara yang meluas di seluruh negeri, namun ini adalah pertama kalinya dia menyampaikan pidato panjang lebar tentang pemilu yang mendesak warga Amerika untuk vokal menghadapi situasinya.

Itu terjadi setelah dia baru-baru ini meminta para pendukungnya untuk bergabung dalam protes yang direncanakan di Washington, D.C., pada 6 Januari 2021. “Berada di sana, akan liar!” tulis presiden. Pada tanggal 6 Januari 2021 adalah saat anggota Kongres  bersidang dalam sesi gabungan untuk menghitung suara elektoral.

Ratusan ribu pendukung Trump sudah menggelar  banyak aksi protes di seluruh negeri, itu sejak pemilu, menyerukan pemilu yang bebas dan adil serta menyerukan agar para pemimpin mengambil tindakan.

Joe Biden dari Partai Demokrat mengklaim kemenangan dalam pemilihan tersebut. Trump dan Partai Republik lainnya memperebutkan hasil pemilu di pengadilan di negara bagian utama. The Epoch Times tidak menyebutkan hitungan pemilu pada saat ini.

‘Fakta yang Harus Diketahui Setiap Orang Amerika’

Presiden menghabiskan sebagian besar pidatonya di Gedung Putih pada Selasa malam 22 Desember 2020, untuk menjelaskan mengapa dia yakin ada penipuan secara massif, sambil berulang kali menegaskan bahwa dia adalah pemenang pemilu yang sebenarnya.

“Sebenarnya kami memenangkan pemilu dengan telak. Kami menang besar, “kata Trump. Hari ini saya akan memberi Anda fakta-fakta yang perlu diketahui setiap orang Amerika.

Pendukung Presiden Trump mengadakan rapat umum untuk “menghentikan pencurian pemilu” di Washington, DC pada 12 Desember. Presiden Trump naik helikopter dan melihat rapat umum itu. (Foto oleh OLIVIER DOULIERY / AFP via Getty Images)

Pada malam 3 November,  swing state termasuk Michigan, Wisconsin, Georgia, dan Pennsylvania melihat keunggulan Trump. Namun, penghitungan suara berhenti tiba-tiba pada dini hari keesokan harinya dan serangkaian “limpahan suara secara besar-besaran dan statistik tak terbayangkan” di tengah malam membatalkan hasilnya,” kata Trump.

“Lonjakan satu sisi yang menggelikan ini secara ajaib cukup untuk mendorong Joe Biden memimpin di semua status swing state. Anomali yang mencolok ini hanyalah puncak dari gunung es, ”kata Trump.

Presiden juga berbagi, bagaimana dia  memenangkan Ohio, Florida, dan Iowa “dengan margin sejarah,” dan memenangkan 18 dari 19 “negara penentu arah” yang selama 40 tahun terakhir memprediksi dengan tepat pemenang pemilihan presiden.

“[Ini berarti] Biden akan menjadi kandidat pertama sejak 1960 dan hanya kandidat kedua dalam sejarah Amerika yang memenangkan Gedung Putih sementara kehilangan ketiga negara bagian besar itu, dan itu bahkan belum mendekati,” kata Trump.

Dia menunjukkan Demokrat telah kehilangan 25 dari 46 kursi DPR yang dibatalkan, dan mencatat bahwa Demokrat akhirnya mengalami kehilangan 14 kursi meskipun mereka diproyeksikan untuk mendapatkan 15 kursi, yang menurut Trump, karena dia sukses dan efek down-ballot.

Trump mengatakan bahwa kampanye kepresidenannya memperoleh sekitar 75 juta suara, yaitu sekitar 12 juta, lebih banyak suara dibandingkan dengan pemilu 2016 — peningkatan suara terbesar yang tercatat untuk presiden petahana. Meskipun demikian, lawannya Joe Biden “entah bagaimana menerima 11,7 juta suara lebih banyak daripada Barack Obama, dan dia mengalahkan Barack Obama di seluruh negeri,” kata Trump.

Trump menegaskan : “Secara historis, matematis, politik, dan logis tidak mungkin. Itu tidak terjadi. Dia tidak menang. Kami menang telak.”

Kampanye Trump selama tujuh minggu terakhir memberikan bukti yang menuduh penyimpangan dan penipuan pemungutan suara. Presiden mengatakan kepada warga Amerika, bahwa kampanye Trump telah menunjukkan bahwa Demokrat melanggar undang-undang negara bagian mereka sendiri,  dengan mengubah prosedur menjelang pemilihan tanpa melalui badan legislatif negara bagian.

Perubahan yang dilakukan termasuk menangguhkan semua persyaratan verifikasi tanda tangan, membanjiri negara bagian tertentu dengan pengajuan surat suara yang tidak hadir, dan menyebarkan ratusan kotak penyerahan suara tak berawak. Perubahan ini diduga dilakukan untuk “menguntungkan secara ilegal” bagi Biden, kata Trump.

Dia juga menuduh bahwa rendahnya tingkat absensi surat suara “membuktikan bahwa ratusan ribu surat suara ilegal dihitung di negara bagian utama”, dan  tidak ada “upaya signifikan memverifikasi kewarganegaraan, tempat tinggal, identitas, atau kelayakan untuk dikirim surat suara lewat pos. “

“Potensi aktivitas ilegal tidak terbatas dan itulah yang baru kami alami,” katanya.

Bangunan tempat kantor Dominion Voting Systems Toronto. (The Epoch Times)

Trump menunjuk kepada testimoni para saksi, bahwa mereka secara pribadi menyaksikan berbagai contoh kecurangan dan penipuan. Ini termasuk para saksi yang telah melihat petugas pemungutan suara memundurkan tanggal ribuan surat suara dan menghitung berkali-kali kumpulan surat suara yang sama. Saksi lain mengatakan, mereka melihat ribuan surat suara asli yang tidak memiliki  lipatan dan  semuanya untuk Biden.

Presiden mempertanyakan keterlibatan Sistem Voting Dominion, pemasok perangkat keras dan perangkat lunak pemungutan suara, termasuk mesin dan tabulator pemungutan suara. Dia mengatakan senator negara bagian Arizona, baru-baru ini menerbitkan perintah pengadilan untuk audit forensik mesin pemungutan suara, dan negara bagian lain yang menggunakan peralatan dan perangkat lunak Dominion juga harus melakukan penyelidikan serupa.

“Seperti yang baru saja saya jelaskan, kami mengungkap banyak sekali bukti kecurangan pemilu. Semua ini seharusnya tidak diizinkan di AS. Ini adalah parodi demokrasi,  memalukan bagi republik kita,” kata Trump.

Trump juga menuduh Partai Demokrat, media, dan perusahaan Big Tech “berkolusi secara terbuka” untuk menipu negara. Sebelum pemilu, media dan Big Tech menyensor cerita tentang bagaimana keluarga Biden telah “menerima jutaan dolar dari Partai Komunis Tiongkok.”

“Negara kami tidak lagi memiliki kebebasan pers. Ini adalah tekanan penindasan. Ini adalah pers di mana kebenaran tidak akan pernah terungkap. Ini adalah skandal terbesar dan paling mengejutkan yang melibatkan calon presiden dalam sejarah modern, “kata Trump, kemudian menambahkan,” Media dan Partai Demokrat berbohong kepada rakyat Amerika untuk mencoba mencuri pemilu. “

“Jika penipuan mengerikan ini tidak sepenuhnya diselidiki dan ditangani, pemilu 2020 akan selamanya dianggap sebagai pemilu ilegal dan paling korup dalam sejarah negara kita,” kata Trump. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular