oleh Luo Ya

Pihak berwenang komunis Tiongkok pada hari Kamis, 24 Desember 2020 secara resmi mengumumkan pengajuan Alibaba Group Holdings Co., Ltd. ke meja hijau. Pada hari yang sama, departemen pengawasan keuangan juga mengeluarkan berita tentang rencana mengundang Ant Group untuk “didengar keterangannya”. 

Sebelumnya, pihak berwewenang Beijing telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani penyelidikan menyeluruh terhadap Jack Ma. Menurut analisa para ahli, Jack Ma tidak mungkin lagi untuk menyelamatkan diri.

Harga saham Alibaba di bursa Hongkong jatuh melebihi 8%

Media corong Partai Komunis Tiongkok ‘Xinhua News Agency’ dan ‘People’s Daily’ pada 24 Desember lalu melaporkan bahwa Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar Tiongkok berdasarkan laporan inspeksi dan studi awal dari pihaknya telah memulai mengadakan penyelidikan terhadap dugaan monopoli Alibaba Group yang diterapkan melalui sistem “pilih satu diantara dua”. 

Setelah berita tersebut beredar, harga saham Alibaba Group di bursa Hongkong pada pembukaan pasar langsung anjlok lebih dari 7% dan pada penutupan pasar penurunannya mencapai lebih dari 8%. 

Harga saham Alibaba Group terendah RMB. 226.4. Sedangkan harga saham AliHealth juga turun lebih dari 10%. Sementara Alibaba Pictures turun sekitar 1%.

Seorang ekonom dengan nama samaran Caijing Lengyan mengatakan, “Selama timbul keinginan untuk menyelidiki dan menuntut Anda, komunis Tiongkok bisa saja melakukan penyelidikan dan menghukum Anda berdasarkan alasan ini dan itu, meskipun sama sekali  tidak ada pengaduan yang masuk.”

Menurutnya, dengan demikian harga saham Alibaba di bursa Amerika Serikat diperkirakan juga akan menapak jejak bursa Hongkong.

Ant Group juga bakal didengar keterangannya

Di hari yang sama, pesan pendek di media ‘Xinhua News Agency’ menyebutkan bahwa  People’s Bank of China, China Banking Regulatory Commission, Securities Regulatory Commission, dan State Administration of Foreign Exchange dalam waktu singkat ini berencana mengundang pihak berwenang dari Ant Group untuk didengar keterangannya. 

Selain itu, mereka memperingatkan Ant Group agar tidak menyimpang dari prinsip-prinsip bisnis dalam mengatur operasi dan pengembangan layanan keuangan. Perlu selalu mengikuti peraturan yang ada, melakukan persaingan pasar yang sehat guna melindungi hak dan kepentingan konsumen. 

Ant Financial Service Group merupakan anak perusahaan Alibaba yang bergerak dibidang pinjaman online yang rencananya akan didaftarkan di bursa saham pada 3 November lalu dengan nilai Initial Public Offering (IPO) atau  penawaran saham perdana sebesar USD. 37 miliar. 

Namun instruksi yang tiba-tiba muncul untuk stop go public membuat sejumlah kalangan berpendapat bahwa upaya Ant Financial go public bakal terkatung-katung.

Ant Group menanggapi pengumuman dari pihak berwenang itu dengan mengatakan : “Kita akan mempelajari dan secara lebih serius mematuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh otoritas pengatur, dan mengimplementasikan pekerjaan terkait sepenuhnya”.

Sementara situs web ‘The Paper.cn’ terkait hal itu berpendapat bahwa terdapat 3 sinyal kuat yang terdeteksi dari kejadian ini.

Pertama, tampak jelas keinginan lembaga pengawas untuk positioning kewenangannya, merekalah regulator di industri keuangan Tiongkok. Ini sesuai dengan keputusan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat yang baru saja berakhir.

Kedua, dibandingkan dengan yang pertama kali, kali ini adalah pengumuman awal. Media Tiongkok mengklaim bahwa ini bertujuan menekankan bahwa pentingnya untuk memperkuat regulasi dan meningkatkan kemampuan pengawasan. Perlunya untuk meningkatkan teknis dan seni dalam menangani tugas pengawasan, memperbesar efek pengawasan. .

Sinyal ketiga adalah, ‘didengar keterangannya’ ini memiliki level implementasi tertentu.

Orang dalam menduga ada 3 kemungkinan “nasib” yang bakal dihadapi Jack Ma 

Sebelum pihak berwenang komunis Tiongkok mengumumkan kasus yang sedang dihadapi Jack Ma, ‘Bloomberg’ telah lebih dahulu mengungkapkan bahwa Jack Ma dilarang meninggalkan negaranya, dan otoritas Beijing telah membentuk tim investigasi khusus untuk menyelidiki kasusnya. 

Seorang sumber dari dalam kalangan pemerintah menduga bahwa ada 3  kemungkinan “nasib” yang bakal dihadapi Jack Ma yakni disintegrasi, penyerahan, pengakhiran.

Namun, komunis Tiongkok yang mengutip analisis ekonom  ‘Caijing Lengyan’ dalam programnya memberitakan bahwa usai “didengar keterangannya” oleh keempat lembaga  pengatur keuangan, tampaknya pihak pengawas keuangan menemukan adanya dugaan bahwa Ant Group melanggar peraturan dengan melakukan bantuan kepada pelanggannya berupa mentransfer aset dan sebagainya. 

Jika hal ini benar, maka Ant Group akan menghadapi lebih banyak kesulitan.

‘Caijing Lengyan’ lebih jauh menganalisis bahwa ketika Jack Ma bangga terhadap kesuksesannya, dia pernah bersikap sangat kasar kepada otoritas pengatur ini, membuat mereka sangat malu. Pada saat itu mereka tidak punya pilihan untuk melawannya, tetapi sekarang keadaan sudah berbalik. Mereka dapat dipastikan tidak akan berbelas kasihan terhadap Jack Ma.

‘Caijing Lengyan’ memperkirakan bahwa hanya ada dua takdir yang tersisa untuk dijalani Jack Ma. 

“Hal terbaik bagi Jack Ma adalah menyerahkan asetnya kepada pemerintah dengan imbalan keselamatan pribadi, tetapi pada dasarnya jalan itu sudah buntu saat ini. Kelihatannya komunis Tiongkok sudah bertekad untuk merebutnya. Jika demikian, maka Jack Ma hanya akan menghadapi dua kemungkinan. yang satu adalah masuk penjara, seperti Wu Xiaohui, Dan yang lainnya adalah kematian misterius. kasus seperti itu sudah banyak terjadi”, kata ‘Caijing Lengyan’. 

‘Caijing Lengyan’ juga menekankan bahwa dirinya yakin drama ini masih cukup menarik.

Komunis Tiongkok melancarkan gerakan “anti-monopoli”. Para ahli : Menjarah modal swasta

Media partai dalam pemberitaannya tentang mengajukan dugaan Alibaba Group melakukan monopoli ke pengadilan menyebutkan, bahwa anti-monopoli telah menjadi masalah mendesak yang terkait dengan situasi Tiongkok secara keseluruhan.

Sedangkan “Anti-monopoli dan perluasan modal yang tidak teratur” adalah salah satu dari 8 Tugas Penting yang diusulkan oleh Konferensi Kerja Ekonomi Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok untuk dilakukan tahun depan. Masalah lainnya yang juga dibahas dalam Konferensi juga meliputi isu benih dan luas tanah pertanian, keamanan dan stabilitas rantai pasokan industri, dan mencari solusi untuk mengatasi masalah perumahan di kota-kota besar yang sudah sangat menonjol.

Sebelumnya, Partai Komunis Tiongkok juga merilis tekadnya untuk menindak raksasa teknologi melalui berbagai jalur.

Pada 14 Desember, Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar Tiongkok mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan bahwa Alibaba, Read Wen yang merupakan anak perusahaan Tencent, dan Shenzhen Honeycomb Network Technology Co., Ltd. telah dijatuhi denda uang sebesar RMB. 500.000 karena melanggar Undang-Undang Anti-Monopoli.

Profesor Feng Chongyi, seorang ahli masalah Tiongkok dari Universitas Teknologi Sydney  percaya bahwa 8 Tugas Penting itu tak lain adalah 8 masalah besar dan sulit untuk diatasi sendiri oleh pemerintah komunis Tiongkok.

Profesor Feng Chongyi menekankan bahwa masalah mendasar dari kegiatan anti-monopoli yang dicetuskan otoritas itu tak lain karena kas negara komunis Tiongkok sudah kosong. 

“Pemerintah memaksa perusahaan-perusahaan besar, konsorsium keuangan mengeluarkan dananya untuk mengisi kekosongan kas negara, alias demi kepentingan negara menjarah modal swasta”, cetus Feng Chongyi. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular