Frank Yue

Saksi mata mengatakan sekitar seribu pekerja berunjuk rasa di depan pabrik perakitan pemasok Apple yaitu Pegatron di Shanghai pada tanggal 19 Desember 2020. Seorang karyawan memberitahukan kepada The Epoch Times bahwa para pekerja tidak mendapatkan bonus yang dijanjikan kepada mereka. Para pengunjuk rasa diduga dipukuli saat polisi membubarkan massa dan hampir belasan pengunjuk rasa ditahan. 

Pegatron, perakit iPhone terbesar kedua setelah Foxconn, adalah sebuah perusahaan desain, manufaktur, dan jasa. Produk Pegatron mencakup notebook, motherboard, drive, dan suku cadang teknologi lainnya. Pegatron berkantor pusat di Taiwan dan beroperasi di Tiongkok, di mana sebuah fasilitas di Shanghai yang dulu didirikan pada tahun 2004 di Kangqiao Industry Park, Daerah Baru Pudong.

Pengunjuk Rasa Dipukuli dan Ditahan

Seorang pria saksi mata, Zhang Hua (nama samaran), mengatakan kepada The Epoch Times bahwa ia menyaksikan banyak orang berunjuk rasa di depan pintu masuk pabrik perakitan Pegatron pada jam 9 pagi pada tanggal 19 Desember, dan sembilan mobil polisi, dan tiga ambulans berada di tempat kejadian.

Zhang Hua mengatakan bahwa lebih dari sepuluh pengunjuk rasa ditahan dan sebagian besar orang di tempat kejadian terlalu takut untuk menghentikan polisi membawa mereka pergi. Tetapi sekelompok kecil orang meneriaki polisi, menuntut polisi untuk membebaskan para pengunjuk rasa.

“Yang pertama ditangkap adalah penyelenggara unjuk rasa. Kemudian (polisi) mulai memukuli pengunjuk rasa,” tambah Zhang Hua.

Zhang Hua mengatakan bahwa saat polisi berdiri dalam formasi besar di tengah kerumunan, bentrokan pecah antara kedua belah pihak.

“Adalah polisi yang menyerang kami lebih dulu. Kemudian kami mulai melawan. Seorang pria terluka sangat parah sehingga ia tidak dapat bangun dari tanah setelah polisi pukulnya dengan tongkat. Saya menyaksikan hal tersebut saat berdiri di Gerbang 5 pabrik perakitan,” kata Zhang Hua.

Unjuk rasa berlanjut hingga sekitar pukul 3 sore pada hari itu.

Keesokan harinya, Zhang Hua mengatakan polisi pergi ke asrama-asrama para pekerja di pabrik perakitan untuk menangkap mereka yang ikut serta dalam unjuk rasa tersebut. “Para polisi memotret, menulis nama-nama, dan menangkap orang-orang yang mereka lihat dalam rekaman video [dari kamera-kamera pengawas]. Acara ini belum diselesaikan sampai sekarang.”

The Epoch Times belum menerima pembaruan apa pun mengenai status orang-orang yang ditahan.

Tanpa Bonus

Seorang pria karyawan Pegatron, Li Ning (nama samaran), mengatakan kepada The Epoch Times bahwa Pegatron berjanji untuk memberikan bonus tetapi gagal menepati janjinya, yang menyebabkan kemarahan di kalangan pekerja dan menyebabkan unjuk rasa besar-besaran.

Li Ning mengatakan bahwa bonus rata-rata bervariasi dari 8.000 yuan hingga 15.000 yuan. Ini adalah insentif bonus satu bulan gaji yang digunakan agen-agen tenaga kerja berasal dari Tiongkok untuk menarik para pencari kerja, terutama saat  perusahaan-perusahaan teknologi sangat membutuhkan pekerja sementara selama musim-musim sibuk. Umumnya, para majikan enggan membayar bonus semacam itu, kata Li Ning.

Li Ning mengklaim bahwa manajemen di pabrik perakitan Pegatron di Shanghai berusaha menghindari pemberian bonus dengan merelokasi para pekerja ke pabrik perakitan di Kunshan atau memberi ulasan kinerja yang buruk untuk para pekerja. Siasat ini dimaksudkan untuk mengecilkan hati para pekerja, sehingga membuat mereka mengundurkan diri.

Li Ning mengungkapkan bahwa setelah unjuk rasa tersebut, pabrik perakitan Pegatron di Shanghai mengeluarkan sebuah pemberitahuan untuk menenangkan para pekerja, mengklaim bahwa relokasi ke pabrik perakitan Pegatron di Kunshan tidak akan mempengaruhi bonus. 

Namun, Li Ning mengklaim bahwa pemberitahuan itu diduga diumumkan pada hari yang sama dengan hari pemberitahuan itu diposting pada tanggal 21 Desember dan manajemen mencabut janjinya untuk memberikan bonus tersebut. (Vv)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular