The Epoch Times

Pada 18 Desember 2020, Pengadilan Federal Brooklyn mengeluarkan sebuah peringatan penangkapan Jin Xinjiang, seorang karyawan Tiongkok di perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat. 

Menurut dokumen Pengadilan Federal Brooklyn, Jin Xinjiang adalah seorang karyawan asal Tiongkok yang bekerja di sebuah perusahaan komunikasi multinasional Amerika Serikat. 

Jin Xinjiang dituduh menyediakan informasi untuk Partai Komunis Tiongkok, misalnya seperti alamat-alamat protokol internet, nama-nama dan email para pengguna di luar negeri serta mengganggu konferensi melalui video pada bulan Mei dan Juni yang memperingati Tragedi Pembantaian Lapangan Tiananmen yang terjadi pada tahun 1989. 

Walaupun tuduhan tersebut tidak mengungkapkan nama perusahaan tersebut, host konferensi melalui video tersebut, Drew Fung Schwart mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut melibatkan Zoom. Drew Fung Schwart seorang pembangkang Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat dan adalah seorang pendiri kelompok pembela kemanusiaan Tiongkok. 

Drew Fung Schwart memberitahun NTD TV bahwa ia disensor oleh Zoom setelah konferensi melalui video tersebut memperingati Tragedi Pembantaian Lapangan Tiananmen. Ia juga memastikan bahwa FBI memberitahunya bahwa seorang karyawan Zoom dituntut. Reuters juga mengungkapkan bahwa perusahaan AS tersebut disebutkan dalam dokumen pengadilan tersebut adalah Zoom. 

“Baru-baru ini, kita menyaksikan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengambil sejumlah langkah. Selain menuntut karyawan Tiongkok yang bekerja di Zoom, kita juga menyaksikan bahwa pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada pejabat keamanan masyarakat Tiongkok yang ikut serta dalam penganiayaan praktisi Falun Gong. Hal tersebut memberitahu kita bahwa Amerika Serikat telah mengambil sikap keras dan menjatuhkan sanksi terhadap Partai Komunis Tiongkok menjadi sebuah tingkat yang baru dengan aksi hukum yang nyata.”

“Pada tanggal 10 Desember, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan sanksi-sanksi terhadap Huang Yuanxiong, Direktur Kepolisian Wucun di Biro Keamanan Masyarakat di Xiamen, Provinsi Fujian, secara kejam melanggar hak asasi manusia dan menganiaya praktisi Falun Gong. Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menerapkan batasan-batasan baru terhadap visa perjalanan ke AS, untuk para anggota Partai Komunis Tiongkok dan anggota keluarganya. Masa efektif untuk visa perjalanan atau bisnis mereka akan berubah dari 10 tahun menjadi satu bulan.

AS memberitahukan kepada Partai Komunis Tiongkok, bahwa semua individu yang terlibat dalam tindak-tindak kriminal akan menghadapi sanksi-sanksi dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Saat pertanggungjawaban tertuju pada perseorangan, maka hal tersebut akan memicu serangkaian reaksi.”

Sanksi terhadap Huang Yuanxiong dipercayai tidak hanya menampar pada anggota Partai Komunis Tiongkok tetapi juga berdampak pada imigrasi dan masuknya anggota keluarganya ke Amerika Serikat. Bahkan, banyak perusahaan berkompromi dengan prinsip dan bekerja sama dengan Partai Komunis Tiongkok, seperti misalnya Zoom. Perusahaan-perusahaan tersebut juga memiliki masalah seperti membocorkan informasi pribadi pengguna kepada Partai Komunis Tiongkok. Dalam mendorong kasus hukum ini, lebih banyak orang dengan berkas keluhan kepada pemerintah AS untuk penyelidikan.”

“Kasus hukum ini mirip dengan memotong tangan-tangan hitam Partai Komunis Tiongkok di negara-negara lain. Bila peringatan ini dikeluarkan, maka lebih banyak tangan-tangan hitam Partai Komunis Tiongkok akan ditarik. Saat AS mengambil tindakan keras, keseluruhan jaringan Partai Komunis Tiongkok yang gelap harus keluar dari Amerika Serikat.”

“Menurut tuntutan tersebut, Jin Xinjiang adalah penghubung perusahaan tersebut dengan kantor-kantor penyelenggaraan hukum dan intelijen Tiongkok. Jin Xinjiang disuruh langsung oleh kantor-kantor Tiongkok tersebut, untuk menutup paling sedikit empat platform pertemuan melalui video yang memperingati Tragedi Pembantaian Lapangan Tiananmen, sebagian besar diorganisir oleh para pembangkang Tiongkok di Amerika Serikat. 

Pada bulan Mei dan Juni, Jin Xinjiang bersama dengan para pejabat Tiongkok bersekongkol merancang sebuah rencana untuk menyakinkan para eksekutif AS, tak lain untuk menutup pertemuan-pertemuan melalui video tersebut dan menangguhkan akun-akun para aktivis tersebut dengan bukti adanya pemalsuan di mana pertemuan-pertemuan melalui video tersebut diganggu oleh jangka waktu layanan platform tersebut. 

Jin Xinjiang bersama dengan para pejabat Tiongkok menciptakan akun-akun email palsu di platform tersebut untuk menunjukkan kepada Host dan para peserta di pertemuan-pertemuan melalui video tersebut yang tampaknya mendukung organisasi teroris, menghasut kekerasan atau menyebarkan pornografi anak-anak. 

Bukti yang dibuat itu membuat pertemuan-pertemuan tersebut tampaknya membahas penyalahgunaan anak-anak atau eksploitasi terorisme, rasisme atau menghasut kekerasan. Jin Xinjiang mampu memanfaatkan cerita-cerita palsu ini untuk membujuk pada eksekutif Amerika Serikat untuk membatalkan pertemuan-pertemuan melalui video tersebut dan menangguhkan akun-akun para aktivis tersebut. 

Komentator  Lan Shu menunjukkan bahwa sejak lama beberapa perusahaan Amerika Serikat berbisnis di Tiongkok, dengan berkolusi dengan Partai Komunis Tiongkok dengan memanfaatkan alasan bahwa mereka harus tunduk pada hukum-hukum di Tiongkok. Penuntutan karyawan Zoom memberi pesan yang jelas kepada perusahaan-perusahaan ini.”

“Sebuah perusahaan AS diperbolehkan untuk beroperasi di Tiongkok, tetapi anda tidak dapat melanggar hukum AS. Anda harus bertanggung jawab untuk penyalur anda; bila tidak, anda anda dapat dituntut dan didenda. Hal ini adalah sebuah peringatan yang jelas untuk semua perusahaan besar di Amerika Serikat yang berminat untuk dijerat Partai Komunis Tiongkok.”

Lan Shu mencatat bahwa sejak Presiden Donald Trump memerintah, terutama dalam beberapa minggu terakhir, ia telah melakukan banyak hal untuk mengatasi dan mempercepat pemisahan dari Partai Komunis Tiongkok.”

Di lain pihak, semua hal yang telah dilakukan oleh pemerintahan Donald Trump adalah dimaksudkan untuk mengatasi ancaman dari Komunis Tiongkok. Di lain pihak, pemerintahan  Trump bermaksud untuk memperbaiki masyarakat Amerika Serikat, dengan secara langsung mengurangi interaksi bisnis dengani Komunis Tiongkok, mengurangi pengaruh Partai Komunis Tiongkok di masyarakat Barat, terutama korosi Partai Komunis Tiongkok terhadap Amerika Serikat. Bila akhirnya Jin Xinjiang dituntut, ia menghadapi hukuman maksimum 10 tahun penjara. (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular