The Epoch Times

Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat Robert C. O’Brien, Direktur FBI Christopher Wray, Jaksa Agung William Barr. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan lainnya baru-baru ini menyampaikan pidato-pidato penting yang menunjukkan adanya ancaman serius dari Partai Komunis Tiongkok kepada Amerika Serikat dan tatanan internasional. 

Direktur Intelijen Nasional AS John Ratcliffe menulis sebuah artikel di Wall Street Journal, yang berisi “Republik Rakyat Tiongkok bersikap sebagai ancaman terbesar untuk Amerika Serikat saat ini, dan  sebagai ancaman terbesar untuk demokrasi dan kebebasan seluruh dunia sejak Perang Dunia II. Intelijen adalah jelas: Beijing bermaksud untuk menguasai AS dan seluruh dunia secara ekonomi, secara militer dan secara teknologi.”

Dalam sebuah wawancara dengan media, Senator Ron Johnson, Ketua Komite Urusan Pemerintahan dan Keamanan Dalam Negeri Senat Amerika Serikat, juga mengingatkan rakyat Amerika Serikat untuk tetap waspada terhadap Partai Komunis Tiongkok. 

Komentator  yang tinggal di Amerika Serikat, Ge Bidong menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok telah menyusup ke Amerika Serikat sejak lama dan keseriusan penyusupan tersebut dibungkam oleh media arus utama Amerika Serikat dan berbagai kelompok yang berkepentingan.

“Kita melihat banyak perilaku yang tidak lazim dari media arus utama dan perusahaan-perusahaan teknologi di AS, dari Jaksa Agung hingga Asosiasi Hukum Pengadilan Tertinggi, yang semuanya memilih untuk berada di sisi yang berlawanan dengan kepentingan AS. Fenomena semacam itu sepenuhnya menunjukkan krisis kematian yang sedang dihadapi oleh AS. Untuk menanggapinya dengan serius, ini adalah krisis terbesar yang pernah dialami AS dalam sejarah konstitusionalnya lebih dari 200 tahun.”

Sejak pemilihan umum, media kiri meremehkan bukti kecurangan pemilihan umum. Bahkan, Youtube telah mengumumkan sebuah peraturan baru untuk menghapus video-video yang menduga keras adanya kecurangan yang mengubah hasil pemilihan umum.

Ge Bidong mengatakan, Kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan khusus yang rakus dan extrimis kiri di AS, tentu saja mirip dan akrab dengan Partai Komunis Tiongkok, di mana semua kelompok ini didorong untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, kelompok-kelompok ini dengan sukarela bekerja sama bila ada kesempatan. Kelompok elit AS yang dipimpin oleh Kissinger, di bawah samaran globalisasi dan didorong oleh kepentingan komersial dan pasar yang sangat besar. sungguh-sungguh telah bergabung dengan para pemangsa selama beberapa dekade. Partai Komunis Tiongkok masih dengan sepenuh hati mempromosikan globalisasi dan multilateralisme. Sebenarnya, orang-orang di Barat yang menggemakan Partai Komunis Tiongkok, dengan sengaja mengabaikan bukti bahwa Partai Komunis Tiongkok adalah sebuah sistem berharga yang benar-benar berbeda dan dengan sengaja mengabaikan sifat roh jahat Partai Komunis Tiongkok yang menentang kemanusiaan.”

Sejak tahun 1960-an, beberapa presiden AS yang mencakup Nixon, Carter, Bush, Clinton dan Obama telah mengadopsi semua kebijakan penenteraman terhadap Partai Komunis Tiongkok, memberikan status negara yang paling disukai kepada Partai Komunis Tiongkok. Tak hanya itu, memperbolehkan  Partai Komunis Tiongkok untuk bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia, memulihkan status Partai Komunis Tiongkok sebagai sebuah anggota Bank Dunia, dan memperbolehkan  Partai Komunis Tiongkok untuk masuk dalam bursa saham Amerika Serikat. 

Senator Ron Johnson mengkritik kebijakan-kebijakan yang menimbulkan malapetaka ini, dengan mengatakan, “Kita telah dimanfaatkan. Tiongkok adalah peleceh utama: tidak mengikuti peraturan, mencuri kekayaan intelektual AS dengan berbagai cara, yang mencakup pencurian dunia maya dan memata-matai industri, maka kita harus memusatkan perhatian pada hal-hal tersebut.”

“Semakin banyak orang di seluruh dunia yang menyadari sifat rezim komunis Tiongkok yang sebenarnya dan ancaman potensial yang dilakukan rezim komunis Tiongkok kepada dunia, terutama setelah wabah Coronavirus pada tahun ini, karena perahasiaan Partai Komunis Tiongkok telah mengakibatkan pandemi di seluruh dunia yang demikian parah.”

Peter Schweizer, adalah seorang pengarang dan cendekiawan, yang berjuang untuk memaparkan korupsi pemerintahan selama bertahun-tahun. Ia juga adalah pengarang pertama yang menulis mengenai kesepakatan-kesepakatan bisnis keluarga Biden dengan Partai Komunis Tiongkok. 

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada tanggal 20 Desember 2020, Peter Schweizer berkata, “Lihat Hunter Biden tidak membawa keahlian atau koneksi atau latar belakang apa pun untuk semua kesepakatan ini, kecuali untuk kenyataan bahwa  Hunter Biden adalah putra Joe Biden. 

Peter Schweizer juga memaparkan bahwa berdasarkan dugaan email-email keluarga Biden yang muncul, Joe Biden adalah penerima langsung untuk kesepakatan-kesepakatan dengan pihak asing ini. Saat membahas politisi tingkat-tinggi Amerika Serikat lainnya yang mungkin berkompromi dengan Partai Komunis Tiongkok, Peter Schweizer berkata, “Partai Komunis Tiongkok memiliki sebuah strategi untuk secara efektif memenggal kepemimpinan politik dengan memberikan kesepakatan-kesepakatan yang menyenangkan kepada anggota keluarga kelas politik Amerika Serikat.

“Partai Komunis Tiongkok memang menggunakan berbagai tindakan dan memobilisasi segala macam kekuatan dan jaringan untuk mempengaruhi orang-orang Amerika Serikat dan Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, supaya turut campur dalam pemilihan umum.”

Pengacara AS  Lin Wood menulis sebuah postingan di Twitter pada tanggal 20 Desember 2020, “Komunisme telah menyusup ke SEMUA tingkat pemerintahan Amerika Serikat, yang mencakup pengadilan. Komunisme menyusup melalui ideologi, melalui korupsi/uang dan melalui pemerasan. Siasat yang biasa dilakukan Partai Komunis Tiongkok adalah menyusun hubungan dengan para pengunjung Amerika Serikat yang mabuk, yang direkam. Jadi banyak cara untuk mengendalikan orang-orang yang tidak sadar.” 

Di postingan Twitter lainnya, Lin Wood menulis, “Kita telah terbuai untuk percaya berbisnis dengan Tiongkok adalah baik untuk Amerika. Tidak masuk akal. Partai Komunis Tiongkok adalah roh jahat. Partai Komunis Tiongkok ingin menghancurkan kita, cara hidup kita dan kebebasan kita.” (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular